“Stres saat Puasa”: Apakah Puasa Berpengaruh ke Kesehatan Mental?

Kesehatan Mental
Fadhilah Aminazah
3 Mei 2021
Puasa jadi Sehat Mental?
Satu Persen - Puasa jadi Sehat Mental?

Hai Perseners! Pas baca ini kalian lagi ngapain nih? Lagi santai sambil rebahan kah?

Gue ketika nulis ini sambil makan hehehe. Tapi tenang, udah buka puasa kok!

Makan dan minum adalah kebutuhan primer setiap manusia. Manusia membutuhkannya untuk bisa bertahan hidup. Tapi, gimana kalau kita gak boleh makan dan minum?

Saat ini, beberapa orang tengah menjalankan puasa. Ketika puasa mereka gak diperbolehkan makan maupun minum dalam kurun waktu tertentu. Nah, kira-kira gimana pengaruh puasa ke kesehatan fisik atau mental ya? Apakah puasa bisa berdampak positif?

Kalian berada di artikel yang tepat untuk mengetahui manfaat puasa bagi kesehatan fisik maupun mental, simak sampai habis ya!

Fenomena Puasa yang Biasa Dijumpai

Sebelum bahas manfaat, kita bahas fenomena puasa yang sering kita jumpai terlebih dahulu.

Puasa sangat erat kaitannya dengan budaya keagamaan. Tak hanya Islam, puasa juga dilakukan oleh masyarakat beragama Katolik, Buddha, Hindu, maupun Konghucu. Tradisi setiap agama bisa jadi berbeda dalam melaksanakan puasa tersebut.

Puasa juga dilakukan pada ranah medis. Seseorang yang akan melakukan operasi besar biasanya dianjurkan untuk berpuasa. Salah satu tujuannya adalah mengosongkan saluran cerna. Sisa makanan pada saluran cerna bisa mempersulit tindakan operasi nantinya.

Puasa juga banyak dilakukan untuk diet. Istilah yang biasa kita dengar adalah intermittent fasting”. Diet ini umumnya dilakukan selama 16 jam dengan waktu yang bisa lo tentukan sendiri. Jika diet umumnya mengatur mengenai pembatasan jenis makan, metode ini digunakan untuk mengatur atau membatasi jam makan.

Fenomena Puasa
Gambar oleh: Super Fast Diet

Aktivitas yang Berubah Ketika Puasa

Ketika menjalankan puasa, hal yang biasa kita tahu adalah menahan lapar dan haus dalam waktu tertentu. Namun, dalam menjalankan puasa gak hanya sebatas itu. Dalam beberapa agama, salah satunya Islam, ketika berpuasa gak diperkenankan berkata yang kurang baik seperti mengumpat atau memaki.

Ketika keadaan normal kita bisa makan 3 kali sehari bahkan lebih. Sedangkan, ketika berpuasa kita memiliki beberapa batasan yang telah diatur. Maka dari itu, perubahan aktivitas seperti itu bisa berpengaruh pada tubuh kita.

Aktivitas yang Berubah Ketika Puasa
Gambar oleh: Makeameme

Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik

Puasa biasanya dilakukan sekitar 10-20 jam. Selama waktu tersebut, seseorang gak boleh makan, minum, dan beberapa pantangan lainnya. Meskipun dalam aktivitasnya terkesan ekstrim, ternyata puasa dapat memberikan dampak baik ke tubuh kita.

Puasa bisa melancarkan metabolisme tubuh, sebagai detoksifikasi tubuh secara alami, sampai menurunkan berat badan. Puasa juga membantu mencegah dari penyakit kronis seperti kanker maupun jantung, membantu mengontrol gula darah, dan menurunkan kadar kolesterol darah. Selain itu, puasa mampu meningkatkan fungsi dan struktur otak yang mampu mencegah masalah seperti Alzheimer dan Parkinson.

Manfaat Puasa bagi Kesehatan Mental

Jika berbicara mengenai kesehatan fisik gak bisa jauh dari kesehatan mental. Keduanya saling berhubungan dan gak dapat dipisahkan. Kesehatan fisik berpengaruh pada mental dan sebaliknya.

Dalam hal ini, puasa juga punya manfaat untuk kesehatan mental. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan. Kita bahas satu-satu, yuk!

1. Puasa Dapat Mengurangi Stres

Ketika puasa, seseorang tanpa sadar memperbaiki pola makan. Misalnya, agar kuat berpuasa maka ketika pagi harus sahur terlebih dahulu. Pola makan baik akan menjaga hormon kortisol. Hormon kortisol tersebut bisa mengurangi stres.

Selain itu tubuh juga lebih banyak memproduksi hormon endorphin. Hormon endorphin juga berpengaruh dalam mengurangi stress. Tak hanya itu, terdapat hormon lainnya seperti serotonin, NGF, dan BDNF yang membantu membuat mood baik.

Coba Juga: Tes Tingkat Keparahan Stres

2. Memperbaiki Kualitas Tidur

Orang yang berpuasa biasanya menghindari melihat TV -atau media sosial- sampai larut malam. Mereka cenderung tidur lebih awal agar dapat bangun pagi untuk melakukan sahur. Juga, mereka merasa lelah seharian sehingga dengan mudah untuk tidur.

Tidur juga dapat menjaga kesehatan mental lo. Ketika lo memiliki cukup tidur, otak akan membantu lo fokus dalam menjalankan aktivitas. Maka sebaliknya, tidur yang kurang memiliki berbagai dampak negatif. Salah satunya, kurang tidur juga bisa menyebabkan kesulitan mengingat pada hal-hal di sekitar kita.

3. Meningkatkan Kemampuan Sosial (Social Skill)

Banyak tradisi yang dilakukan selama puasa. Biasanya ketika buka, keluarga atau teman berkumpul untuk berbuka puasa bersama. Hal ini bisa meningkatkan kedekatan dan kelekatan antar anggota.

Namun, Tapi tetap hati-hati ya perseners! Jika ingin mengadakan buka bersama di kala pandemi Covid-19 ini, ingat untuk selalu menerapkan 3M, ya! Sebagai alternatif kalian bisa coba memasak hidangan untuk buka bersama keluarga di rumah. Bisa juga melakukan buka puasa secara virtual bersama teman.

Memasak Hidangan untuk Berbuka Dapat Meningkatkan Social Skill
Gambar oleh: Unsplash

4. Self-Control atau Kontrol Diri yang Baik

Berpuasa bukan hanya menahan lapar dan haus saja. Ada beberapa pantangan yang gak boleh dilakukan. Misalnya berkata kasar, marah, berbohong, merokok, bahkan sampai berhubungan seksual.

Semua aktivitas kita sebenarnya berada penuh dalam kontrol kita. Kita sebenarnya bisa memilih untuk melakukannya atau enggak. Konsep reward dan punishment bisa mengambil peran dalam memutuskan sesuatu.

Kalau melakukan hal yang gak diperbolehkan saat puasa tersebut, bisa jadi terdapat punishment atau hal yang harus “dibayar”. Misalnya mengganti ulang puasa atau membayar denda tertentu. Punishment tersebut bisa membuat seseorang berpikir dua kali untuk melakukan pantangan puasa tersebut.

Orang yang berhasil gak melakukan pantangan puasa tersebut mendapatkan reward. Salah satunya adalah rasa puas terhadap kemampuan diri. Orang yang bisa mengendalikan diri untuk mematuhi “aturan” puasa berarti dia mampu memiliki self-control yang baik pula. Hal ini melatih diri untuk fokus terhadap apa yang bisa dikontrol dibandingkan apa yang gak bisa dikontrol.  

Baca Juga: Cara Mengontrol Emosi

5. Menumbuhkan dan Mengasah Empati

Kondisi saat berpuasa membuat seseorang lebih bisa berempati dengan orang lain. Saat merasa lapar dan haus, seseorang menyadari adanya kondisi orang lain yang serba berkecukupan. Tak jarang, seseorang juga merasa “cukup” atas kondisinya.

Rasa empati tersebut terkadang membangkitkan inisiatif kemanusiaan. Banyak orang yang melakukan tradisi bagi takjil gratis sampai bersedekah kepada orang yang membutuhkan. Hal tersebut bisa mengarah pada sikap altruisme.

Rekomendasi Youtube: “Ini Langkah Pertama Menjadi Sehat Mental (Cara Menjaga Mental)”

Dari Satu Persen

Puasa atau menahan gak makan maupun minum terdengar ekstrim untuk dilakukan. Namun, ternyata banyak penelitian yang justru membuktikan puasa memiliki banyak dampak baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Jadi, kegiatan puasa ini aman untuk dilakukan asalkan sesuai kebutuhan dan aturan ya!

Tapi gak menutup kemungkinan ketika berpuasa lo gak lagi baik-baik saja. Terutama mengenai kondisi kesehatan mental. Apalagi kalo lo lagi ngerasain berbagai macam masalah. Saran gue, lo bisa coba konsultasikan ke Mentor atau Psikolog Satu Persen. Lo bisa bebas bercerita tanpa takut di-judge!

Satu-Persen-Artikel--Cover-Image--2-


Kalo lo tertarik untuk membaca konten edukasi seperti ini, sabi banget cek artikel lainnya di Blog Satu Persen. Ada banyak artikel dengan tema-tema menarik dan bervariasi yang bisa lo baca. Jangan lupa juga follow Instagram @satupersenofficial dan Youtube Satu Persen, ya!

Sekian untuk artikel hari ini! Semoga bisa menambah insight lo dan berkembang se-enggak-nya Satu Persen tiap harinya menuju #HidupSeutuhnya!  See you!

References

Adelayanti, N. (2020, April 29). Discovering the Advantages of Fasting for Mental Health. https://ugm.ac.id/en/news/19358-discovering-the-advantages-of-fasting-for-mental-health

Garcia,V. (2020, July 21). Kenapa Harus Puasa Sebelum Operasi? https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2998639/kenapa-harus-puasa-sebelum-operasi

Gilavand, A., & Fatahiasl, J. (2018). Studying effect of fasting during Ramadan on mental health of university students in Iran: A review. J Res Med Dent Sci, 6(2), 205-9.

Imran Khan Cancer Appeal. (n.d.). The Physical Health Benefits of Fasting in Ramadan. https://www.ikca.org.uk/news/physical-health-benefits-fasting/

Ini, B. H. (2020, April 30). Selain Islam, 5 Agama Ini Juga Punya Tradisi Puasa. https://kumparan.com/berita-hari-ini/selain-islam-5-agama-ini-juga-punya-tradisi-puasa-1tK3nEFddFu/full

Khan, M. M. A., Nor, N. M., Mamat, N. M., Mohd-Shukri, N. A., & Bakar, W. A. M. A. (2018). Fasting in Islam: a combination of spiritual elevation and prevention of diseases. IIUM Medical Journal Malaysia, 17(2).

Kinanti, A. A. (2021, April 1). 7 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik dan Mental.  https://www.popmama.com/life/health/annas/manfaat-puasa-untuk-kesehatan-fisik-dan-mental/7

Meo, S. A., & Hassan, A. (2015). Physiological changes during fasting in Ramadan. J Pak Med Assoc, 65(5 Suppl 1), S6-14.

Mousavi SA, Rezaei M, Amiri Baghni S, Seifi M. Effect of Fasting on Mental Health in the General Population of Kermanshah, Iran. J Fasting Health. 2014; 2(2): 65‐70.

Muza, V. (2021, March 13). Does Fasting Reduce Stress and Anxiety? (The Truth).  https://www.catesnutrition.com/does-fasting-reduce-stress-and-anxiety/

Nikfarjam, M., Noormohammadi, M. R., & Mardanpour-Shahrekordi, E. (2015). The effect of fasting on emotional intelligence. National Journal of Laboratory Medicine, 4(4), 67-71.

Ramadhan, M. I., (2021, April 12). Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik dan Mental. https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3627292/manfaat-puasa-untuk-kesehatan-fisik-dan-mental

Toda, M., & Morimoto, K. (2004). Ramadan fasting - Effect on healthy Muslims. Social Behavior and Personality: An international journal, 32(1), 13-18.

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.