Siapa Jodohku? Tips Menemukan Pasangan yang Tepat

Hubungan
Viony Putri Nursalim
8 Jul 2020

“Siapa jodohku?” Mungkin banyak dari lo yang sering bertanya-tanya seperti itu. Terutama, lo yang sampai ini masih jomblo atau bahkan belom pernah pacaran sama sekali, pertanyaan “siapa jodohku” mungkin jadi salah satu pertanyaan yang sulit lo jawab. Kira-kira apa sih yang bikin lo sampe sekarang belom nemuin pasangan yang pas buat lo?

Dan gua juga mau nanya nih buat lo yang udah punya pasangan, menurut lo, pasangan lo yang sekarang ini bener-bener tepat gak sih buat lo? Apakah dia bener-bener pasangan yang lo butuhin? Atau sebenernya lo masih sering bertanya dalam hati, “siapa jodohku sebenarnya?” Barangkali, lo mau sama dia karena lo pengen aja gitu punya pasangan yang penampilannya atau perilakunya kayak gitu? Atau jangan-jangan, lo macarin dia cuma karena gak ada pilihan lain aja pas lo jomblo dulu?

Pernah gak sih lo mikirin jawaban dari pertanyaan “siapa jodohku”? Sebenarnya pasangan yang kayak apa sih yang lo mau? Hubungan atau pasangan yang kayak gimana sih yang lo butuhin? Tahu gak sih lo bahwa memilih pasangan yang salah justru kemungkinan bakal bikin hidup lo lebih sengsara dibanding ngejomblo?

Tapi tenang karena hari ini lo ketemu artikel yang tepat, lewat artikel ini Satu Persen bakal ngajarin lo gimana caranya buat lo bisa ketemu sama orang yang tepat! Supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan malah nanti lo jadi salah strategi, baca artikel ini sampai habis biar lo tau jawaban dari pertanyaan “siapa jodohku?”

siapa jodohku
Photo by Christiana Rivers on Unsplash

Siapa Jodohku? Pahami BUTUH VS INGIN

“Siapa jodohku?” Pahami bawah manusia kadang memang suka aneh, terlalu fokus sama apa yang dia ingin, akhirnya malah lupa bahwa ada kebutuhan yang seharusnya dia penuhi. Percaya atau nggak, hal yang sama pun sering terjadi seputar pemilihan pasangan. Dalam konteks apapun, kemampuan untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan ini selalu penting untuk menunjang kebahagiaan hidup lo. Di saat lo fokus sama apa yang lo ingin dan itu bikin lo lupa sama kebutuhan lo, hidup lo bakal berantakan

Kalo contoh dalam konteks hubungan gimana? Misalnya lo masih sering bertanya-tanya tentang siapa jodohku. Tapi, cita-cita lo pengen punya pasangan yang cantiknya ala aktris Korea. Nah pertanyaannya, apakah punya pasangan yang secantik itu tuh ngaruh ke kondisi kehidupan lo secara umum? Apakah segitu berbedanya buat hidup lo kalau pasangan lo cantiknya biasa aja?

Ya ada poin plus sih kalau lo dapetin yang kayak begitu, mungkin lo bisa banggain di social media, atau bisa lo pamerin pas kondangan, tapi ya hidup lo isinya bukan cuma social media dan kondangan kan? Ini alasannya mengapa lo perlu berhenti sejenak untuk mendefinisikan apa yang lo ingin dan mulai memikirkan soal apa yang lo butuh.

Kalo dalam konteks hubungan romantis, yang dikatakan sebagai “apa yang lo butuh” adalah segala sesuatu yang lo perlukan dan harus ada dalam hubungan romantis lo, untuk menjaga kesehatan emosi lo dan juga meningkatkan kualitas hidup lo. Terus gimana caranya lo bisa tahu soal pasangan semacam apa yang lo butuhkan?

Kunci pertama: Self-Aware

Sadarlah akan kehidupan lo, terutama soal interaksi sosial yang lo lakukan. Apa sih yang lo suka lakukan bareng temen-temen lo? Obrolan seperti apa yang lo suka obrolin? Aktivitas apa yang lo suka lakukan? Interaksi semacam apa yang kalau lo gak lakukan, rasanya ada yang kurang aja gitu di hidup lo.

Nah, itu adalah kebutuhan MINIMAL lo dari seorang pasangan. Ingat, perasaan jatuh cinta yang seru ala naksir-naksiran di honeymoon period itu MOST LIKELY bakal pudar suatu saat, dan kalau pasangan lo itu bahkan gak seseru temen-temen lo, menurut lo apa coba yang bakal terjadi?

Romantis-romantisan udah tipis nih, terus lo lebih senang ngobrol sama temen-temen lo daripada sama dia. Pernah nonton sinetron terus ada ibu-ibu bilang gini gak: “Papa kamu tuh ya nak, lebih suka ngobrol sama temen-temennya daripada sama keluarga!” Atau liat om-om selingkuh dengan alasan “Aku merasa hidup kembali ketika bersama dengan wanita itu”. Coba lo pikirin deh, kenapa kira-kira bisa begitu.

Mungkin di antara lo yang udah punya pasangan dan merasa “well, pasangan gua kayak gitu sih, tapi gua awet-awet aja kok”. Well, hubungan bertahan lama tuh gak selalu karena romantis dan langgeng lho guys, banyak juga yang bertahan lama meskipun nggak sehat. Lho, kalau nggak sehat kok bisa bertahan lama?

Ya gimana, selama orang gak tau apa yang dia butuhkan, maka pasangan yang dulu pas PDKT sangat diinginkan ini pun rasanya cukup. Jadi inget ya, pasangan lo minimal HARUS seasyik temen-temen lo

“Wah, kalau harus lebih nyambung dibanding sama temen susah dong, gue senengnya sepakbola, cewek suka bola kan dikit”. Hidup lo kan gak bola doang, lagian dia gak harus suka sepakbola juga selama dia bisa mendengarkan dan ngerti dikit-dikit

siapa jodohku
Photo by Cody Black on Unsplash

Kunci kedua: Love-Map

Menurut John Gottman, ahli psikologi yang menghabiskan puluhan tahun untuk meneliti hubungan romantis, Love Map adalah fondasi hubungan yang harmonis. Love map adalah sebuah peta yang lo bangun di otak lo mengenai hal-hal yang ada di hidup pasangan lo.

Menurut Gottman, semakin banyak hal yang bisa lo ngertiin dari pasangan lo, maka makin besar peluang hubungan lo bisa harmonis. Untuk Love Map yang bagus, maka ya lo harus bisa ngedengerin dan ngertiin sebanyak mungkin detail soal hidup pasangan lo. Dan ini harus terjadi 2 arah ya, pasangan lo juga harus bisa ngelakuin itu. Artinya, baik lo dan pasangan lo harus siap terbuka untuk bercerita dan siap juga untuk mendengarkan satu sama lain.

Nah, kalau lo ngerasa ngobrol sama pasangan lo gak asyik ya gimana lo bisa bikin love maps? Ini sebetulnya dasar, tapi orang kadang lupa, bahwa lo nyari pasangan atau pergi ngedate itu tujuannya biar senang. Kalau punya pasangan tapi malah banyakan gak senengnya, ya ngapain?

Kalau lo udah tahu soal 2 hal tadi, maka ya tinggal lakukan aja. Komunikasikan sedini mungkin dengan pasangan tentang apa yang lo butuhkan dalam hubungan dan jangan lupa dengerin juga apa yang dia butuhkan.

Apapun hasilnya, lebih baik tahu di awal kan? Kalau memang cocok, ya selamat, lo baru saja menemukan orang yang tepat. kalau emang gak cocok, ya udah, cari yang lain daripada buang-buang waktu, kan? Waktu sangatlah penting dalam perkencanan. Kalau selama lo bertahan sama orang yang salah dan ternyata orang yang tepat keburu diambil orang lain gimana?

Jadi, Apa yang Perlu Dilakukan?

Nah tapi, misalnya lo sekarang udah punya pacar, tapi baru tau soal ini, nggak perlu khawatir. Nggak ada kata terlambat untuk berkomunikasi dengan pasangan lo. Kalau dia orang yang tepat, dia nggak akan ninggalin lo hanya karena lo sekarang punya tujuan yang jelas perihal hubungan.

Kalau ternyata dia bukan orang yang tepat gimana? Ya, lebih baik lo akhiri dengan baik-baik, daripada menghabiskan waktu dengan orang yang salah. Kalau kamu sudah terlanjur menikah dan punya anak terus baru sadar dia bukan orang yang tepat gimana?

Hubungan itu bisa diusahakan kok. Karena sudah terlanjur dan susah kalau ternyata memutuskan udahan nih, jadi yang bisa lo lakukan adalah back to basic.

Mungkin ternyata dia jadi salah karena dulu pas PDKT salah satu di antara kalian ada yang menutup-nutupi sifat aslinya. Solusinya, PDKT ulang aja dengan sifat asli masing-masing. Kalau memang susah banget, gua menyarankan lo buat mencari bantuan tenaga profesional. Lo bisa nyobain layanan online konseling dari Satu Persen yang bisa ngebantuin kasus-kasus kayak gini. Buat lo yang belom nikah, tapi ragu pasangan lo adalah orang yang tepat, lo bisa juga mengikuti mentoring dari Satu Persen.

Konseling-Mentoring-Psikolog-Satu-Persen-5

Segitu dulu dari gua, akhir kata gua mau kembali mengingatkan, mendingan single daripada punya pasangan tapi salah. Kenalilah diri lo sebelum mencari pasangan biar hidup lo gak jatuh ke orang yang salah. Kalau lo tertarik untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana menemukan pasangan yang tepat, tonton video Satu Persen di bawah ini. Jangan lupa buat terus pantengin informasi dari kita dengan follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Lo juga bisa baca-baca artikel menarik lainnya di blog Satu Persen.

Gue harap lewat membaca artikel ini ini bisa membuat lo berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Have a nice day!

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.