Mengenal Arti, Ciri-Ciri, dan Aliran Filsafat (Love of Wisdom)

Filosofi
Nida Khairunnisaa
26 Okt 2020
Mengenal Arti, Ciri-Ciri, dan Aliran Filsafat (Love of Wisdom)

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar atau membaca kata “filsafat”? Filsafat bukanlah kata yang asing. Aku yakin, kamu semua pernah mendengar atau bahkan mempelajari kata ini. Lalu, apa yang muncul didalam pikiranmu? Sebuah ilmu yang mempelajari hal yang abstrak? Salah satu jurusan kuliah di kampusmu? Atau mungkin, mata kuliah yang paling kamu hindari? Adakah kamu memikirkan bahwa filsafat merupakan sebuah ilmu cinta? Atau, apakah kamu menyadari bahwa proses berpikirmu saat ini adalah sebuah filsafat?

Filsafat jadi salah satu ilmu yang dipandang sebelah mata, dianggap sebagai sesuatu yang aneh, tidak jelas, atau abstrak jika belum mengenalnya lebih dalam. Seperti kata pepatah, “tak kenal maka tak sayang”. Pepatah ini sangat berlaku pada ilmu filsafat. Kenapa? Karena jika kamu mengenalnya lebih dalam, dan mempelajarinya dengan tepat, kamu akan menemukan “cinta” didalam filsafat. Cinta seperti apa yang akan kamu temukan? Kita mulai dari definisi filsafat.

Apa itu Filsafat? Apa Ciri-Cirinya?

Filsafat merupakan terjemahan dari bahasa inggris yaitu Philosophy dan kata ini berasal dari bahasa Yunani yang terbagi dalam dua kata yaitu Philein atau Philia dan Sophia. Apa arti dari kedua kata tersebut? Di sini, kita akan menemukan “cinta” yang pertama pada filsafat. Kedua kata tersebut memiliki arti Philen atau Philia yaitu cinta atau mencintai, sedangkan Sophia memiliki arti kebijaksanaan. Secara keseluruhan, filsafat memiliki arti mencintai kebijaksanaan atau love of wisdom. Yup, seorang filsuf (ahli berpikir) sangat mencintai kebijaksanaan. Aku rasa mereka tidak akan mudah percaya pada hoax atau berita-berita bohong yang banyak terjadi saat ini. Seseorang yang mencintai kebijaksanaan akan lebih berhati-hati dalam menerima dan percaya pada hal yang tidak jelas sumbernya. Mereka akan terus bertanya hingga jawaban yang mereka terima sudah cukup menjawab segala keraguan dan kebingungannya. Bisa dibilang, hidup mereka akan jauh terasa lebih tenang. Dengan pertanyaan-pertanyaan dan usahanya mencari jawaban, dapat membantu mereka untuk tidak terlalu larut dalam hal yang tidak jelas kebenarannya. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri filsafat yaitu universal, radikal, dan sistematis. Filsafat itu universal, artinya pemikiran yang ada pada aliran filsafat berlaku untuk semua tidak terkecuali. Lalu filsafat itu memiliki ciri radikal yaitu menggali sesuatu sampai ke akarnya, seorang filsuf tidak hanya berhenti pada satu atau dua pertanyaan saja, pertanyaan akan terus muncul hingga sudah tidak ada lagi hal yang membuatnya ragu atau heran. Terakhir adalah sistematis, filsafat memiliki ciri sistematis yang artinya segala pemikiran yang muncul atau pertanyaan hingga jawaban semuanya berurutan dan saling berkaitan. Nantinya kamu akan menemukan bahwa aliran-aliran filsafat yang ada merupakan aliran yang saling berkaitan dan terhubung satu sama lainnya.

Cinta yang kedua dapat kamu temukan pada asal mula munculnya filsafat. Salah satu emosi positif yang dimiliki oleh manusia adalah kagum dan filsafat muncul dari emosi positif ini. Rasa kagum yang akhirnya memunculkan curiosity atau rasa ingin tahu yang besar terhadap hal yang dikagumi tersebut. Dari rasa ini lah, pertanyaan-pertanyaan muncul, hingga membentuk sebuah aliran dalam filsafat. Seperti yang mungkin kamu ketahui juga bahwa filsafat tidak hanya memiliki satu atau dua aliran saja, namun filsafat memiliki beragam aliran. Aliran-aliran ini muncul karena adanya perbedaan cara manusia memandang dunia. Dalam memandang hal yang sama, mungkin aku dan kamu pasti memiliki sudut pandang yang berbeda. Bisa jadi kamu melihatnya dari sisi sebelah kiri, dan aku melihatnya dari sebelah kanan, yang akhirnya kita berdua melahirkan sebuah pandangan baru, begitu pula dengan aliran-aliran yang ada dalam filsafat. Berbagai aliran ini tentunya merupakan sudut pandang para tokohnya dalam melihat dunia, sudut pandang ini bisa berdasarkan bagaimana pengalaman hidup seseorang, atau prinsip dan keyakinan yang dimilikinya. Tentunya semua atas dasar yang jelas, ditemukan dari rasa kagum dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari rasa tersebut. Aku akan memperkenalkan sedikit aliran yang ada dalam filsafat dan bagaimana pandangannya terhadap dunia pengetahuan.

Aliran Dalam Filsafat

Idealisme

Idealisme merupakan aliran yang meyakini bahwa kenyataan atau realitas terdiri dari jiwa dan ide-ide. Kata idealisme berasal dari kata “idea” yang artinya sesuatu yang hadir dalam jiwa. Aliran ini menjadi awal yang penting bagi perkembangan cara berpikir manusia. Pemikiran dasar aliran ini pun ternyata pernah dipaparkan oleh Plato, menurutnya realitas yang paling dasar adalah sebuah ide, sedangkan realitas yang dapat dilihat oleh manusia adalah bayangan dari ide tersebut. Pemikiran ini tentunya memandang realitas yang tampak sebagai sesuatu yang tidak penting, dan hanya dapat diterima jika realitas tersebut dikaitkan dengan ide-ide. Meskipun demikian pemikiran idealisme ini merupakan pemikiran yang paling diterima oleh para tokoh atau filsuf, salah satunya adalah Descartes, ia menyetujui bahwa unsur yang berkaitan dengan jiwa merupakan unsur yang lebih penting daripada sebuah kebendaan (yang tampak).

Rasionalisme

Aliran rasionalisme merupakan aliran yang mengutamakan akal sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang dapat dipercaya. Bagi para tokohnya, akal merupakan aset terpenting yang dimiliki oleh manusia untuk menemukan, memperoleh, hingga menguji sebuah pengetahuan. Mereka juga meyakini bahwa akal memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam hidup, segala permasalahan dapat diselesaikan dan dipecahkan melalui akal.

Tokoh yang terkenal pada aliran rasionalisme adalah Rene Descartes, ia memiliki julukan sebagai bapak filsafat modern. Aliran ini muncul oleh satu pertanyaan darinya, “apakah metode dasar yang pasti digunakan manusia untuk melakukan refleksi?” Dari pertanyaan ini lah ia menemukan akal sebagai sesuatu yang paling mendasar digunakan manusia untuk melakukan refleksi pada sesuatu.

Jika kita tarik aliran ini ke masa sekarang apakah masih relate? Apakah kamu termasuk tim Rasionalisme, yang selalu menggunakan akal dalam memecahkan berbagai permasalahan yang muncul dalam hidup? Atau mungkin kamu termasuk dalam aliran yang lain? Ayo kita bahas berikutnya

Empirisme

Aliran yang satu ini berfokus pada pengalaman yang dimiliki seseorang sebagai sumber dari pengetahuan. Empirisme ini berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti pengalaman inderawi atau pengalaman observasi melalui panca indera. Empirisme merupakan aliran yang sangat bertentangan dengan rasionalisme, menurut para tokohnya pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga panca indera merupakan sumber yang paling jelas dan pasti dibandingkan akal. Semua hal yang diketahui oleh manusia bergantung pada bagaimana manusia menggunakan panca indera melihat, mendengar, menyentuh yang dimilikinya. Tokoh empirisme juga menolak keyakinan bahwa manusia memiliki fitrah pengetahuan dalam dirinya, menurut aliran ini tanpa adanya pengalaman, pengetahuan tidak akan terbentuk. Aliran ini dibentuk oleh Francis Bacon dan Thomas Hobbes dengan pandangan: Semua pengetahuan terbentuk dengan menggabungkan apa yang dialami oleh manusia.

Apakah kamu salah satu yang meyakini aliran ini juga? Pengalaman menjadi hal yang membentuk cara pandang seseorang hingga mempengaruhi bagaimana ia berperilaku dan kepribadian yang terbentuk dari pengalamannya ini.

Dualisme

Dualisme merupakan aliran yang menyebutkan bahwa realitas itu terdiri dari dua akar yang berlainan dan bertolak belakang. Masing-masing akar tersebut bersifat unik dan tidak dapat dihilangkan. Sehingga, beberapa tokoh menyebutkan bahwa aliran ini merupakan gabungan dari aliran idealisme dan materialisme, atau aliran yang menggabungkan jiwa dan tubuh.

Tokoh yang membentuk pemikiran ini adalah Thomas Hyde, pemikiran dasarnya adalah zat dan pikiran merupakan hal yang berbeda dan keduanya saling melengkapi untuk membentuk sebuah pengetahuan.

Positivisme

Aliran ini muncul pada abad ke 19, dengan dasar pemikiran sumber pengetahuan berasal dari apa yang diketahui, nyata, dan hal yang pasti. Positivisme ini fokus pada suatu fakta yang nyata, dan mengesampingkan hal-hal yang diluar realitas atau kenyataan yang tidak tampak. Aliran ini dekat dengan Empirisme yang sama-sama meyakini pengetahuan berdasarkan pengalaman yang didasari oleh inderawi. Menurut para tokohnya, manusia tidak akan pernah mengetahui sesuatu lebih dari apa yang mereka lihat, dan temukan yang didasarkan pada fakta-fakta yang nyata, manusia tidak akan mengetahui sesuatu dibalik fakta tersebut jika mereka tidak melihatnya.

Tokoh yang melahirkan aliran ini adalah Henri de Saint Simon, yang lalu dikembangkan oleh muridnya August Comte. Dasar pemikirannya adalah untuk memahami suatu pengetahuan, manusia harus menari hubungan sebab akibat, ingga hukum-hukum yang membentuk pengetahuan tersebut. Dalam proses mencari inilah, manusia akan menemukan fakta yang nyata pada pengetahuan tersebut.

Poster-Webinar-1

Nah, itu adalah 5 dari banyak aliran lainnya yang ada di dalam ilmu filsafat. Aliran ini terus berkembang, dan tidak pernah berakhir seiring dengan berbagai kemunculan pandangan-pandangan baru dari seseorang terhadap hidupnya. Kalau kamu bagaimana? Apakah dari kelima aliran ini ada yang menggambarkan bagaimana filsafat dalam hidupmu? Selain aliran diatas, ada beberapa aliran yang saat ini sedang banyak dibicarakan yaitu aliran Stoisisme atau yang dikenal dengan Filosofi Teras, ada juga Filosofi Minimalism buat kamu yang tertarik dengan hidup minimalis. Mempelajari filsafat dapat mempengaruhi bagaimana kamu memandang dunia, bahkan mengubah hidup kamu. Saat ini

Kalau kamu masih penasaran tentang filsafat dan kaitannya filsafat dengan hidupmu, kamu bisa tonton video tentang Filsafat di Channel Youtube Satu Persen. Kamu bisa mulai dari video Satu Persen berjudul Kenapa Ada Berbagai Macam Aliran Filsafat? (Belajar Filsafat). Video ini akan memberikan kamu pandangan yang baru tentang filsafat bahkan dapat merubah bagaimana kamu memandang dunia dengan berbagai permasalahan yang ada.

Jangan lupa untuk terus ikuti informasi-informasi menarik lainnya dari Satu Persen melalui instagram di @satupersenofficial, suscribe channel Youtube Satu Persen, dan tentunya blog Satu Persen untuk baca artikel menarik lainnya.  untuk membantu kamu bertumbuh setidaknya Satu Persen setiap harinya!

Aku harap artikel ini bisa bermanfaat dan lewat membaca artikel ini bisa membuat kamu berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Thanks!

Referensi

Mandailing, M. T. (2013). Mengenal Filsafat Lebih Dekat. Yogyakarta: UIN Suka [Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga] Press. Tersedia secara online juga di: http://digilib.uin-suka.ac.id/33343/2/Muhammad%20Taufik%20-%20Mengenal%20filsafat.pdf

Pigliucci, M. (2009, April 9). Philosophy never ends. Retrieved October 20,2020 from https://www.psychologytoday.com/us/blog/rationally-speaking/200904/philosophy-never-endsVeit, W. (2019, April 16). What is science? What is philosophy?. Retrieved October 20,2020 from https://www.psychologytoday.com/us/blog/science-and-philosophy/201904/what-is-science-what-is-philosophy

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.