Olahraga: Cara Ampuh Menghilangkan Stres

Kesehatan Mental
Zahra Putri Fauziyah
20 Okt 2021
Cara ampuh menghilangkan stres dengan olahraga
Satu Persen - Olahraga: Cara Ampuh Menghilangkan Stres

Survey mengatakan bahwa pada masa pandemi orang-orang yang mengalami stres jumlahnya bertambah. Kondisi ini terjadi karena rasa khawatir tertular COVID-19, ketakutan kehilangan orang-orang yang dicintai karena COVID-19, maupun stres karena kehilangan pekerjaan.

Stres ini sendiri merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang ternyata dapat memengaruhi kesehatan fisik, lho. Nah, Perseners udah tau dong, kalau olahraga bisa menghilangkan stres dan bikin kita happy? Kalau belum tau, di artikel ini gue mau cerita soal pengalaman gue yang nyoba buat ngilangin stres dengan olahraga.

Gue adalah salah satu orang yang awalnya cuma suka nonton pertandingan olahraga, kemudian terinspirasi tuh sama pemain-pemainnya dan mulai ikutan deh buat olahraga. Ketika gue olahraga, gue ngerasa happy banget. Capek tapi seneng, apalagi setelah olahraga badan dan otak gue rasanya jadi fresh banget!

Salah satu olahraga yang paling gue suka adalah olahraga lari. Meski nggak jarang setelah lari kaki gue suka pegel-pegel, tapi tetep aja rasanya happy banget. Lari tuh ibarat kita ngelepasin semua beban kehidupan di punggung kita. Apalagi kita bisa menikmati udara segar sambil berlari dengan sekuat tenaga. Kalau udah keringetan habis lari? Beh, gue ngerasa keren banget, deh!

Olahraga lari menghilangkan stres
Source: @curhatpelari on Instagram
Olahraga lari menghilangkan stres
Source: @curhatpelari on Instagram
Olahraga menghilangkan stres
Source: @curhatpelari on Instagram

Kenapa Olahraga Bisa Mengurangi Stres?

Setelah gue coba cari tau, ternyata ada bukti saintifiknya nih Perseners, kalau olahraga emang bisa mengurangi stres.

Yup, bener banget! Ketika kita berolahraga dengan teratur, ternyata hormon kortisol atau dikenal secara luas sebagai hormon stres akan menurun.  Selain itu, hormon epinefrin, yaitu hormon yang dilepaskan saat stres, tertekan, takut, senang, atau berada dalam situasi yang menegangkan atau berbahaya juga akan menurun.

Berolahraga juga dapat meningkatkan hormon norepinefrin sebagai antidepresan loh, Perseners. Penelitian juga membuktikan bahwa olahraga mampu menumbuhkan hormon endorfin. Hormon ini berpengaruh kuat untuk menciptakan kebahagiaan.

Manfaat Olahraga Untuk Kesehatan Mental

Selain merasa happy, ada banyak manfaat lain kalau kita olahraga secara teratur, loh. Terutama untuk segi kesehatan mental. Apa aja tuh?

1. Meredakan Kecemasan

Ketika kita berolahraga, maka tubuh akan menciptakan hormon endorfin. Hormon ini mampu membuat suasana hati menjadi lebih baik, sehingga gejala kecemasan dan depresi bisa mereda.

Selain itu, ketika berolahraga maka otak dan pikiran akan fokus untuk gerakan fisik. Aktivitas fisik ini dapat membantu mengalihkan perhatian dari rasa cemas yang dirasa. Beberapa olahraga yang dapat dilakukan untuk meredakan kecemasan adalah yoga, berlari, maupun mendaki.

2. Mendongkrak rasa percaya diri

Percaya diri atau self confident merupakan kondisi dimana seseorang dapat mengembangkan penilaian positif kepada dirinya atau orang lain. Nah, ketika kita berolahraga maka hormon endorfin akan menciptakan suasana hati yang lebih baik.

Suasana hati yang lebih baik inilah yang kemudian akan mendorong kita untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang positif. Hal ini tentu akan meningkatkan rasa percaya diri pada diri kita.

Rasa percaya diri juga dapat timbul dari manfaat fisik yang kita dapatkan setelah olahraga. Olahraga yang teratur akan membantu tubuh kita untuk membentuk postur tubuh yang ideal. Baik dari massa otot ataupun hilangnya lemak-lemak jahat. Postur tubuh ideal inilah yang akan meningkatkan physical confidence atau kepercayaan diri secara fisik.

Baca Juga: Pentingnya Olahraga Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri

3. Meningkatkan fungsi otak

Temuan lain menyebutkan, olahraga dapat meningkatkan zat kimia di otak, yaitu brain-derived neurotrophic factor (BDNF). Zat kimia ini  dapat merangsang pembentukan sel otak baru. Baik olahraga yang bersifat aerobik maupun melatih kekuatan otot, keduanya dapat meningkatkan kadar BDNF. Hal tersebut dapat meningkatkan fungsi otak yang juga turut mempengaruhi kesehatan mental.

Ada banyak pilihan olahraga yang bisa membantu lo buat meningkatkan fungsi otak. Mulai dari yang sederhana seperti berjalan atau berenang dalam waktu 30 menit dalam waktu tiga kali seminggu. Juga olahraga aerobik yang konsisten dilaksanakan selama 45 menit tiap latihan, mampu memperbaiki aspek-aspek fungsi kognitif otak sebesar 20—30 persen.

Gimana? Udah Tergugah Untuk Olahraga, Belum?

Yuk, kita kumpulkan niat untuk olahraga dan take action! Ada puluhan bahkan ratusan pilihan olahraga yang bisa lo lakukan untuk meningkatkan imun. Mulai dari olahraga lari kayak gue, bulu tangkis, tenis, juga basket. Dan jangan khawatir nggak punya teman untuk olahraga, ada juga pilihan olahraga yang bisa lo lakukan sendiri, seperti yoga, zumba, bahkan yang paling sederhana yaitu jalan sehat pagi hari.

Dengan olahraga, lo bisa dapetin banyak manfaat baik dari segi fisik maupun mental. Olahraga juga bisa jadi salah satu cara untuk lo ngilangin stres dengan manfaat tambahan yaitu kesehatan fisik.

Dan buat lo yang merasa masih suka stres meski sudah berolahraga, bisa banget loh coba nonton konten konten YouTube dari Satu Persen tentang cara mengatasi stres di bawah ini.

YouTube Satu Persen - Cara Efektif Untuk Lari dari Kenyataan

Selain itu, lo juga bisa ikut layanan mentoring dari Satu Persen kalau emang dirasa ada hal-hal yang harus dibicarakan lebih lanjut. Nggak perlu khawatir takut atau malu, dengan layanan mentoring Satu Persen ini lo bisa cerita semua permasalahan yang lo rasain sepuasnya dengan mentor-mentor yang berpengalaman dan pastinya bakal ngertiin lo banget!

Kalau lo berminat, bisa langsung aja kepoin layanan mentoring dari Satu Persen dengan klik di bawah ini, ya!

Mentoring-5

Gue Zahra, Blog Writer Satu Persen, salam sehat mental dan jangan lupa berolahraga!

Referensi

  1. Wayan Suriastini, Bondan Sikoki, dan Listiono. 2020. Gangguan Kesehatan Mental Meningkat Tajam: Sebuah Panggilan Meluaskan Layanan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta. Survey Meter
  2. The Primary Care Companion to The Journal of Clinical Psychiatry. Diakses pada 2021. Exercise for Mental Health.
  3. Frontiers in Psychology. Diakses pada 2021. Neuromodulation of Aerobic Exercise—A Review.
  4. US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2021. Cognitive Reserve and Lifestyle.


Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.