Perbedaan Kepribadian Narsistik dan Percaya Diri yang Perlu Diketahui

Kesehatan Mental
Tunjung Senja Widuri
17 Jan 2022
Perbedaan Kepribadian Narsistik dan Percaya Diri
Satu Persen - Perbedaan Kepribadian Narsistik dan Percaya Diri

Halo, Perseners! Balik lagi sama aku Senja, Blog Writer di Satu Persen.

Setiap orang pasti ingin tampil percaya diri. Percaya diri membantu kita buat berani menghadapi tantangan, menerima kekurangan diri, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan semangat. Namun, terdapat anggapan bahwa percaya diri itu sama dengan kepribadian narsistik. Padahal makna keduanya jelas berbeda. Orang yang percaya diri belum tentu narsistik, tapi orang narsistik jelas memiliki kepercayaan diri yang berlebih.

So, di sini aku mau jelasin perbedaan kepribadian narsistik dan percaya diri supaya lebih jelas ya, Perseners!

kepribadian narsistik
Source: memegenerator.com

Pengertian Kepribadian Narsistik

Menurut Diagnosis And Statistical Manual of Mental Disorder IV-TR (American Psychiatric Association), kepribadian narsistik ditandai dengan adanya fantasi atau perilaku berlebihan terhadap kekuasaan, kecantikan, kesuksesan, kebutuhan besar untuk dikagumi oleh orang lain, dan kurangnya kemampuan untuk berempati. Singkatnya, narsistik adalah sebuah gangguan kepribadian di mana penderita merasa dirinya istimewa dan lebih penting dari orang lain.

Penderita kepribadian narsistik memiliki harga diri yang rapuh dan rentan terhadap kritik sekecil apa pun. Tidak diketahui secara pasti penyebab kepribadian narsistik. Namun, gangguan kepribadian narsistik dapat dikaitkan dengan:

  1. Lingkungan: Seperti orang tua terlalu memuja anaknya atau kritik berlebihan yang tidak sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan anak.
  2. Genetika: karakteristik bawaan.
  3. Neurobiologi: hubungan antara otak dan perilaku yang menyebabkan kepribadian narsistik.

Faktor yang Memengaruhi Kepribadian Narsistik

a. Self-esteem (Harga Diri)

Orang yang narsistik memiliki harga diri yang rapuh. Mereka cenderung bergantung pada interaksi sosial dan rentan kritik.

b. Depression (Depresi)

Depresi cenderung memengaruhi kepribadian narsistik. Depresi terjadi karena ada anggapan bahwa dirinya adalah orang yang penting untuk mendapatkan perhatian orang lain. Sehingga biasanya ketika ia tidak bisa mencapai harapan yang diinginkan, ia akan berbalik menyalahkan orang lain.

c. Loneliness (Kesepian)

Perasaan negatif karena seseorang tidak mampu menjalin hubungan akrab dengan orang lain.  Apabila orang lain kurang memenuhi harapannya, ia tidak segan buat menyingkirkan orang tersebut. Sehingga ia tidak bisa memahami orang lain dan memiliki sedikit empati.

d. Subjective Well-Being (Perasaan Subjektif)

Perasaan subjektif adalah perasaan bahwa ia merupakan orang yang sempurna sehingga hal tersebut membuatnya hidup dalam fantasi keberhasilan. Padahal sebenarnya hal itu belum terwujud.

Berbeda halnya dengan kepribadian narsistik, percaya diri berkaitan soal keyakinan atau kepercayaan dalam diri yang tujuan akhirnya bakal membangun pribadi lebih baik. Di bagian selanjutnya, aku akan jelasin mengenai informasi seputar percaya diri.

percaya diri
Source: imgflip.com
Baca juga: Membandingkan Diri Bikin Nggak Percaya Diri

Pengertian Percaya Diri

Melansir dari pyschologytoday.com, percaya diri adalah keyakinan pada diri sendiri untuk memiliki kemampuan menghadapi tantangan hidup dan berhasil bertindak sesuai dengan kemauannya. Secara singkat, percaya diri adalah sikap tentang keterampilan dan kemampuan.

Percaya diri berarti mempercayai bahwa diri sendiri memiliki kontrol atas hidupnya. Orang yang percaya diri juga menerima kritik dengan baik. Mereka menyadari bahwa seseorang memiliki kelebihan dan kekurangan dalam diri mereka. Sehingga perbaikan diri adalah hal yang wajar untuk dilakukan.

Karakteristik Orang yang Percaya Diri

  1. Percaya kepada diri sendiri
  2. Tidak tergantung pada orang lain
  3. Tidak ragu-ragu
  4. Merasa diri sendiri berharga
  5. Tidak sombong
  6. Berani untuk bertindak

Setelah mengetahui makna narsistik dan percaya diri, aku bakal jelasin perbedaan sikap orang yang memiliki rasa percaya diri dengan orang yang narsistik di bawah ini.

rasa percaya diri
Source: Pinterest.com
Baca juga: Kepercayaan Diri, Mengapa Penting Untuk Dimiliki

Perbedaan Kepribadian Narsistik dan Percaya Diri

1.Orang narsistik akan berfokus pada dirinya sendiri

Orang yang narsistik merasa punya kebutuhan yang harus dipenuhi sehingga ia banyak menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri. Hal ini bertolak belakang dengan orang yang percaya diri. Mereka lebih mementingkan kepentingan orang lain. Mereka juga memandang kesejahteraan orang lain lebih penting sehingga perlu didahulukan.

2. Kepribadian narsistik cenderung haus akan pengakuan orang lain

Orang narsistik gemar menunjukkan pencapaian yang dimiliki sehingga mereka haus akan pengakuan. Orang yang percaya diri tidak akan berusaha membuktikan dirinya kepada orang lain. Mereka tidak berfokus pada pendapat orang lain karena percaya akan kemampuan dirinya sendiri.

3. Kepribadian narsistik suka mengeksploitasi orang lain demi keuntungan pribadi

Berbeda halnya dengan orang yang percaya diri, mereka akan mendorong dan memberi kebaikan kepada orang lain. Kepribadian narsistik merasa memiliki kebutuhan yang dikagumi oleh orang lain. Hal itu yang menjadi pendorong ia suka memanfaatkan orang lain.

4. Orang narsistik tidak mau mengakui kesalahan

Orang narsistik merasa bahwa dirinya layak untuk diperlakukan secara istimewa. Sehingga ia merasa tidak bersalah atas kesalahan yang ia perbuat sendiri. Orang yang percaya diri tidak akan segan buat mengakui kesalahannya. Mereka akan bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

5. Orang narsistik cenderung berpikiran sempit

Mereka yang narsistik cenderung egois. Berbeda halnya dengan orang yang percaya diri, mereka memiliki pemikiran terbuka terhadap segala sesuatu.

perbedaan narsistik dan percaya diri
Source: memecreator.org

Bahaya Kepribadian Narsistik

Orang yang narsistik cenderung akan membuat orang di sekitarnya kesulitan. Mereka suka mendominasi dan memanipulasi orang di sekitarnya. Mereka tidak tahu aturan dan sopan santun. Ditambah orang yang narsistik juga cenderung egois dan tidak empati terhadap orang lain.

Orang dengan gangguan kepribadian narsistik mungkin tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan dirinya. Hal ini disebabkan efek negatif dari narsistik yang biasanya dirasakan oleh orang di sekitarnya. Sehingga kemungkinan besar orang dengan kepribadian narsistik jarang mencari pengobatan atas kondisinya itu.

bahaya kepribadian narsistik
Source: 9gag.com

Untuk mengetahui tingkat percaya diri milik sendiri, kalian bisa ikuti Tes Faktor Kepercayaan Diri di sini.

Terus Bagaimana Cara Berhadapan Sama Orang yang Punya Kepribadian Narsistik?

Seperti yang kita tahu, orang dengan gangguan kepribadian narsistik kemungkinan besar akan jarang mencari pengobatan atas kondisinya itu. Jadi, hal yang dapat Perseners lakukan adalah mengontrol diri ketika berhadapan dengan orang berkepribadian narsistik. Melansir dari verywellmind.com, ada beberapa cara yang bisa dilakukan ketika orang terdekat kalian kalian punya kecenderungan kepribadian narsistik:

1.Jangan terlalu diambil hati

Pahami kalau kalian memang sedang berhadapan sama orang berkepribadian narsistik. Orang dengan gangguan narsistik tidak mudah mengubah perilaku narsistiknya. Jadi, jangan terlalu diambil hati apabila sikap dan perilaku yang dilakukannya menyinggung Perseners.

Perseners bisa sedikit demi sedikit mendorongnya untuk mendapat bantuan. Namun, tidak bertanggung secara penuh atas kesembuhan mereka.

2. Menetapkan batasan

Kenapa hal ini penting? Menciptakan batasan dapat memperjelas perilaku tertentu yang tidak bisa ditoleransi. Batasan dilanggar, berarti harus ada konsekuensi yang ditanggung. Contohnya, apabila Perseners punya pasangan yang sudah melakukan kekerasan terhadap kalian.

3. Hati-hati terhadap gaslighting

Orang berkepribadian narsistik dapat memanipulasi kalian dengan menyangkal kenyataan yang ada. Hal ini dapat membuat kalian meragukan diri sendiri. Kalian perlu mewaspadai hal ini, ya!

4. Meningkatkan harga diri

Berada di sekitar orang narsistik berarti kalian harus punya mental yang kuat untuk berhadapan dengannya. Pastikan harga diri kalian tetap sehat dan baik! Bahkan jika mereka mungkin coba meremehkan atau memanipulasi kalian.

5. Temukan dukungan

Berhadapan dengan orang berkepribadian narsistik memang melelahkan. Jadi, alangkah lebih baik sebenarnya kalau kalian punya seseorang yang bisa diajak bicara tentang masalah ini. Salah satu hal yang bisa kalian coba adalah berkonsultasi.

Di sini, Satu Persen dapat memberikan konsultasi yang tepat buat masalah kalian. Jangan khawatir karena layanan konsultasi di Satu Persen dilakukan secara one-on-one, kok. Jadi terjamin kerahasiaanya, ya! Kalian juga bisa memilih sesi konsultasi yang tepat sesuai dengan kesulitan kalian. Terdapat sesi mentoring dan konseling yang masing-masing punya manfaat tersendiri.

Kalian bisa kepoin layanan konseling Satu Persen dengan klik banner di bawah ini!

CTA-Blog-Post-06-1-16

Oiya, penting juga buat kalian tidak menjustifikasi seseorang yang memiliki gangguan narsistik sebelum bertemu psikolog. Pastikan orang terdekat kalian juga tidak self diagnosis setelah mengonsumsi informasi dari internet. Kalian juga bisa mendorong orang terdekat kalian melakukan sesi konsultasi untuk diagnosis tepatnya.

Jika kalian ingin mengetahui kelebihan diri sehingga bisa percaya diri jika ditanya mengenai kelebihan kalian, coba Tes Faktor Kepercayaan Diri, yuk. Kalian juga bisa nonton video ini buat bantu meningkatkan rasa percaya diri, kalian!

So, sekian dulu dari aku Perseners, semoga artikel ini membantu kalian buat mencapai hidup sepenuhnya Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Referensi:

Narcissistic Personality Disorder|mayoclinic.org.(n.d).Retrieved January, 5 2021, from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcissistic-personality-disorder/symptoms-causes/syc-20366662

Confident or Narcissistic? Here are 5 Ways to Tell the Difference|thrivework.com. (n.d). Retrieved January, 5 2021, from:https://thriveworks.com/blog/confident-or-narcissistic/

Confidence|psychologytoday.com. (n.d). Retrieved January, 5 2021, from:https://www.psychologytoday.com/us/basics/confidence

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.