Buat Lo yang Suka Merasa Gak Pantes (Cara Mengatasi Impostor Syndrome)

Kesehatan Mental
Dimas Yoga Maha Putra
29 Des 2021
impostor syndrome - merasa gak pantes
Satu Persen - Buat Lo yang Suka Merasa Gak Pantes

Halo, Perseners! Gimana kabarnya?

“Kenapa gue ada di sini ya?”

“Gue nggak pantas dapet semua ini”

“Kok gue merasa yang gue kerjain nggak pernah maksimal ya?"

Pasti lo semua pernah kan ngomong kayak hal di atas sometimes ketika melakukan sesuatu. Lo merasa semua hal yang lo lakuin itu nggak maksimal. Dan ketika usaha atau kerja keras lo diapresiasi oleh seseorang, lo merasa bahwa lo nggak pantes dapet semua hal itu. Lo merasa merasa semua pencapaian diri dan kepercayaan diri lo adalah sebuah kebohongan dan kepalsuan.

Tapi, lo tau nggak sih, apa yang lo lakuin ke diri lo itu termasuk ke dalam masalah psikologis? Kondisi psikologis ini biasa disebut sebagai impostor syndrome alias sindrom penipu atau sindrom penyemu, Perseners.  

impostor syndrome - merasa gak pantes
Sumber dari wonder.ph

Karena lagi ngomongin tentang masalah kurangnya percaya diri nih, di artikel kali ini gue akan mencoba membahas masalah psikologis, yaitu impostor syndrome. Jadi, simak hingga akhir dan jangan lupa buat share ke teman-teman maupun kerabat lo. Selamat membaca!

Tapi sebelumnya, ada pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang, semakin kenal tambah sayang. Jadi, kenalin nama gue Dimsyog (acronym dari Dimas Yoga). Di sini gue sebagai Part-time Blog Writer dari Satu Persen. Simak sampai habis, ya!

Baca juga: Kamu Sering Ragu sama Diri Sendiri? (Tips Mengatasi Impostor Syndrome)

Apa itu Impostor Syndrome?

impostor syndrome
Sumber dari pixabay.com

Impostor syndrome adalah gagasan bahwa lo hanya berhasil karena keberuntungan, dan bukan karena bakat atau kualifikasi lo. Sindrom ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1978 oleh psikolog Pauline Rose Clance dan Suzanne Imes. Dalam makalahnya, mereka berteori bahwa wanita secara unik dipengaruhi oleh impostor syndrome.

Sejak itu, penelitian telah menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita mengalami perasaan penipu. Clance juga menerbitkan makalah selanjutnya yang mengakui bahwa Impostor Syndrome memang nggak terbatas pada wanita saja. Saat ini, sindrom penipu dapat diterapkan pada siapa saja yang nggak mampu menginternalisasi dan memiliki kesuksesan mereka.

Orang-orang yang berjuang dengan impostor syndrome percaya bahwa mereka nggak layak mendapatkan prestasi dan penghargaan tinggi yang udah mereka dapatkan. Mereka merasa bahwa mereka nggak kompeten atau secerdas yang orang lain pikirkan—dan dalam waktu dekat, orang akan menemukan kebenaran tentang mereka. Mereka yang mengidap impostor syndrome sering kali berprestasi, mereka mungkin memegang jabatan tinggi atau memiliki banyak gelar akademis.

Untuk mengatasi perasaan ini, lo mungkin akan bekerja lebih keras dan mempertahankan standar yang lebih tinggi. Tekanan ini pada akhirnya dapat memengaruhi kesejahteraan emosional dan kinerja lo.

Cobain, Yuk Tes Faktor Kepercayaan Diri: Kenali Kelebihanmu!

Bagaimana Rasanya Mengidap Impostor Syndrome?

impostor syndrome - merasa gak pantes
Sumber dari pixabay.com

Perasaan palsu mewakili konflik antara persepsi diri lo sendiri dan bagaimana cara orang lain memandang lo.

Bahkan ketika orang lain memuji bakat atau kemampuan lo, lo merasa nggak percaya bahwa lo mendapatkannya atas keras keras diri lo sendiri. Bahkan, lo malah takut orang lain pada akhirnya akan menyadari hal yang sama, yaitu bahwa lo penipu.

Akibatnya, lo menekan diri sendiri untuk bekerja lebih keras demi:

  • Mencegah orang lain mengenali kekurangan atau kegagalan lo
  • Menjadi layak untuk peran yang lo yakini sebelumnya nggak pantas lo dapatkan
  • Menebus apa yang lo anggap kurang dari kecerdasan diri lo
  • Meredakan perasaan bersalah karena "menipu" orang

Pekerjaan yang lo lakukan dapat membuat siklus terus berjalan. Pencapaian lo selanjutnya nggak meyakinkan lo—lo menganggapnya nggak lebih dari produk dari upaya lo untuk mempertahankan "ilusi" kesuksesan lo.

Setiap pengakuan yang lo peroleh, lo menyebutnya simpati atau belas kasihan. Dan meskipun mengaitkan pencapaian lo dengan kebetulan, lo menanggung semua kesalahan atas kesalahan yang lo buat. Bahkan, kesalahan kecil pun memperkuat keyakinan lo kurangnya kecerdasan dan kemampuan lo.

Seiring waktu, ini dapat memicu siklus kecemasan, depresi, dan rasa bersalah.

Hidup dalam ketakutan akan penemuan, lo berjuang untuk kesempurnaan dalam segala hal yang lo lakukan. Lo mungkin merasa bersalah atau nggak berharga ketika lo nggak dapat mencapainya, belum lagi kelelahan dan kewalahan dengan upaya lo yang terus-menerus.

Baca juga: Social Anxiety Disorder: Gangguan Cemas, Gejala, dan Penangannya

Dari Mana Impostor Syndrome ini Datang?

Nggak ada satupun penyebab yang jelas dari impostor syndrome ini. Sebaliknya, sejumlah faktor kemungkinan bergabung untuk memicunya.

Penyebab potensial yang mendasari adalah:

  • Orang tua dan lingkungan saat masih anak-anak.
  • Kepribadian.
  • Gejala kesehatan mental yang ada.
  • Tanggung jawab baru.

Bagaimana Kamu Tahu Kalau ini Benar Impostor Syndrome?

Perasaan penipu sejati melibatkan keraguan diri, ketidakpastian tentang bakat dan kemampuan lo, dan perasaan nggak berharga yang nggak sejalan dengan apa yang orang lain pikirkan tentang lo.

Singkatnya, lo pikir lo telah membodohi orang lain untuk percaya bahwa  lo adalah seseorang yang sempurna. Sangat dapat dimengerti bahwa lo mungkin mulai merasa nggak pada tempatnya dan nggak layak.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

impostor syndrome - merasa gak pantes
Sumber dari pixabay.com

Jika lo merasa seperti penipu, bekerja lebih keras untuk melakukan yang lebih baik mungkin nggak banyak mengubah citra diri lo.

Mungkin, strategi ini dapat membantu lo mengatasi perasaan impostor syndrome secara produktif:

1. Validasi perasaanmu

Mengidentifikasi perasaan palsu tersebut dan membawanya ke arah yang lebih baik demi mencapai tujuanmu.

2. Membangun koneksi

Hindari menyerah pada dorongan untuk melakukan semuanya sendiri. Alih-alih, beralihlah ke teman sekelas, rekan akademis, dan rekan kerja untuk menciptakan jaringan yang saling mendukung.

3. Tantang keraguan lo

Ketika perasaan palsu muncul, tanyakan pada diri lo apakah ada fakta aktual yang mendukung keyakinan ini. Kemudian, cari bukti untuk melawannya.

4. Berhenti membandingkan diri lo dengan orang lain

Setiap orang memiliki kemampuan yang unik. Lo berada di tempat lo berada sekarang karena seseorang mengenali bakat dan potensi lo.

Selain cara di atas, lo bisa juga coba cek video tentang impostor syndrome dari YouTube Satu Persen di bawah ini, ya!

YouTube Satu Persen - Stop Ragu sama Kemampuanmu!

Kesimpulan

Sukses nggak membutuhkan kesempurnaan. Kesempurnaan sejati secara praktis nggak mungkin terjadi, jadi gagal mencapainya nggak membuat lo menjadi penipu.

Menawarkan kebaikan dan kasih sayang pada diri sendiri alih-alih penilaian dan keraguan diri dapat membantu lo mempertahankan perspektif yang realistis dan memotivasi lo untuk mengejar pertumbuhan diri yang sehat.

Jika lo terus berjuang melawan perasaan palsu, lo bisa coba mencari bantuan ke ahlinya dan mendapatkan dukungan berupa:

  • Mengatasi perasaan nggak layak atau penipuan yang dirasakan.
  • Mengatasi kecemasan, depresi, atau tekanan emosional lainnya.
  • Menantang dan membingkai ulang keyakinan yang nggak diinginkan.

Selain itu, dengan mencari bantuan dari profesional, hal ini dapat menghindarkan diri lo dari yang namanya self-diagnosis. Nah, jika lo bingung mau cari bantuan dari profesional lewat cara apa, lo bisa coba  layanan Konseling dengan Psikolog dari Satu Persen.

Di konseling ini lo bakal dapet tes psikologi supaya lo bisa tau gambaran kondisi lo saat ini. Berikutnya, lo juga akan dapat asesmen mendalam dan sampai akhirnya lo dapet worksheet dan terapi yang bakal disesuaikan sama hasil tes dan asesmen supaya bisa ngebantu lo secara tepat.

Lo bisa klik aja gambar di bawah buat cari tau lebih lanjut dan mendaftarkan diri untuk layanan konseling ini.

CTA-Blog-Post-06-1-19

Kalau lo masih ragu, lo dapat mencoba tes gratis dari kita terlebih dahulu. Dengan tes ini, lo akan tahu layanan konsultasi mana yang terbaik untuk masalah lo. Caranya gampang banget, cukup klik aja di sini.

Selain itu, lo juga bisa mendapatkan informasi lain mengenai kesehatan mental di channel YouTube Satu Persen. Dan jangan lupa buat dapetin informasi menarik lainnya di Instagram, Podcast, dan blog Satu Persen ini tentunya.

Akhir kata, sekian dulu tulisan dari gue. Gue Dimsyog dari Satu Persen, selamat mencoba untuk menjadi sahabat dan teman terbaik bagi diri lo sendiri. Semoga informasinya bermanfaat, ya! Dan pastinya selamat menjalani #HidupSeutuhnya!

Referensi:

How to Overcome Impostor Syndrome - Guides - The New York Times. (n.d.). Retrieved December 16, 2021, from https://www.nytimes.com/guides/working-womans-handbook/overcome-impostor-syndrome

Imposter Syndrome: What It Is & How to Overcome It. (n.d.). Retrieved December 16, 2021, from https://www.healthline.com/health/mental-health/imposter-syndrome#takeaway

Imposter Syndrome | Psychology Today. (n.d.). Retrieved December 16, 2021, from https://www.psychologytoday.com/us/basics/imposter-syndrome

Yes, Impostor Syndrome is Real: Here’s How to Deal With It | Time. (n.d.). Retrieved December 16, 2021, from https://time.com/5312483/how-to-deal-with-impostor-syndrome/




Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.