Bipolar: Definisi, Jenis, dan Cara Mengatasi

Kesehatan Mental
Hana Nuralifiah
18 Mar 2021
mengenal bipolar
mengenal bipolar

Halo, Perseners! How’s life?

Kenalin, gue Hana. Gue di sini menulis sebagai associate writer dari Satu Persen.

Apa sih yang lagi kalian rasakan akhir-akhir ini?

Tentunya, gue berharap kalian semua lagi ngerasain hal-hal baik, ya. Tapi, gak dapat dipungkiri, hidup tuh gak bisa dipaksain buat bahagia terus. Jadi, mungkin ada dari kalian yang lagi ngerasa sedih, kacau, dan sebagainya.

Baca juga: Stop Mencari Kebahagiaan Sekarang

Atau mungkin…ada gak dari kalian yang lagi bingung sama perasaannya sendiri?

Baru aja ketawa-tawa seneng banget, tiba-tiba bete dan males ngapa-ngapain. Tadinya asik bercanda bareng, sesaat kemudian jadi murung. Hati tuh rasanya naik-turun banget, kayak lagi naik rollercoaster.

Gara-gara perubahan yang terlalu cepat itu, jadinya malah dipandang aneh sama temen-temen atau keluarga. Mungkin ada dari temen kalian yang pernah nyeletuk, kurang lebih gini:

“Suasana hati lo labil banget, deh. Jangan-jangan lo bipolar, kali!”

Abis itu, lo searching di internet dan ngerasa gejalanya mirip sama perubahan suasana hati yang lagi lo alami. Akhirnya, lo mikir, “Mungkin gue emang bipolar kali, ya?”

Well, kalo lo lagi bertanya-tanya, mood ala rollercoaster yang lo alami itu bipolar atau bukan, jawabannya bukan ya, guys. Kalian pasti tahu istilah moody, kan? Nah, istilah ini mungkin lebih tepat buat lo yang perasaannya gampang berubah-ubah.

Sebenernya, bipolar itu emang merupakan gangguan mental di mana penderitanya mengalami perubahaan mood yang ekstrem. Tapi, ekstrem yang dimaksud di sini bukan berarti gampang berubah-ubah seperti halnya orang yang moody. Kadar atau intensitasnya jauh lebih parah daripada itu.

Orang dengan gangguan bipolar mungkin bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain pas gejalanya lagi kambuh. Mereka bisa jadi sulit beraktivitas dengan normal seperti orang kebanyakan, sulit juga mempertahankan hubungan dengan orang sekitar, gara-gara suasana hati yang cenderung udah di luar kontrol si penderita.

Melalui artikel yang gue tulis ini, yuk mengenal bipolar lebih dalam lagi! Supaya lo bisa lebih paham gimana membedakan gejala bipolar dengan moody biasa. Jangan sampe salah kaprah, apalagi self-diagnose, ya :)

Lebih mengenal bipolar

Kenapa sih, seseorang bisa mengalami bipolar?

Sayangnya, meskipun bipolar bukan gangguan mental yang langka, belum diketahui apa penyebab pastinya. Para ahli berpendapat bahwa bipolar mungkin bisa disebabkan oleh faktor genetik, struktur otak, atau lingkungan.

Gangguan bipolar emang bisa diturunkan dari orang tua ke anaknya. Menurut penelitian, seseorang berisiko empat sampai enam kali lebih rentan mengidap bipolar apabila keluarganya memiliki riwayat gangguan tersebut. Tapi, bukan berarti semua orang yang berisiko itu pasti menderita bipolar ya, guys.

Kalo gitu, gejala seperti apa sih kalo penderita bipolar lagi kambuh?

Ada tiga kemungkinan gejala yang dialami oleh orang dengan gangguan bipolar, yaitu mania, hipomania, dan depresi. Gejala yang bakalan dialami itu tergantung dengan tipe bipolar yang diderita. Jadi, gak semua pengidap bipolar mengalami gejala yang sama.

Apa sih, bedanya dari ketiga gejala tersebut?

Episode gejala bipolar: mania/hipomania vs depresi

Orang dengan bipolar mengalami gejala yang disebut episode. Seperti yang udah gue mention sebelumnya, episode dapat berupa mania atau hipomania dan depresi, tergantung tipe bipolar yang diderita. Episode tersebut bisa jadi jarang dialami atau dialami beberapa kali setiap tahunnya.

Episode mania (atau manik) bukan hanya sekadar perasaan yang sangat senang. Luapan kesenangan yang dirasakan tersebut bisa jadi dapat mengganggu aktivitas harian, bahkan sampe membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Apa sih yang biasanya orang lakukan kalo lagi seneng? Mungkin main ke luar rumah sama temen-temen, trus ngobrol dan ketawa bareng. Nah, lain halnya dengan yang mengidap bipolar, mereka bisa aja ngabisin uang jutaan tanpa pikir panjang, kebut-kebutan, atau ngajak orang lain ngobrol nonstop sampe gak tidur semalaman.

mengenal bipolar
Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay

Ada juga gejala yang disebut episode hipomania. Hipomania juga bisa disebut sebagai ‘kondisi senangnya’ penderita bipolar, tapi gak separah mania. Tapi, tetap aja kadar senangnya itu berbeda dengan senang dalam kondisi normal. Pokoknya, ketidakwajaran penderita yang lagi ngalamin hipomania bakal keliatan juga sama orang lain.

Sedangkan, kondisi nge-down yang dialami pengidap bipolar bisa disebut dengan episode depresi. Mereka juga ekstrem banget kalo lagi sedih. Bisa aja mereka jadi gak minat ngobrol atau ketemu orang lain, atau tiba-tiba gak nafsu sama makanan apa pun. Dalam kondisi terparah, mereka mungkin aja sampe punya pemikiran buat bunuh diri.

Setelah mengetahui gejalanya, barulah kita bisa memahami tipe-tipe bipolar yang ada, nih. Secara umum, biasanya bipolar dibagi menjadi dua:

Bipolar 1

Bipolar tipe 1 ditandai dengan minimal satu episode mania yang didiagnosa secara klinis. Gak semua pengidap bipolar 1 mengalami episode depresi. Terkadang gejala episode mania gak bisa diatasi secara mandiri, sehingga membutuhkan penanganan dari rumah sakit.

Bipolar 2

Seseorang bisa didiagnosa mengidap bipolar 2 apabila mengalami episode depresi mayor minimal 2 minggu dan satu episode hipomania. Cenderungnya, mereka gak mengalami sampe ke tahap mania.

Bayangin aja, lo yang semula ngerasain bahagia yang amat sangat, tiba-tiba merosot jatuh mood-nya. Pasti rasanya menderita banget ngalamin perasaan seekstrem itu. Belum lagi dapet stigma yang gak benar dari orang-orang sekitar yang masih kurang paham sama gangguan bipolar ini. Nah, itulah yang dialami oleh penderita gangguan bipolar, guys.

Kalo lo udah baca sampe sini, gue harap lo udah bisa bedain antara moody dengan gangguan bipolar yang merupakan gangguan klinis dan perlu pengobatan khusus. Kalo lo mengalami gejala yang udah gue sebutin di atas, berarti udah saatnya lo melakukan penanganan, nih.

Coba Juga: Tes Layanan Konsultasi yang Paling Sesuai dengan Kebutuhanmu.

Hidup berdampingan dengan bipolar

Emangnya bisa? Gimana caranya?

1. Mengatur gejala bipolar dengan gaya hidup sehat

Pastinya, gaya hidup yang sehat bakal berdampak baik pula buat kesehatan mental lo.

Lo bisa membiasakan diri dengan hal yang simpel, seperti mengatur pola makan dan tidur, aware sama mood swing yang lo rasakan, bergaul dengan teman yang suportif, serta berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional lainnya.

Baca Juga: Cara Cepat Tidur Nyenyak (Mengatasi Overthinking Sebelum Tidur)

2. Cobain pengobatan alami untuk meredakan gejala bipolar

Pengobatan alami bisa membantu lo supaya mood lebih stabil. Lo bisa coba mengonsumsi minyak ikan, rhodiola rosea (akar emas), atau suplemen S-adenosylmethionine (SAMe).

Tapi, jangan lupa konsultasiin dulu ke dokter sebelum mengonsumsi, ya! Soalnya, pengobatan alami ini bisa mengganggu pengobatan lo yang sebelumnya, jadi harus disesuaikan terlebih dahulu.

3. Punya support system supaya gejala bipolar lo membaik

Dukungan emosional dari orang terdekat yang sayang sama lo tentu bikin perasaan lo jadi lebih baik, kan? Jangan lupa kalo mereka bakal ada buat lo, jadi gak perlu ngerasa menderita sendirian. Selama memungkinkan, komunikasikan aja sama mereka tentang apa yang lo rasakan.

4. Konsultasikan gejala bipolar lo ke tenaga profesional

Kalo lo emang udah didiagnosa gangguan bipolar, tahap selanjutnya lo perlu konsultasi secara rutin, nih. Soalnya, lo perlu penanganan dengan resep obat, terapi, dan metode pengobatan lainnya. Kalo gejala yang dialami udah sampe tahap bahaya, segera minta bantuan sama orang lain, ya!

Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay

Gangguan bipolar emang gak bisa dianggap remeh, guys. Karena gak bisa disembuhkan, bipolar cuma bisa dikurangi gejalanya aja. Nah, buat lo yang udah didiagnosa gangguan bipolar, atau ngerasa lo mengalami gejalanya dan mau coba konsultasi, udah kebayang belum mau cari bantuan kemana?

Layanan konseling Satu Persen mungkin bisa menjadi salah satu opsi buat lo yang pengen konsultasi, nih.

Layanan konseling ini emang disediakan untuk menangani masalah klinis seperti bipolar. Tenang aja, di sini lo bakal ditangani sama tenaga profesional yang merupakan lulusan S2 psikologi profesi, jadi mereka bisa bantu ngurangin gejala lo dengan terapi. Buat lo yang belum pernah konsultasi, lo juga bisa dapetin diagnosa lewat konseling kita, lho!

Barangkali ada dari lo yang  pengen tahu lebih banyak lagi tentang bipolar, lo juga bisa simak video YouTube dari Satu Persen yang bisa lo tonton langsung dengan nge-klik link di bawah ini.

mengenal bipolar

Kurang lebih segitu dulu yang bisa gue sampaikan di artikel ini. Semoga bisa bermanfaat bagi siapa pun yang membutuhkannya, ya. Buat yang lagi berjuang menghadapi bipolar, gue selalu support dan mengharapkan yang terbaik buat kalian :)

Mengidap gangguan mental gak menghalangi lo buat berkembang, kok. Yuk, hidup lebih berdaya bareng kita. Pelan-pelan, tapi minimal Satu Persen setiap hari menuju #HidupSeutuhnya.

Akhir kata, thanks a million.

Referensi

Holland, K. (January 18, 2018). Everything You Need to Know About Bipolar Disorder. Retrieved on March 7, 2021 from https://www.healthline.com/health/bipolar-disorder.

Roland, J. (January 10, 2019). Bipolar 1 Disorder and Bipolar 2 Disorder: What Are the Differences?. Retrieved on March 7, 2021 from https://www.healthline.com/health/bipolar-disorder/bipolar-1-vs-bipolar-2.

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.