Apa Itu Ghosting? Kenali Arti, Tanda dan Cara Mengatasi Ghosting

Pemahaman Diri
Ruth Gabriele Tambunan
30 Apr 2021
Kenali Arti, Tanda dan Cara Mengatasi Ghosting
Kenali Arti, Tanda dan Cara Mengatasi Ghosting

Halo! How was your day, Perseners? Salam kenal, aku Ruth. Aku adalah satu Associate Blog Writer di Satu Persen.

Ngomong-ngomong tentang ghosting, gue sendiri chat-nya udah digantungin sama orang (dua centang biru) sejak seminggu lalu. Pastinya, dari cemas sampe bete aku rasain.

Aku bela-belain nyalain notifikasi cuma buat menunggu kabar yang gak pasti. Apa daya, mau di spam bukannya gengsi, liat situasi karena yang ditunggu emang terkenal killer. Jadi, yaudahlah… cuman bisa pasrah kalo udah di-ghosting sama dosen.

Mungkin dari kalian juga banyak yang pernah di-ghosting. Hari ini chat-an non-stop tiba-tiba besoknya ngilang sampe waktu yang gak ditentukan. Padahal, komunikasi adalah kunci penting dalam jalanin hubungan.

Baca juga: Realita Masalah Romansa yang Sering Terjadi

Nah, sebelum tau lebih jauh tentang ghosting baiknya kita kenalan dulu. Sebenarnya ghosting itu apa sih?

Apa itu Ghosting?

Ghosting adalah tindakan memutus komunikasi dengan seseorang secara tiba-tiba tanpa adanya penjelasan. Ghosting seringkali dikaitkan sama hubungan romantis, juga bisa kejadian di lingkup pertemanan atau pekerjaan. Kok bisa ya ada ghosting dalam hubungan?

Banyak yang percaya kalo ghosting itu pengaruh dari teknologi yang semakin modern. Kalo menurut LeFebvre (2017), di zaman modern ini kan banyak orang yang memulai hubungan lewat alat komunikasi modern (baca: aplikasi kencan, komunitas daring, dll.). Hal ini yang bikin orang mikir karena mulai hubungan dari situ, jadi ya, mutusin juga lebih gampang lewat situ.

Fenomena ini lebih banyak ditemui sekarang. Di zaman dimana teknologi lagi berkembang. Soalnya, gak bisa dipungkiri kalo teknologi bikin ghosting lebih gampang terjadi. Hal ini karena aksesibilitas lebih gampang dan kontak fisik juga lebih minim.

Nah, kan kita udah kenalan sedikit nih dengan ghosting dan salah satu penyebabnya adalah adanya teknologi di zaman sekarang.

Apakah Dia Nge-Ghosting?

Teknologi sekarang bikin kita jadi lebih sering ngobrol lewat chat. Kalian bisa banget liat tanda-tanda ghosting dari obrolan kayak gini:

1. Dia cuman jawab singkat atau pake emoji

Gak ada tuh jawaban panjang kali lebar. Kamu ngomongin X dia jawabnya cuman stiker doang.

Bisa aja dia gak mau buang waktu untuk jawab kamu karena dirasa chat kalian kurang menarik. Jadi, untuk tetap sopan kalo gak ngirim emoji ya jawab singkat pake satu dua kata. Terus kalo dia udah capek sopan, dia bakal berhenti jawab sama sekali.

Kalo jawaban dia singkat-singkat, kamu bisa coba cari topik yang diminati atau hal yang dia sukai. Tanyakan pendapat dia terkait suatu hal. Bisa juga hal-hal yang berkaitan dengan dia untuk memancingnya ngobrol supaya dia bisa membuka dirinya ke kamu.

2. Dia berhenti mengikuti akun media sosial kamu

Kalo dia sampe blokir akun sosial media, bisa jadi dia gak mau berurusan sama kamu lagi. Mengurangi adanya interaksi lewat media komunikasi di antara kalian karena dia pengen negasin kalo hubungan kalian udah selesai. Mungkin di pertengahan perjalan kalian, dia ngerasa gak cocok aja.

Kalo udah kayak gini, usahakan untuk gak hubungi dia lagi. Kemungkinan besar, ini caranya untuk bilang kalo dia udah nutup hatinya buat kamu.

Sumber dari memegenerator.net

3. Gak ada inisiatif memulai...

Pembicaraan atau membuat rencana ketemuan. Pokoknya kamu yang selalu mulai chat duluan. Dengan dia lebih pasif dalam obrolan kalian bisa nandain adanya ghosting di kemudian hari karena tandanya dia gak tertarik untuk memulai percakapan sama kamu.

Kamu juga yang biasa ngide untuk ketemuan. Dia selalu sibuk dan gak pernah membuat rencana duluan atau menjadwalkan ulang pertemuan yang batal. Kalo dia menyerahkan penjadwalan ulang sepenuhnya ke kamu, mungkin dia berharap kamu cukup putus asa untuk coba ngajak dia kemana-mana lagi.

Rasanya ghosting kayak cara paling mudah buat mengecewakan seseorang biar dia berhenti dengan sendirinya. Walaupun gitu, sebenarnya ghosting lebih menyakitkan daripada putus kontak dengan ngomong langsung. Kalo kamu mengalaminya, mungkin kamu bisa lakukan hal-hal di bawah ini untuk mengatasinya.

Harus Gimana Kalo Di-Ghosting?

Ada kemungkinan bagi kamu untuk memikirkan hal yang gak selesai sepenuhnya karena butuh closure atau penjelasan. Dan hal ini gak sehat loh buat pikiranmu. Jadi, gimana cara menyikapinya?

1. Hadapi kenyataan

Terkadang mencoba terima kenyataan itu lebih penting untuk ketenangan pikiranmu daripada mencari tahu alasannya. Entah dia pergi dengan alasan apapun itu. Ada hal-hal yang bisa aja kamu gak siap dengar dan malah semakin membebani pikiranmu. Saat kamu rasa udah gak ada harapan dia kasih penjelasan, tinggalkan.

Memang rasanya gak adil untuk terima aja tanpa adanya closure mengenai apa yang salah di antara kalian. Tapi, ketika kamu terlalu fokus dengan mencari penjelasan ini-itu, kamu bakal semakin kepikiran. Waktu dan tenagamu habis hanya untuk memikirkan hal-hal yang gak pasti.

Inget, kamu punya hal-hal lain yang lebih penting.

Terlepas dari perasaan kamu, coba pertimbangkan lagi apa kamu benar-benar mau menjalankan hubungan dengan dia. Hal ini juga jadi penanda gak ada usaha dari dia buat cari solusi supaya hubungan kalian berhasil. Untuk tahu lebih jauh rahasia hubungan kamu bisa berhasil, coba tonton video di bawah ini!

2. Buka hati untuk dirimu sendiri

Karena dia pergi gitu aja, sadari kalo kamu mungkin gak bakal pernah tahu motif dia.  Lepaskan pikiran yang obsesif. Biarkan diri kamu merasakan sedih dan marah tanpa merasa malu. Emosi negatif yang kamu rasakan kerap bisa jadi langkah untuk mengambil keputusan yang positif.

3. Jangan menyalahkan diri sendiri

Penolakan bisa menyakitkan, tapi tangani ghosting dengan cara yang sehat. Kamu gak harus menumpuk pada penderitaan yang gak perlu. Jangan menyalahkan diri sendiri atau membiarkan perilaku buruk orang lain mengurangi harga diri kamu.

Meskipun dia ngerasa kalo kamu bukan yang dia cari, bukan berarti kamu gak diinginkan oleh orang lain. Kamu gak bisa maksa siapa pun buat mencintai kamu. Ketika susah buat dia mencintai kamu, kamu harus mencintai dirimu.

4. Gak usah coba melakukan kontak

Kalo kamu tergoda buat chat atau telepon, pikirin gimana pembicaraan itu bakal berlangsung. Gimana perasaan kamu dan apakah ada kemungkinan dia bakal jujur sama kamu terkait perasaannya. Terkadang orang yang mengakhiri hubungan tanpa kabar cenderung gak jujur sama diri mereka sendiri dan alasan yang diberikan cuman mengikuti firasat mereka.

Coba juga: Tes Kejujuran: Mungkin Kamu Pernah Berbohong

5. Evaluasi pengalaman kamu

Kamu udah memberikan hatimu pada orang yang ternyata gak bisa dipercaya. Mungkin ada sedikit rasa trauma akan terulang lagi. Jangan sampe hal ini menghambat kamu membuka hati. Justru jadikan pelajaran dengan mengenali tanda-tandanya sehingga besok-besok kamu lebih bijak dalam menaruh perasaan ke seseorang.

6. Jangan mengisolasi diri kamu

Beri waktu untuk diri kamu dengan melakukan hal-hal yang kamu sukai. Rencanakan aktivitas dengan teman. Kamu mungkin perlu istirahat sejenak dari pacaran, tapi berilah dirimu hiburan. Jangan sampe kamu jatuh ke dalam depresi, yang berbeda dengan menerima rasa sedih.

Ketika Kamu Nge-Ghosting,

mungkin kamu sedang berusaha untuk menghindari situasi yang canggung. Memilih jalan untuk menghindari adanya respons yang bikin kamu atau keadaan antara kamu sama dia jadi gak nyaman. Padahal, dengan memperlambat proses kamu cut off hubungan dengan dia, kamu jadi habisin waktu serta pikiran yang malah membebani kamu.

Ghosting mungkin ngasih keenakan buat kamu menghindar dari kecanggungan. Tapi, ketika kamu terbiasa untuk menghindar, kamu bisa kehilangan kesempatan untuk menjadi sosok yang lebih tegas dan berani dalam menyuarakan perasaanmu.

Alih-alih nge-ghosting, kasih tahu yang sebenarnya. Aku tahu emang lebih mudah untuk ngomong daripada ngelakuinnya. Di sini aku juga masih belajar untuk ngilangin total kebiasaan buruk nge-ghosting teman.

Gambar oleh Brett Jordan dari Unsplash

Langkahku pun terbilang kecil dengan baru bisa omongin perasaanku setelah nge-ghosting beberapa lama. Biasanya aku coba tanemin di pikiran kalo ada perasaan yang harus dihargai karena aku juga punya perasaan. Langkah kecil atau besar, paling penting ada niat dan usaha buat berubah, kan?

Gak perlu menjelaskan dan membenarkan pernyataanmu. Ngomong ‘Nggak’ aja udah cukup. Ingat untuk tetap bersikap baik dan tegas. Katakan apa yang kamu maksudkan, dan maksudkan apa yang kamu katakan. Bersikap sejujurnya bisa menumbuhkan rasa pencapaian dalam diri kamu.

Kebiasaan mungkin terasa lebih susah buat diubah. Belum lagi kalo kamu punya kebiasaan memendam perasaanmu yang bikin kamu lebih susah buat nolak. Jadi gapapa, alih-alih mengambil langkah ekstrem yang berdampak sementara, perlahan tapi permanen lebih baik.

Sekiranya pengalamanmu terkait ghosting telah mengganggu kamu dalam menjalin hubungan baik dengan teman, pekerjaan atau lainnya, kamu bisa mengikuti layanan mentoring yang disediakan oleh Satu Persen. Nantinya, kamu bakal dikasih tahu penanganan yang baik untuk mengatasi masalah yang kamu alami.

Selain bisa cerita secara private dengan nyaman sama Mentor Satu Persen, kamu juga bisa dapat banyak benefit lainnya, loh! Untuk benefitnya cukup klik aja gambar di bawah ini, ya.

Satu-Persen-Artikel--31--1

Sekian dulu dari aku, semoga artikel ini bisa membantu kamu lebih lagi menuju #HidupSeutuhnya, setidaknya Satu Persen setiap harinya. Terima kasih dan sampai jumpa!

References

https://www.researchgate.net/publication/330235766_Ghosting_in_Emerging_Adults'_Romantic_Relationships_The_Digital_Dissolution_Disappearance_Strategy

https://www.pyar.com/dating-tip/5-signs-youre-being-ghosted.html

https://www.psychologytoday.com/us/blog/toxic-relationships/202001/were-you-ghosted-learn-why-and-how-respond-when-it-happens

https://www.psychologytoday.com/us/blog/loving-bravely/201910/why-ghosting-sucks-and-how-get-over-it

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.