5 Dampak Buruk Menahan Amarah, Kenapa Nggak Boleh Menahan Amarah?

Kesehatan Mental
Fathur Rachman
4 Mar 2022
dampak buruk menahan amarah
Satu Persen - Dampak Menahan Amarah

Apakah kalian pernah mengalami hari yang buruk, tapi tetap memperlihatkan raut bahagia ke orang sekitar? Bagi sebagian orang, hal ini dilakukan agar mereka terlihat kuat di mata orang lain. Padahal, segala emosi negatif akan berdampak buruk kalau ditahan dalam diri seseorang.

Emosi negatif bisa mencakup banyak hal, mulai dari rasa frustasi, marah, hingga kekecewaan. Namun, ketika emosi negatif itu lepas dari dalam diri kita, seringkali kita disalahkan atas perilaku tersebut.

Misalnya ketika sedang bersedih, biasanya orang di sekitar menyuruh untuk diam dan menghapuskan air mata kita. Begitu juga rasa marah yang sering dilihat buruknya saja. Seakan-akan, kita harus selalu berbuat baik di depan seseorang setiap saat.

Hal inilah yang membuat seseorang takut untuk bercerita tentang perasaannya. Sehingga, akhirnya lebih memilih untuk menahan rasa marahnya agar ngga menyinggung orang lain.

dampak buruk menahan amarah
Sumber: liputan6.com

Meski bukan berarti rasa marah harus selalu dilakukan, ada cara untuk mengekspresikannya dengan baik dan benar. Oleh karenanya, aku Fathur sebagai Part-time Blog Writer Satu Persen akan menjelaskan dampak buruk menahan amarah dan cara mengatasinya. Simak sampai akhir, ya!

Baca juga: Mengenal Duck Syndrome: Terlihat Tenang Meski Sebenarnya Tertekan

5 Dampak Buruk Menahan Amarah

1.Menjadi mudah sensitif

menjadi mudah sensitif
Sumber: memegenerator.com

Pernah ngga ngerasa kalau sedang memendam amarah bawaannya bad mood terus? Hal ini sudah pasti akan berdampak buruk bagi sekitar, terlebih buat diri sendiri. Terkadang, seseorang yang ngga bersalah pun akan terkena dampak dari bad mood akibat sering menahan rasa marah.

Seseorang yang menahan rasa marah akan merasakan kesedihan, kekesalan, dan frustasi. Kebayang kan kalau emosi ini ngga disalurkan? Nah, berbagai perasaan tersebut juga dapat membuat kondisi psikis menjadi lebih sensitif, khususnya ketika menghadapi komentar dari seseorang hingga hal remeh-temeh lainnya.

Saat melakukan komunikasi, kamu bisa mudah terprovokasi karena menemukan satu atau dua hal yang menyinggung. Selain itu, perasaan tersebut dapat membuat emosi negatif menumpuk. Dampaknya pun akan memicu konflik semisal kamu ngga kuat untuk menahannya.

2. Pasif-agresif

Dampak menahan amarah berikutnya adalah menumbuhkan sifat pasif-agresif. Perilaku ini merupakan cara seseorang untuk mengekspresikan emosi negatif kepada seseorang. Misalnya ketika memendam rasa marah, orang yang pasif agresif bisa berubah menjadi lebih diam hingga membuat lawan bicara menyadari kesalahannya.

Sementara itu, seseorang yang mengalami perilaku pasif-agresif juga bisa terungkap lewat tindakan atau kata-katanya yang sering menyinggung seseorang. Mereka cenderung ingin dipahami oleh orang lain, namun jarang untuk memikirkan perasaan orang lain.

Baca juga: Cara Mencegah Penyesalan dalam Hidup

3. Sulit berkonsentrasi

sulit berkonsentrasi
Sumber: twitter.com

Jika rasa marah ngga dikelola dengan baik, maka dampaknya bisa melebar terhadap kondisi fisik dan mental kalian. Terlebih bagi seseorang yang sering memendam emosi, biasanya sulit fokus dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya, sulit fokus dalam berkonsentrasi dalam mengerjakan pekerjaan. Akibat kurangnya konsentrasi membuat pekerjaan selesai dua kali lebih lama. Menahan emosi membuat seseorang sulit merasakan hal positif dalam kehidupannya. Oleh karenanya, pikiran pun sulit untuk dipakai untuk menghasilkan ide positif ketika ingin berkonsentrasi.

4. Berpotensi terkena depresi

Rasa marah sering kita jumpai ketika sedang kesal dengan suatu hal. Emosi ini akan menjadi berbahaya jika ditahan dan menumpuk dalam diri. Terutama ketika rasa marah ini membuat seseorang menjadi sering memikirkan hal-hal negatif dalam dirinya.

Ketika seseorang menahan rasa marah, maka hormon adrenalin dan kortisol akan bertambah secara konstan. Hormon ini Hal ini berperan untuk meningkatkan perubahan detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah. Lalu, perubahan metabolisme yang berpotensi merusak sistem tubuh, seperti gangguan depresi dan kecemasan.

Seseorang yang mengalami depresi sangat rentan terhadap tertekan, dan akhirnya seakan kehilangan daya dan upaya untuk melakukan aktivitas. Jika kamu sendiri masih menahan rasa marah tersebut, maka hal itu hanya bisa memperpanjang rasa depresi.

Baca juga: Kenalan sama Eustress, Stres Positif yang Bisa Mengatasi Stres Buruk

5. Memengaruhi kepercayaan seseorang

memengaruhi kepercayaan seseorang
Sumber: pinterest.com

Apakah kalian pernah nemuin temen yang hanya menjawab “aku gak apa-apa kok” ketika ditanyakan terkait kondisinya?  Padahal, terlihat jelas adanya perbedaan dari raut wajah dan perlakuan yang tak seperti biasanya. Tentu hal seperti ini akan membuat kita bingung sebagai teman. Apakah mereka butuh pertolongan atau kita diamkan saja?

Ditambah, jika teman sendiri ngga mengatakan yang sejujurnya kepada kamu, maka tentu ini akan memengaruhi tingkat kepercayaan kamu terhadapnya. Pada tahap ini, lebih baik kamu anjurkan sang teman untuk mengatakan yang sejujurnya. Dengan begitu, kamu bisa lebih menerima dan memberikan waktu untuk dia memikirkan perilakunya.

Cari Tahu Cara Mengatur Amarah dengan Konseling Online

cara mengatur amarah
Sumber: memegenerator.com

Perlu diketahui bahwa emosi negatif seperti munculnya rasa marah ngga akan selalu menimbulkan masalah. Kamu hanya perlu memahami cara mengatasinya. Apabila emosi itu menjadi destruktif bagi diri sendiri, ada kemungkinan hal ini bakal menyerang kesehatan mental dan fisik.

Banyak cara yang bisa kamu pakai untuk mengatur amarah negatif tersebut. Salah satunya dengan cara mengekspresikan kemarahan kamu. Namun, ada cara lain yang aku sangat rekomendasikan, yaitu konseling di Satu Persen.

Konseling adalah layanan konsultasi one-on-one dengan psikolog Satu persen, di mana kamu juga bisa belajar  mengelola atau mengatasi emosi negatif yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Nah, tunggu apa lagi, Perseners? Yuk, mulai lebih paham dengan diri sendiri melalui konseling dari Satu Persen. Kalian bisa KLIK banner di bawah untuk informasi lebih lanjut.

CTA-Blog-Post-06-1-16

Selain itu, kamu juga bisa coba tonton video YouTube Satu Persen yang ini untuk semakin paham tentang cara menghilangkan kebiasaan buruk dalam keseharian kita

Sebelum pamit, aku sarankan kamu untuk mencoba tes tingkat keparahan stres  dari Satu Persen. Dengan begitu, kamu bisa paham kondisi kamu saat ini, Perseners!.

Okay deh, aku Fathur dari Satu Persen mengucapkan selamat menjalani #Hidupseutuhnya.

Referensi:

Al Baqi, S. (2015). Ekspresi Emosi Marah. Buletin Psikologi, 23(1), 22. https://doi.org/10.22146/bpsi.10574

Cuncic, A. (2021). No Title. Verywellmind.Com. https://www.verywellmind.com/connection-between-depression-and-anger-5085725

Quraini Nurvidha. (2021). Kenalan sama Gejala Gangguan Depresi. Satupersen.Net. https://satupersen.net/blog/gejala-gangguan-depresi

Hammond, C. (2014). Is it bad to bottle up your anger? Bbc.Com. https://www.bbc.com/future/article/20140729-is-it-bad-to-bottle-up-anger

Litner, J. (2020). It’s Tempting to Mask Your Emotions, but It Won’t Do You (or Anyone Else) Any Favors. Healthline.Com. https://www.healthline.com/health/mental-health/hiding-feelings

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.