Self-Love vs Selfish: Terlihat Sama, Namun Nyatanya Berbeda (Couple Edition)

Hubungan
Dimas Yoga Maha Putra
6 Okt 2021
Satu Persen - Self-love vs Selfish: Terlihat Sama, Namun Nyatanya Berbeda

Halo, Perseners! Gimana kabarnya?

Bisa dibilang, mencintai diri sendiri sudah tidak asing lagi bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye mencintai diri atau self-love disiarkan di banyak saluran media sosial. Mencintai diri sendiri tampaknya menjadi premis kebahagiaan kita. Bukan hal yang aneh bagi sebagian dari kita untuk secara tidak sadar menggunakan premis ini untuk menempatkan kepentingan pribadi kita di atas kesehatan mental kita. Tanpa benar - benar memahami apa tujuan akhir dari mencintai diri sendiri.

Belakangan ini juga, banyak dari teman - teman gue yang curhat kalo mereka merasa lebih sayang dan fokus sama pasangannya (selfish) dibandingkan sama dirinya sendiri (self-love). Istilah anak muda sekarang sih kalo dibilang, “bucin”. Mereka merasa, memberikan sesuatu yang terbaik kepada pasangan akan membuat perasaan bahagia tersendiri. Kenyataannya, itu salah loh Perseners!

Nah, di artikel kali ini gue akan membahas seputaran tentang apa itu self-love dan selfish serta perbedaan dari keduanya. Jadi simak hingga akhir dan jangan lupa buat share ke teman - teman maupun kerabat lo, selamat membaca.

Tapi sebelumnya, ada pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang, semakin kenal tambah sayang. Jadi, kenalin nama gue Dimsyog (acronym dari Dimas Yoga). Disini gue sebagai part time Blog Writer dari Satu Persen. Simak sampai habis ya!

Baca juga Self-Love: Menghargai Diri Sendiri, Kalau Bukan Kamu Siapa Lagi?

Sumber dari knowyourmeme.com

Pada dasarnya, mis interpretasi istilah selfish dan self-love sering banget terjadi, termasuk gue pun dulu pernah mengalaminya. Sebagai contoh, dimana dulu gue ngerasa bahagia banget kalo pasangan gue tuh dapet kebahagian dari gue. Gue pengen semua yang terbaik buat dia sampai gue pun lupa kalo diri gue sendiri ternyata berhak bahagia juga.

Dari pengalaman gue ini, ada hal yang bisa gue ambil yaitu kita sering begitu fokus mencintai dan menyenangkan orang lain sehingga kita melupakan diri kita sendiri. Padahal, orang yang harus dicintai terlebih dahulu adalah diri lo sendiri baru orang lain.

Kalo sampai sini lo masih tetap merasa mencintai orang lain (selfish) itu sama dengan mencintai diri sendiri (self-love) tanpa memikirkan diri lo terlebih dahulu, berhentilah sejenak. Mari kita lihat perbedaan self-love vs selfish (Couple Edition).

So, sebelumnya apa sih itu Self-Love?

Banyak orang berpikir bahwa self-love dan selfish adalah hal yang sama. Orang sering mengabaikan self-love hanya karena mereka benci dianggap selfish. Ada juga orang yang, karena mementingkan diri sendiri, menganggap diri mereka selfish. Namun, pada kenyataannya, ada perbedaan antara self-love dan selfish.

Bagi lo semua yang pengguna aktif sosial media pasti gak asing lagi kan dengan istilah self-love ini. Entah itu lo denger dari portal berita, grup Whatsapp, Social Media, ataupun obrolan antar sesama teman.

But, mungkin banyak sebagian dari lo yang masih belum paham mengenai hal ini. Karena itu, ayo kita bahas apa itu self-love.

Nah, Self-love menurut psikolog Deborah Khoshaba Psy.D, diartikan sebagai sebuah kondisi di mana kita dapat mengapresiasi diri ketika mampu bertindak ke arah yang mendukung perkembangan fisik, psikologis, dan spiritual diri. Contoh simpelnya, mulai menerima kekurangan dan kelebihan, memiliki rasa kasih sayang terhadap diri sendiri, lebih fokus terhadap tujuan hidup yang dimiliki, serta hidup secara puas melalui usaha yang telah dilakukan.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa self-love adalah suatu keadaan dimana kita sebagai individu dapat menerima segala aspek keberadaan kita, baik positif maupun negatif, berwujud dan tidak berwujud. Ini juga merupakan keadaan di mana kita bisa bahagia atas apa yang telah kita capai.

Cobain Tes, Yuk Cintai Diri Lebih Baik Versi Kamu!

Sebaliknya, Selfish itu apa sih?

Selfish itu secara singkatnya kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya egois, self-centered, apa - apa harus dia, sebuah keputusan harus ada manfaat nya untuk dia kalo engga dia, gak mau setuju. Dapat disimpulkan bahwa selfish keadaan dimana kita terlalu fokus terhadap suatu hal tanpa memikirkan diri kita sendiri terlebih dahulu ataupun sebaliknya.

Dari pernyataan diatas, meskipun sama sama membahas tentang “diri sendiri,” Self-Love dan Selfish menurut gue 2 hal yang berbeda sih.

Berbeda dalam artian, mencintai orang lain gak lantas buat lo jadi orang yang gak peduli akan diri lo sendiri. Sebaliknya, mencintai diri lo sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain gak lantas buat lo menjadi orang yang self-centered ataupun egois. Karena lo dan pasangan lo sama sama berhak bahagia.

Sejatinya, sebelum memasuki sebuah hubungan percintaan, hal yang paling pertama harus lo lakuin adalah mencintai diri lo sendiri! Ketika lo udah suka sama diri lo sendiri, otomatis tindakan mencintai diri lo sendiri akan datang dengan sendirinya.

Tindakan mencintai diri sendiri atau self-love akan selalu menemani lo saat berada di lingkungan dimana lo mencintai diri sendiri. Lo akan menjadi lebih baik, lebih lembut, dan lo akan lebih memahami diri sendiri.

Sebaliknya, kalau lo memasuki sebuah hubungan percintaan dengan harapan ingin membahagiakan orang lain tanpa memikirkan kebahagian diri lo, mending buang jauh - jauh pikiran itu deh. Sama saja itu akan mengikis mental lo secara perlahan - lahan.

Sekali lagi, Ingat, sebelum lo mencintai orang lain, cobalah untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Ini akan membantu lo memahami cara menjaga diri sendiri dan tidak terlalu bergantung pada pasangan.

Harapannya, self-love bisa membantu lo dalam menjalankan hubungan agar tidak menjadi selfish. Karena sejatinya, dalam hubungan percintaan itu kita harus tau kalau semuanya itu harus balance.

Kalo lo sampai saat ini masih merasa kesulitan buat melatih self-love, lo bisa nonton video tentang penjelasan selengkapnya di bawah ini. Jangan lupa juga buat pantengin terus informasi dari kita dengan follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial.

Cara Mencintai Diri Sendiri dengan Benar (Tanpa Menjadi Egois)

Kalo masih kurang, lo juga bisa ikut online konseling Satu Persen. Di dalamnya lo bisa menceritakan kesulitan lo tersebut bersama psikolog yang emang udah terbukti bisa membimbing lo dalam menyelesaikan masalah. Lo bisa cek benefitnya apa aja, dengan mengklik gambar di bawah ini!

Klik Disini, Konseling dengan Psikolog Satu Persen

Dengan membaca artikel ini gue berharap bisa membuat lo berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Gue Dimsyog dari Satu Persen, selamat mencoba untuk menjadi sahabat dan teman terbaik bagi diri lo sendiri, Thanks!

Referensi:

Khoshaba, D. 2012. A seven-step prescription for self-love. Psychology Today Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/get-hardy/201203/seven-step-prescription-self-love.

Azalia, T. 2020. Beda Tipis, Apasih Perbedaan Self-Love dan Selfish?https://riliv.co/rilivstory/perbedaan-self-love-dan-selfish/

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.