Emotional Burnout: Ciri dan Cara Mengatasi

Kesehatan Mental
Fathan Akbar
5 Agt 2020
emotional burnout

Stress bisa dibilang merupakan sesuatu yang tak terhindarkan bagi kamu dalam menjalani kehidupan. Sejatinya, stress merupakan hal yang penting buat kamu miliki, guna memotivasi dirimu untuk jadi lebih baik. Namun, jika berlebihan, itu bisa membawa dampak negatif terhadap kesejahteraan dirimu, baik fisik maupun mental.

Kalo kamu pernah begitu, tandanya kamu mungkin mengalami emotional burnout. Tentunya itu gak bisa dibiarkan begitu saja, sebab dapat mengganggu kehidupan kamu sehari-hari. Nah, lewat tulisan ini, aku bakal coba ngebantu kamu buat memahami emotional burnout, dan cara menghadapinya. Penasaran? Yuk simak sampai habis!

Apa Itu Emotional Burnout

Emotional burnout, atau kelesuan emosional adalah suatu keadaan psikologis negatif yang kamu alami dalam berkehidupan sehari-hari. Ini biasanya ditandai oleh gejala fisik, tingkah laku, serta proses kognitif yang kamu miliki. Selain itu, emotional burnout juga membuat kamu jadi lebih sensi, alias mudah terpancing emosinya.

Pas ngalamin emotional burnout, biasanya kamu bakal merasa kehabisan energi buat mengerjakan suatu hal. Entah itu mengerjakan tugas kuliah, deadline pekerjaan, sampai menjalin hubungan dengan orang lain. Hal itu dikarenakan akumulasi stress yang kian menumpuk sehari-harinya, sehingga membuatmu lelah secara mental. Alhasil, akumulasi itulah yang menyebabkan emotional burnout dalam diri kamu sob!

Penting buat kamu ketahui bahwa emotional burnout berbeda dengan stress yang biasa kamu alami. Seperti yang telah disinggung, stress bisa dibilang diperlukan oleh dirimu, dan jangka waktunya pun sebentar. Sedangkan emotional burnout, biasanya bertahan dalam jangka yang lebih lama saat kamu mengalaminya. Alhasil, ini dapat mengganggu fungsi otak, dan menurunkan interaksi sosial kamu deh!

Maka dari itu, emotional burnout merupakan suatu hal yang gak bisa kamu biarkan begitu saja. Salah satunya itu dapat mengganggu well-being, alias kesejahteraan diri yang kamu miliki. Hal ini juga dapat dialami oleh semua orang, apapun rentang usianya. Karena itu, emotional burnout bukanlah sesuatu yang dapat dihindari, melainkan perlu diatasi dengan baik sob!

Tanda-Tanda Emotional Burnout

Nah, seringkali mungkin kamu gak menyadari jika dirimu mengalami burnout dalam sehari-hari. Hal itu dikarenakan gangguan satu ini merupakan sesuatu yang tak terlihat secara mata. Oleh karena itu, ibaratkan orang sakit, emotional burnout juga memiliki tanda-tanda yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Merasa Lelah yang Terus Menerus

Perasaan lelah merupakan sesuatu yang normal untuk dialami, sebab ada kalanya mungkin tenaga kamu terbatas. Namun, jika terus menerus, ini merupakan sesuatu yang patut kamu waspadai. Dari situ, kamu mungkin jadi gak nafsu makan, susah berkonsentrasi, sampai pola tidur yang berantakan.

2. Emosi yang Tidak Stabil

Emosi sejatinya merupakan sesuatu yang normal untuk dirasakan, apapun bentuknya. Mulai dari emosi bahagia, sedih, sampai marah yang kamu rasakan. Namun, Itu menjadi sesuatu yang gak normal ketika emosi kamu mudah berubah-ubah. Misalnya, yang awalnya lagi merasa bahagia, tiba-tiba sedih tanpa alasan yang jelas.

3. Performa Kerja Menurun Drastis

Dalam pekerjaan, performa kerja merupakan sesuatu yang fluktuatif, alias naik turun. Ada kalanya kamu bersemangat, namun ada kalanya juga semangat kamu lagi turun. Namun, kamu perlu waspada jika tiba-tiba performa mu menurun drastis dalam melakukan pekerjaan. Misalnya, yang biasanya rajin dalam bekerja, belakangan jadi sering malas-malasan buat ke kantor.

4. Menurunnya Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan sesuatu yang dibutuhkan bagi setiap kamu dalam menjalani kehidupan. Mulai dari interaksi dengan keluarga, teman-teman, sampai pasangan yang kamu miliki. Oleh sebab itu, kamu perlu waspada jika kamu merasa interaksi sosial mu menurun. Misalnya, yang biasanya seneng nongkrong, belakangan jadi males buat keluar rumah.

5. Kehilangan Harapan Akan Suatu Hal

Harapan bisa dibilang sebagai sesuatu yang penting bagi kamu dalam mencapai suatu hal. Melalui itu, kamu jadi termotivasi untuk melakukan yang terbaik guna mencapainya. Maka dari itu, kamu patut waspada jika belakangan merasa kehilangan harapan akan suatu hal. Misalnya, seperti kehilangan harapan mengenai status percintaan di masa depan.

Cara Mengatasi Emotional Burnout

Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi emotional burnout. Di antaranya:

1. Menerima Keadaan

Alasan kenapa suatu masalah sulit diselesaikan karena mungkin kamu bersikap denial, alias menolak realitas yang ada. Salah satunya mungkin disebabkan oleh perasaan malu untuk mengakui hal itu. Maka dari itu, kamu bisa mencoba menerima keadaan yang dirimu, termasuk emotional burnout yang lagi kamu rasakan. Ini bertujuan untuk memahami apa yang sebenarnya lagi kamu rasakan. Harapannya, menerima keadaan dapat membantumu menghadapi emotional burnout dengan baik! Misalnya, kamu lagi merasa emotional burnout karena masalah keluarga yang tak kunjung selesai. Nah, kamu bisa mencoba untuk menerima keadaan keluargamu itu, lewat menghindari sikap denial.

2. Identifikasi Penyebabnya

Setelah itu, kamu bisa mencoba mengidentifikasi apa penyebab dari emotional burnout yang kamu rasakan. Entah itu karena deadline yang menumpuk, omelan dari atasan, sampai masalah dengan rekan kerja yang kamu alami. Ini bertujuan agar kamu bisa mencari langkah yang tepat untuk menghadapi hal itu. Misalnya, belakangan kamu lagi merasa burnout di lingkungan tempat kamu bekerja. Kamu bisa coba identifikasi apa alasan dibalik hal itu, seperti misalnya karena deadline pekerjaan yang kian menumpuk tiap harinya.

3. Kurangi Aktivitas

Seringkali emotional burnout yang kamu alami mungkin dikarenakan aktivitas mu yang terlalu padat. Entah itu perihal akademis, kegiatan di kampus, sampai bucin dengan pasangan tercinta. Oleh sebab itu, kamu bisa coba kurangi aktivitas yang ada, salah satunya melalui menyusun skala prioritas. Misalnya, kamu lagi merasa burnout akibat terlalu banyak aktivitas di kampus. Nah, kamu bisa mencoba mengurangi aktivitas itu, melalui menyusun skala prioritas. Mulai dari penting, gak terlalu penting, serta penting tapi gak mendesak.

4. Menciptakan Gaya Hidup Sehat

Ada kalanya gaya hidup yang kurang sehat mempengaruhi pola pikir dirimu sehari-harinya. Mulai dari kebiasaan merokok, jarang berolahraga, sampai jam tidur berantakan yang kamu miliki. Maka dari itu, kamu bisa mencoba menciptakan gaya hidup yang sehat guna menjaga kesejahteraan diri, baik fisik maupun mental. Misalnya, kamu belakangan lagi sering ngantuk pas lagi jam mata kuliah di kampus. Dari situ, nilai ujianmu pun jadi anjlok, dan membuat dirimu jadi emotional burnout. Nah, kamu bisa mencoba menciptakan gaya hidup sehat untuk menghadapi hal itu. Salah satunya melalui merubah pola tidur yang kamu miliki.

5. Meminta Dukungan Kepada Orang Lain

Sebagai makhluk sosial, menjadi sesuatu yang wajar bagi kamu untuk membutuhkan orang lain sehari-harinya. Oleh sebab itu, kamu bisa mencoba meminta dukungan kepada orang lain pas lagi merasa kesulitan. Misalnya, kamu lagi merasa emotional burnout akibat beban kuliah yang makin hari kian berat. Nah, kamu bisa mencoba meminta dukungan orang lain, seperti kepada pasangan tercinta.

Ingat, emotional burnout bukanlah suatu aib yang harus kamu tutup-tutupi sehari-harinya. Hal ini  merupakan sesuatu yang normal bagi kamu saat merasakannya. Oleh sebab itu, cobalah jujur dengan diri sendiri mengenai apa yang sedang kamu rasakan. Jika kesulitan bahkan menggangu kehidupan kamu, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain, seperti misalnya konseling di Satu Persen.

Satu Persen nyediain layanan Konseling 1-on-1 sama Psikolog. Di konseling ini kamu bakal dapet tes psikologi, asesmen pra-konseling, berikutnya kamu juga bakal dapet worksheet dan terapi yang nantinya akan disesuaiin sama hasil tes dan asesmen supaya bisa ngebantu kondisi kamu secara tepat.

Kamu bisa daftar layanan ini di https://1persen.link/konselingpsikolog-1

Semoga tulisan ini bisa membantumu dalam menghadapi emotional burnout ya sob!

Jangan lupa buat terus pantengin informasi dari kita dengan follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Selain itu, kamu juga bisa nonton video YouTube Satu Persen tentang “Kenali Tanda-Tanda Kamu Sedang Stres (3 Cara Mengatasi Stres Part 3)” di bawah ini. Aku harap lewat membaca artikel ini ini bisa membuat kamu berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Aku Fathan dari Satu Persen, thanks!

Referensi

Ciampi, Robert C. (2019). Stress and Burnout. Retrieved by https://www.psychologytoday.com/intl/blog/when-call-therapist/201912/stress-and-burnout

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.