Gaslighting: Abusive Relationship yang Mengarah pada Kekerasan Seksual

Hubungan
Tunjung Senja Widuri
15 Nov 2021

Beberapa waktu lalu kita sempat dihebohkan dengan berita aktor Korea Kim Seon Ho yang tersandung kasus gaslighting. Di mana Kim Seon Ho sempat dituduhkan melakukan pemaksaan aborsi kepada mantan pacarnya.

Sampai kini, kasus ini belum menemui ujungnya. Namun beredar kabar kalau Kim Seon Ho tidak melakukan pemaksaan aborsi kepada sang mantan, kabarnya sih mereka melakukan aborsi atas persetujuan bersama.

Dan kabar terbaru mengatakan bahwa sebelum aborsi ternyata mereka telah melakukan diskusi sampai akhirnya mengambil keputusan tersebut. Terlepas dari benar atau salahnya kasus Kim Seon Ho aku jadi tertarik buat bahas gaslighting nih, Perseners!

So, baca artikel ini dengan saksama, ya!

gaslighting meme
Cr: makeameme.org

Apa Itu Gaslighting?

Melansir dari verywellmind, gaslighting merupakan sejenis pelecehan psikologis di mana pelaku bersikap manipulatif di dalam hubungan yang abusive atau istilahnya abusive relationship. Abusive relationship adalah pola perilaku kasar dalam berhubungan. Gaslighting dapat dilakukan kepada pasangan, teman, anggota keluarga, dan kadang-kadang rekan kerja.

Istilah gaslighting berawal dari naskah drama berjudul Angel Street yang ditulis oleh Patrick Hamilton pada tahun 1938. Naskah ini kemudian diadaptasi oleh Alfred Hitchcock menjadi film thriller berjudul “Gaslight”. Film atau naskah ini menceritakan toxic masculinity yang dilakukan oleh suami kepada istrinya.

Di film ini, diceritakan bahwa sang suami mencoba membuat istrinya berpikir bahwa dia kehilangan akal sehat atau gila. Sang suami secara halus melecehkan, mengendalikan, dan memisahkan istrinya dari keluarga serta teman-temannya. Akibatnya, sang istri mulai menebak-nebak perasaan, persepsi, dan ingatannya sendiri.

Seperti film Gaslight atau Angel Street, gaslighting dilakukan bertujuan untuk membuat korban merasa bersalah atas perbuatan yang gak pernah dilakukannya. Hal ini karena gaslighter (pelaku gaslighting) melakukan pencucian otak kepada korban dengan menciptakan suatu kondisi yang membuat korban mempertanyakan kebenaran atau penilaiannya sendiri.

Aku contohin lagi semisal ada kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh pelaku gaslighting. Nah, si pelaku ini ingin menyembunyikan skandal perselingkuhannya dari pacarnya. Akhirnya ia melakukan cara manipulatif dengan menuduh pacarnya sebagai orang yang cemburuan.

Akibatnya, timbul keraguan dalam diri pacarnya atas dugaan perselingkuhan yang dilakukan pelaku. Di sini pacarnya pun jadi korban gaslighting.

gaslighting meme
Cr: memegenerator.net
Baca juga: 7 Tanda Kamu Mengalami Verbal Abuse dalam Sebuah Hubungan

Ciri-Ciri Pelaku Gaslighting

1. Suka Berbohong

Pelaku gaslighting biasanya memiliki kebiasaan berbohong. Gaslighter berbohong dengan mengubah cerita sebenarnya untuk menyembunyikan bukti penipuan mereka. Bahkan ketika kita menyadari bahwa pelaku sedang berbohong, ia bisa meyakinkan kita kalau itu tidak benar. Serem ya!

2. Menyebarkan Berita Buruk

Gaslighter biasanya pura-pura peduli dengan mengkhawatirkan kondisi kita. Namun, tanpa sepengetahuan kita, ia berusaha menjatuhkan kita dengan menyebarkan gosip atau berita buruk, contohnya seperti memberitahu orang lain bahwa kita tidak stabil secara emosional atau gila agar orang lain menjauhi kita.

3. Mengalihkan Topik Pembicaraan

Saat kita mengajukan pertanyaan kepada gaslighter atas suatu hal yang ia perbuat. Biasanya gaslighter akan mengubah topik permasalahan untuk mengalihkan pikiran kita.

4. Menganggap Remeh Perasaan Orang Lain

Gaslighter suka sekali meremehkan perasaan kita dengan merespon hal yang kita ajukan dengan pernyataan seperti ini nih:

"Tenang, ya."

"Kamu terlalu berlebihan, deh."

Atau bisa juga, "Kayaknya kamu aja yang terlalu sensitif."

5. Balik Menyalahkan Orang Lain

Umumnya gaslighter akan balik menyalahkan orang lain apabila ia sedang dipojokkan. Ia menggunakan taktik ini untuk memutarbalikkan fakta suatu masalah.

6. Menghindari Tanggung Jawab

Gaslighter suka menghindari tanggung jawab atas permasalahan yang ia perbuat. Penyangkalan yang dilakukan oleh pelaku juga berakibat merugikan korban karena pelaku tidak dapat menyelesaikan masalah dengan baik.

7. Bermulut Manis

Jangan mudah percaya dengan apa yang dikatakan oleh pelaku gaslighting. Terkadang ia suka menggunakan kata-kata manis untuk memuluskan situasi. Contohnya seperti pelaku abusive relationship di mana pelaku akan mengatakan, "Aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan pernah menyakitimu.”

Kata-kata ini tentu bisa meluluhkan hati korban. Sehingga korban dengan mudah akan mengikuti apa yang diinginkan oleh pelaku.

Baca juga: Memperbaiki Toxic Relationship? Emang Bisa?
gaslighting meme
Cr: knowyourmeme.com

Bagaimana Gaslighting Bisa Mengarah pada Kekerasan Seksual?

Melansir dari Psychology Today, disebutkan bahwa gaslighting bisa mengarah pada perilaku kekerasan seksual. Karena pada dasarnya gaslighter adalah soal power dan control. Pelaku gaslighting akan dengan mudah membangun narasi seksual supaya korban meragukan realitas seksualnya sendiri.

Contohnya adalah hubungan seksual tanpa persetujuan dari pasangan berkedok minuman alkohol. Mulanya pelaku gaslighting akan sengaja memberi alkohol untuk membuat pasangannya tidak sadarkan diri. Momen itu kemudian ia gunakan untuk melakukan kegiatan seksual kepada pasangannya.

Keesokan paginya ketika pasangan menyadari bahwa ia telah disetubuhi, pelaku bisa berdalih bahwa pasangannya lah yang menginginkan hal itu. Mengingat bahwa korban berada pada kondisi mabuk. Akhirnya, semua kesalahan akan ditimpakan pada korban.

Korban akan disalahkan karena terlalu banyak minum. Pelaku juga berdalih, “Kalau aja kamu gak mabuk dan maksa aku melakukannya, mungkin hal itu gak akan terjadi.”

Selain itu, korban juga dapat disalahkan karena berusaha menyebabkan konflik dalam hubungan. Hal itu menjadi senjata ampuh bagi pelaku dalam memanipulasi korban.

Baca juga: Sexual Consent: Harus Disepakati Sebelum Berhubungan

So, Bagaimana Cara Mengatasi Gaslighting?

Baik kekerasan seksual atau bukan, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk membela diri dari pelaku gaslighting yakni, menjauhkan diri dari situasi, menyimpan bukti untuk membantah penyangkalan mereka, menetapkan batasan yang jelas, mengakhiri hubungan jika memang harus, atau mencari dukungan dari orang lain.

Nah, kalian juga bisa nih mendapat dukungan dari Satu Persen. Satu Persen bisa membantu kalian mengatasi situasi ini, jadi kalian gak perlu cemas dan takut, ya! Kalian bisa ikut layanan konseling yang disediakan sama Satu Persen dengan klik banner di bawah ini.

CTA-Blog-Post-06-1-11

Ingat Perseners! Satu Persen hadir untuk membantu kalian #HidupSeutuhnya. Kalau kalian mau tahu kualitas hubungan kalian dengan pasangan, kalian juga bisa mencoba tes kualitas hubungan, gratis dari Satu Persen.

Oh iya, segitu dulu dari aku. Semoga artikel tentang gaslighting ini bisa membantu kalian. Sampai jumpa di lain kesempatan, ya!

Referensi:

Sweet PL. The Sociology of Gaslighting. Am Sociol Rev. 2019;84(5):851–75.

https://www.verywellmind.com/is-someone-gaslighting-you-4147470

https://www.psychologytoday.com/us/blog/sexual-self/202107/the-dangers-sexual-gaslighting

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.