Mengenal Insecure dan Cara Mengatasinya

Kesehatan Mental
Chastin Marla Devi
17 Mar 2021
insecure satu persen
insecure satu persen

Halo, Perseners! Apa kabar? Semoga kabar kalian baik-baik aja ya hehehehe,

Sebelumnya kenalin, aku Chastin associate writer baru di Satu Persen, dan ini artikel debutku. Nah untuk mengawalinya aku mau bahas tentang insecure, suatu bahasan yang menurutku gak bakal habis termakan waktu.

Soalnya siapa sih yang nggak tau insecure? Istilah ini udah nggak asing di telinga segala kalangan. Bahkan, hampir setiap hari ada aja orang yang mengklaim bahwa dia lagi insecure.

Kalian familiar nggak dengan kata-kata di bawah ini?

‘’Aku kok gak sekeren dia ya?’’

‘’Orang-orang seumuran aku udah pada kerja, kok aku belum?’’

‘’Perasaan udah berusaha mati matian, kenapa gini gini aja?’’

Sebaiknya, perasaan kurang akan diri sendiri dibuang jauh jauh deh,

Kenapa?

Jika perasaan insecure nggak segera diatasi maka hal ini dapat berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan mental kayak depresi, gangguan kepribadian borderline, gangguan kecemasan, paranoid, gangguan makan, dan masalah pada body image. Jadi makin repot, kan?

Walaupun insecure sering dialami pada berbagai kalangan, tapi perasaan ‘’selalu merasa kurang’’ ini paling sering terjadi pada anak remaja usia sekitar 20-an. Pada usia ini, kita cenderung pengen nyoba segala hal. Sehingga, ketika pencapaian nggak sesuai ekspektasi, maka di titik itulah kita ngerasa banyak yang kurang di dalam diri.

Insecure emang hal yang wajar, tapi bukan berarti kamu harus pasrah aja terjebak dalam kegalauan ini. Kalo kamu terus-terusan membahas kekurangan yang ada di diri kamu, kapan kamu bisa ngembangin kelebihan yang kamu punya?

Nah guys, artikel ini bakal ngebantuin kamu untuk mengenal lebih jauh soal apa itu insecure, sekaligus cari tahu cara buat ngatasinnya

So, simak artikel ini sampe habis ya!.

Apa sih Insecure itu?

Menurut Abraham Maslow, insecure adalah suatu keadaan di mana seseorang yang merasa nggak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois.

Mereka akan berusaha untuk mendapatkan kembali perasaan secure (aman) dengan berbagai cara.

Sementara American Psychology Association (APA) mendefinisikan insecure sebagai perasaan yang nggak baik. Kayak kurangnya rasa percaya diri dan ketidakmampuan untuk menghadapi suatu masalah.

Baca juga: Cara Meningkatkan Percaya Diri

Kurangnya percaya diri dapat berdampak pada produktivitas. Contohnya, kalo kamu pengen berkembang dan belajar skill baru, kayak public speaking, kamu bukan cuma harus terbiasa melakukan research, tapi juga harus ngebangun rasa percaya diri.

Kalo terus-terusan ngerasa kurang, kamu bakal ragu dan nggak berani untuk melangkah lebih maju. Alhasil, bakal stuck di situ aja dan berujung nyalahin diri sendiri karena merasa ‘kurang’

Nggak enak banget kan ya?

satu persen insecure
insecure

Apa aja sih penyebab umum seseorang merasa insecure?

Menurut psikolog klinis Melanie Greenberg, Ph.D., terdapat 3 penyebab umum seseorang merasa insecure, yaitu:

1. Insecure karena kegagalan atau penolakan yang terjadi baru-baru ini

Peristiwa yang baru terjadi sangat memengaruhi suasana hati dan perasaan kita tentang diri sendiri, terutama yang berhubungan sama kegagalan dan penolakan.

Aku pernah ngerasa kayak gini. Waktu itu aku ngelamar kerja ke beberapa perusahaan, tapi nggak ada panggilan interview lanjut. Hal ini bikin aku mikir kalo aku sama sekali nggak punya kelebihan. Kondisi ini berdampak pada self-esteem, aku jadi ngerasa kurang pede dan insecure.

Apalagi saat ngeliat temen-temenku udah pada kerja. Wah, pokoknya nggak enak banget!

Baca juga: Stop Membandingkan Diri!

2. Insecure karena mengalami kecemasan sosial

Kecemasan ini umumnya terjadi ketika seseorang mendapat kritik atau evaluasi dari lingkungannya. Mungkin beberapa orang nggak masalah dengan itu, tapi kita perlu pahami bahwa nggak semua orang siap dengan kritik dan evaluasi tersebut.

Perasaan nggak siap menimbulkan rasa cemas, yang pada akhirnya ngebuat seseorang menarik diri dari sosial. Karena ngerasa selalu kurang dan nggak fit in dengan sosial di sekelilingnya.

3. Insecure yang didorong oleh perfeksionisme

Beberapa orang mungkin suka dengan hasil yang sempurna, sesuai dengan ekspektasi dan perencanaan yang dibuat. Aku kadang juga gitu, sih. Pengen meminimalisir peluang gagal, sehingga memaksa diri untuk bekerja lebih keras.

Sebenernya ini oke-oke aja.

Hal ini akan jadi masalah ketika kita nggak ngebayangin worst case dari rencana kita. Kita ngebayanginnya berhasil terus, sampai nggak siap kalau ternyata nggak sesuai ekspektasi.

Kita juga kadang cenderung memaksa diri terlalu keras, sampai bikin kita kewalahan dan stres sendiri. Nah, kalau udah ngerasa gini, kalian coba untuk berhenti sebentar dan meluruskan, “Sebenernya apa sih yang aku kejar?”

Coba juga: Tes Tingkat Keparahan Stres

Inget, jangan sampai ekspektasi kita yang menjatuhkan diri kita!

‘’To be beautiful means to be yourself. You don’t need to be accepted by others. You need to accept yourself’’

Banyak orang nggak sadar bahwa untuk menjadi cukup adalah dengan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Hal yang perlu kita lakukan yaitu memahami kelebihan dan kelemahan diri, kita pahami diri kita seutuhnya. Dengan memiliki pemahaman diri, kita akan lebih mudah untuk mencintai diri atau self-love.

Baca juga: Self-Love: Menghargai Diri Sendiri, Kalau Bukan Kamu Siapa Lagi?.

Kadang, kita sendiri nggak sadar kalo kita punya kelebihan yang orang lain pengen punya. Kadang, kita nggak sadar bahwa pekerjaan yang kita jalanin sekarang merupakan dream job bagi orang lain. Kadang, kita nggak sadar bahwa fisik yang kita punya adalah idaman bagi orang lain.

Karena terkadang kita terlalu fokus sama pencapaian orang lain, yang jelas- jelas berbeda dengan diri kita sendiri. Faktor pembedanya? Tentu banyak, termasuk kepribadian, pemikiran, juga kapasitas effort yang dilakukan.

Ya sebenernya kadang insecure juga nggak apa-apa sih, siapa tahu bisa jadi motivasi. Tapi, harus paham batasan dan nggak terus-terusan overthinking serta minder tentang kekurangan diri sendiri.

Daripada insecure terus menerus, mending kita gali potensi diri agar lebih berkembang, yuk!

insecure satu pesen

3 Cara simple mengatasi insecure

1. Tingkatkan rasa percaya diri

Coba deh, fokus sama kelebihan dan keunikan yang kamu punya. Mungkin dengan itu, bakal lebih mudah nemuin interest-mu dalam suatu bidang.

Interest ini bisa kamu coba dan latih, sehingga kamu lebih mudah menguasai kemampuan itu. Hal ini akan bikin kamu lebih percaya diri, karena ngerasa diri kamu punya value.

Mungkin nggak gampang ya untuk langsung percaya diri, but that’s okay. Gak usah terburu-buru buat gain more confidence. Latih percaya diri dengan sesekali ngomong depan cermin, kalo aku sendiri sih sering ngomong depan cermin kayak

‘’Ih gue kok cakep banget ya?’’

‘’Ada gak sih yang sekeren gue hari ini udah produktif banget?’’

2. Pilih lingkungan dan suasana yang positif

Coba deh, habisin waktu di lingkungan yang suportif.

Better stay di circle yang support dan apresiasi apapun pilihan yang kamu ambil, daripada di satu circle dengan orang-orang yang bikin kamu down. Kamu bisa cerita ke keluarga ataupun sahabat yang sudah mengetahui diri kamu sepenuhnya.

Memilih lingkungan itu penting, karena itu juga dapat membentuk karakter seseorang. Katanya sih, kalau kita berteman dengan penjual minyak wangi, kita akan ketularan wangiii hehe.

3. Matikan sejenak ponselmu atau lakukan detoks media sosial

Jika dengan melihat pencapaian orang lewat sosial media dapat membuatmu cemas, lebih baik kamu mengurangi penggunaannya.

Hal ini bukan berarti seterusnya resign dari main medsos yaa hehehe. Terkadang, kita perlu istirahat demi belajar memaknai arti hidup sesungguhnya.

Kita bisa lebih siap menghadapi dunia nyata, menyadari hal-hal yang kita punya dan bersyukur akan hal itu. Perasaan ini bisa ngebantu kamu lebih siap bangkit dan bangun rencana untuk berkembang.

Nah, kayak yang aku bilang tadi, insecure itu wajar terjadi. Bahkan sekelas Raisa pun juga pasti pernah insecure.

Tapi, kalau ternyata rasa insecure ini udah membuat kamu nggak nyaman dan mengganggu keseharian serta produktivitas kamu, aku saranin kamu untuk ngobrol ke profesional langsung.

Layanan konseling Satu Persen bisa jadi solusinya. Karena di konseling ini, kamu akan dapet nggak cuma sesi konselingnya, tapi juga dapet benefit lainnya. Kayak psikotes, worksheet, dan masih banyak lagi.

Benefit dan informasi lainnya bisa kamu cek dengan klik gambar di bawah. Cek aja dulu, siapa tahu cocok, kan? Hehe

Oke, segini dulu tulisan dari aku. Semoga bermanfaat dan bisa membantu kita semua untuk berkembang menuju #HidupSeutuhnya!

CTA-Konsultasi--1--5

Referensi:

Florencia, G. (2020). Ini yang Akan Terjadi Ketika Merasa Insecure. Diakses pada 1 Juli 2020, dari https://www.halodoc.com/ini-yang-akan-terjadi-ketika-merasa-insecure

Greenberg, M. (2015). The 3 Most Common Causes of Insecurity and How to Beat Them. Diakses pada 1 Juli 2020, dari https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-mindful-self-express/201512/the-3-most-common-causes-insecurity-and-how-beat-them

Maslow, A. H. (1942). The Dynamics of Psychological Security-Insecurity. Journal of Personality, 10 (4), 331–344. doi:10.1111/j.1467

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.