Waktu Habis buat Kerja? 5 Cara Menjaga Work-Life Balance

Pemahaman Diri
Zahra Putri Fauziyah
17 Nov 2021
Satu Persen - Cara Menjaga Work-Life Balance

Halo, Perseners. Apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia, ya!

Perseners, pernah nggak sih dalam satu hari, waktu kalian habis untuk bekerja? Entah untuk mengerjakan tugas kuliah yang nggak ada habisnya atau kerjaan kantor yang nggak selesai-selesai.

Terus, apa yang Perseners rasain? Pasti pusing dan capek, kan? Nah, itu baru satu hari, ya. Bayangkan kalau begini setiap hari. Hm... Bisa-bisa jadi stres, tuh.

Kerja secara terus menerus dan nggak ada habisnya itu nggak baik. Selain badan kita pasti bakal capek, kita juga pasti bakal stres. Perlu ada jeda atau kegiatan lain untuk menyeimbangkannya.

Nah, Perseners udah tau belum dengan istilah work-life balance? Orang-orang yang mulai berusaha untuk menyeimbangkan hidupnya agar nggak hanya habis untuk bekerja. Tapi, sebenarnya apa sih Work-Life Balance?

Yuk, kita bahas aja di artikel ini!

Apa Itu Work-Life Balance?

Kalliath and Brough (2008) menjelaskan work-life balance sebagai fenomena di mana seseorang memiliki peran ganda dalam hidupnya dan harus mampu membagi waktu dan energi agar tercipta rasa puas dalam hidup. Sederhananya, seseorang harus bisa memisahkan antara urusan pekerjaan dengan urusan pribadi secara seimbang.

Work-life balance pertama kali digunakan untuk menyebut fenomena yang terjadi pada pekerja perempuan, karena mereka harus menyeimbangkan perannya sebagai ibu rumah tangga dan karyawan. Work-life balance kemudian juga digunakan untuk seorang lelaki yang memiliki seorang anak dan punya peran menjadi ayah. Sehingga, awalnya work-life balance sering disamakan dengan work-family balance.

Namun seiring perkembangan zaman dan banyaknya tuntutan, konsep work-family balance berubah menjadi work-life balance. Hal ini mengingat kehidupan pribadi kita nggak terbatas hanya pada kebutuhan keluarga aja (Lockwood, 2003).

Kenapa Work-Life Balance Penting?

Bekerja secara terus menerus tentu nggak baik untuk kesehatan fisik dan mental. Ditambah lagi kalau pekerjaan kita sampai mengambil waktu istirahat di malam hari atau weekend. Kebiasaan ini dapat memicu penyakit fisik dan rentan stres.

Work-life balance meme diagram
Cr. Factory meme

Selain itu, ketika waktu dan energi kita sudah habis untuk bekerja, maka nggak ada energi yang tersisa untuk melakukan kegiatan lain. Padahal kegiatan lain juga penting dalam hidup, seperti berolahraga agar sehat, atau berkumpul bersama keluarga agar merasa senang.

Oleh karena itu, penting ya Perseners, untuk bisa menerapkan work-life balance. Namanya kita sebagai manusia, tentu nggak bisa kalau dipaksa harus bekerja terus seperti robot. Perlu ada waktu yang digunakan untuk istirahat, belajar, atau pun kegiatan lain untuk mengisi energi dan motivasi dalam diri kita.

work-life balance
Cr. www.techindustan.com

5 Cara Menjaga Work-Life Balance

Nah, setelah kita tau pengertian dan pentingnya menjalani work-life balance, yuk kita coba terapkan menjalani hidup kita dengan seimbang. Caranya gimana? Baca sampai akhir, ya!

1. Membuat Batasan

Batasan dalam poin ini dapat diartikan sebagai sekat antara pekerjaan, keluarga, dan hobi. Jadi, langkah awal penting ketika ingin hidup kamu seimbang adalah dengan membuat batas secara jelas mana tugas dan tanggung jawab untuk pekerjaan, keluarga, dan hobi. Jangan mencampurkan antara kedua bahkan ketiganya.

Dengan membuat batasan, kamu dapat lebih fokus terhadap apa yang kamu kerjakan. Semisal fokus bekerja tanpa memikirkan urusan keluarga terlebih dahulu. Juga ketika kamu sedang berlibur dengan keluarga atau sedang berolahraga untuk hobi, kamu nggak perlu dipusingkan dengan urusan pekerjaan.

2. Berolahraga

Berolahraga sangat bermanfaat untuk menambah kembali energi kita yang mungkin sudah habis digunakan untuk bekerja. Dengan berolahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin yang dapat memberikan energi positif.

Ketika pekerjaanmu banyak dihabiskan di depan layar, berolahraga juga membantu membuat pikiran kamu lebih fresh. Coba deh, sempatkan olahraga ringan sekitar 15-30 menit di pagi hari!

Baca juga: Olahraga: Cara Ampuh Menghilangkan Stres

3. Self Care

Self care atau menjaga dan merawat diri secara keseluruhan juga salah satu hal penting untuk mencapai work-life balance. Dengan berupaya menerapkan self care dalam keseharian, maka tanpa disadari kamu juga sudah mencoba menyeimbangkan hidup kamu. Self care dapat dilakukan dengan rutin berolahraga, tidur cukup, makan-makanan sehat, dan menjaga diri agar terhindar dari stres.

Self care juga dapat memberi manfaat untuk meningkatkan energi positif yang kamu punya, sehingga secara nggak langsung dapat membuat kamu lebih produktif. Selain itu, self care juga dapat menciptakan kebahagiaan karena bagian dari self love. Sepenting itu self care!

Baca juga: Self-Care: Penting untuk Dirimu

4. Waktu untuk Kegiatan Lain

Work-life balance nggak sebatas membagi waktu antara pekerjaan dengan urusan rumah, tetapi juga bagaimana kamu punya waktu untuk kegiatan lain. Kegiatan lain seperti bersosialisasi dengan teman-teman kamu atau pun ikut kelas khusus guna menambah skill yang ada pada diri kamu.

Waktu untuk kegiatan lain ini, selain menjadi bagian dari refreshing, juga dapat dijadikan ajang aktualisasi diri. Rasa puas, senang, dan fresh setelah kamu melakukan kegiatan lain tentu akan menjadi energi tersendiri untuk menjalani hari-hari kedepannya.

5. Bekerja secara Meaningful (bermakna)

Bekerja secara meaningful atau meaningful work akan membuat kamu merasa senang dan puas ketika berhasil menyelesaikannya. Dengan begitu, kamu nggak akan merasa terbebani dalam melaksanakan pekerjaan tersebut karena sudah memiliki motivasi yang kuat.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk bekerja secara meaningful adalah memahami terlebih dahulu secara mendalam minat dan ketertarikan dari apa yang kamu kerjakan. Di samping itu, memiliki teman berbagi dan pikiran yang luas juga dapat dijadikan cara untuk dapat meraih meaningful dalam bekerja.

So, yuk kita pelan-pelan belajar untuk mengatur hidup kita agar bisa seimbang. Dan buat kamu yang merasa sudah stres dan banyak pikiran karena kerjaan yang nggak habis-habis, bisa banget cerita di layanan Konseling Satu Persen. Caranya mudah banget, tinggal klik aja banner di bawah ini, ya!

CTA-Blog-Post-06-1-14

Gue Zahra, Blog Writer Satu Persen, salam #HidupSeutuhnya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Referensi:

  1. Jennie, M. Sue. 2016. Meaningful Work. Retrieved from Bekerja Meaningful | Jennie M. Xue (jenniexue.com). On 1 November 2021
  2. Alicia Nortje, Ph.D. 2021. What Is Work–Life Balance & Why Is It Important?. Retrieved from What Is Work–Life Balance & Why Is It Important? (positivepsychology-com.translate.goog) on 1 November 2021

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.