Mencari Kebahagiaan untuk Bisa Bahagia? Stop Sekarang!

Pemahaman Diri
Dyah Ayu Annisa
26 Jul 2020

Bagi kamu yang memutuskan untuk membaca artikel ini. Mungkin saat ini kamu sedang ngerasa nggak bahagia atau kamu penasaran arti kebahagiaan dan ingin mencari kebahagiaan. Ketika orang lagi gak bahagia. Biasanya gejalanya adalah ketika kita mencari kebahagiaan dengan ngelakuin hal-hal yang kita seneng, nggak lagi punya efek yang sama setelah kamu ngelakuinnya. Kita juga jadi ngerasa hampa, susah buat ketawa atau seneng sepanjang hari. Tapi sebenernya ini normal. Banyak orang yang mengalami hal tersebut, yaitu ngerasa susah buat jadi bahagia kemudian melampiaskannya dengan mencari kebahagiaan sesaat. Di artikel kali ini, Satu Persen bakalan ngasih sudut pandang baru tentang penyebab kenapa seseorang bisa ngerasa nggak bahagia, dan gimana cara ngatasinnya. Yuk simak sampai abis.

Apa Kebahagiaan Itu?

Sebenernya udah banyak banget ahli yang merumuskan tentang arti kebahagiaan, tapi belum ada definisi yang disepakati secara universal. Kali ini, Satu Persen bakalan pakai definisi kebahagiaan dari sudut pandangnya Daniel Kahneman. Beliau adalah satu-satunya ilmuwan psikologi/psikolog yang dapat penghargaan Nobel.

Kalo menurut Kahneman, kebahagiaan adalah perasaan gembira sementara yang kita dapatkan ketika kita melakukan suatu hal yang menyenangkan. Misalnya nongkrong sama temen, atau makan banyak tapi pakai diskon cashback yang murah banget, dsb. Biasanya, orang mendapatkan kebahagiaan ini dengan cara yang cukup sederhana. Tapi, kebahagiaan ini cenderung nggak bertahan lama. Makanya, kalo dari definisi ini, Kahneman bilang bahwa sebenernya yang banyak orang lakukan dalam hidup itu bukan mencari kebahagiaan, tapi lebih ke kepuasan hidup. Jadi bukan happiness, tapi life satisfaction.

Bedanya apa? Kepuasan hidup sifatnya lebih jangka panjang. Kepuasan hidup pada dasarnya adalah kepuasan yang kita alami saat kita ngeliat ke belakang dan ngerasa bahwa kita udah mencapai suatu hal yang penting dalam hidup. Jadi, kalo kebahagiaan itu berada di masa kini, dan short-term sifatnya, sementara kepuasan hidup itu adalah ketika kita ngeliat ke belakang atas hal-hal yang udah kita lakuin. Orang yang punya kepuasan hidup tinggi udah bisa dipastiin pernah mengalami kebahagiaan, tapi orang yang bahagia belum tentu puas dengan hidupnya ketika dia nyoba ngeliat ke belakang.

Gimana Caranya Supaya Bisa Bahagia?

Semua dari kita pasti menginginkan kebahagiaan. Banyak yang mencari kebahagiaan dengan bermacam-macam cara. Namun, bagaimana sih sebenarnya cara mencapai kebahagiaan tersebut? Simak tips berikut ini!

1. Tentukan tujuan yang ingin diraih dalam hidup

Coba deh kamu tentukan tujuan yang pengen kamu raih dalam hidup. Bisa tujuan jangka pendek, menengah, atau jangka panjang. Dengan nentuin tujuan, kita jadi lebih bijak dalam memilih aktivitas apa yang akan kita lakuin. Dengan adanya tujuan, rintangan-rintangan apapun yang kita temui nggak bakal jadi masalah. Karena rintangan itu bakal berlalu dan setelah ngelewatinnya kita bisa ngerasain kepuasan yang lebih besar di akhir.

Pernah gak sih kamu naik gunung, kesiksa pas naiknya, makan cuman makanan instan yang dimasaknya rada ngasal,  bawa barang berat, pas di atas, terus ngerasa puas atas perjuanganmu? Padahal itu cuman aktivitas naik gunung? Well, itulah perasaan yang akan kamu rasain ketika kamu punya tujuan. Rintangan yang kamu alami di tengah perjalanannya, justru bakalan jadi kenangan manis. Dan menariknya, justru kita lebih mudah mengingat masa-masa sulit dibandingkan masa-masa senang.

Pas udah tua nanti, aku yakin banget bahwa kamu akan lebih inget momen-momen ketika kamu mengalami rintangan, dibandingkan momen ketika aku lagi “mencari kebahagiaan”. Aku akan lebih inget momen-momen ketika aku gak bisa makan pas masih mahasiswa dan cuman punya uang 300 ribu lagi untuk sebulan ke depan, ketika aku tiba-tiba disuruh resign dari kantor dan jadi pengangguran. Kamu akan lebih inget momen itu dibandingkan momen ketika mencari kebahagiaan dengan aku makan enak di mall, ketika aku minum minuman keras di klub. Karena rintangan itu bisa jadi sesuatu yang manis, ketika rintangan itu kita jalani atas dasar tujuan yang lebih besar.

2. Nikmati setiap momen yang kita jalanin

Meskipun punya tujuan akhir yang ingin dicapai itu penting, terlalu fokus sama tujuan bisa ngebuat kita kurang nikmatin momen yang kita jalanin selama proses meraihnya. Pada akhirnya, justru kita bisa malah ngerasa kurang puas. Jadi, selalu sempetin waktu buat kamu untuk mengambil napas dan mensyukuri setiap momen-momen yang terjadi setiap harinya.

Coba deh, pas kamu abis makan, kamu mengucap syukur atas makananmu. Meskipun itu cuman nasi sama telor, yaaa at least hari ini kamu masih bisa makan sampai kenyang. Ketika banyak orang yang mungkin untuk makan aja susah. Coba syukuri aja hal-hal kecil kayak gitu. Jadi, ketika kamu menghadapi rintangan, kamu tetep bisa jadi bahagia on the short term, dan puas dalam hidup on the long term. Stop mencari kebahagiaan dan syukuri yang kamu miliki.

3. Habiskan waktu berkualitas dengan orang berkualitas

Untuk menjadi bahagia kita juga sebaiknya menghabiskan waktu yang berkualitas dengan orang-orang yang berkualitas juga. Hubungan baik yang terjalin antara kita dan orang yang bersangkutan bisa ngehasilin suatu hal yang baik di masa depan. Entah itu peluang buat kerja sama, kesediaan mereka buat dimintain bantuan, atau bahkan kesempatan buat dikenalin sama kenalan mereka. Dan hal-hal tersebut pada akhirnya bisa ningkatin kepuasan hidup kita.

Misalnya, coba ajak ngobrol orang yang kamu temui sehari-hari, bukan hanya sekedar bertegur sapa ya. Tanyain driver ojol mereka biasanya ambil order ke mana aja, atau tanya kabar keluarganya. Ya, itu hal-hal kecil kan, yang kamu bisa lakuin setelah baca artikel ini. Tidak perlu mencari kebahagiaan karena kebahagiaan itu ada disekelilingmu.

4. Pola pikir fleksibel

Terakhir, untuk bisa bahagia sekaligus puas dengan hidup, pola pikir yang fleksibel juga penting. Pasti akan ada waktu ketika kita merasakan gagal, akan ada waktu ketika kita bakal mengalami bencana, dan akan ada waktu juga di mana ada banyak hal yang tidak terkontrol yang bakal mengganggu kita mencapai tujuan kita. Dan ini wajar banget. Sebagai manusia, kita gak bisa mengontrol semua hal.

Nah, saat kamu terkena kendala itu, kamu bisa nyoba untuk liat lagi ke belakang dan mensyukuri hal-hal  kecil yang bikin kamu bahagia. Jadi, kamu bisa tetep enjoy the process, tetep bersyukur, dan puas juga dengan apa yang kamu lakukan meskipun tujuan kamu gak tercapai. Sebaliknya, ketika tujuan kamu berhasil tercapai, coba juga buat evaluasi hal apa yang masih bisa diperbaikin atau ditingkatin dari diri kamu selama proses meraihnya. Dari situ, kamu bisa nentuin tujuan kamu yang berikutnya, dan bisa ngalamin kebahagiaan tanpa perlu mencari kebahagiaan.

Kesimpulan

Jadi, buat mencari kebahagiaan, temukanlah keseimbangan antara hal yang kamu enjoy lakukan dan tujuan besar yang bikin kamu ngerasa puas di masa depan. Tapi selalu inget bahwa mencari kebahagiaan itu kalo dijadiin tujuan utama, bakal jadi bumerang nantinya. Inget aja bahwa kebahagiaan itu short-term, kepuasan hidup itu long-term. Dan kita tetep bisa mendapatkan keduanya :D. So, enjoy the process, tetep santuy, dan nikmati perjalanan menuju tujuan jangka panjang kamu. Jadilah bijak dalam memanfaatkan waktu yang kamu punya saat ini buat ngelakuin hal-hal yang berarti.

Kalo kamu ngerasa bahwa kamu butuh temen cerita, sulit bahagia dan selalu ngerasa hampa dalam hidup. Kamu bisa ikut salah satu layanan Satu Persen, yaitu Online Konseling dari Satu Persen.

Di Online Konseling, kamu bisa diskusi sama Mentor, dapat interpretasi tes psikologi, kamu akan diberikan assessment untuk mengenali dirimu, worksheet, juga terapi dan dibantu untuk mencari jalan keluar dari masalah yang kamu hadapi dengan para psikolog yang ahli dibidangnya. Jangan lupa follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial dan tonton video di bawah ini. Semoga kamu bisa berkembang setidaknya satu persen setiap hari!

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.