Kesehatan Mental Menurun, Harus Apa?

Kesehatan Mental
Calvin Tjandra
19 Apr 2022

Ilustrasi orang mengalami kelelahan.

Sebagai manusia, pasti ada saat-saat di mana kita merasa sedih atau tertekan. Terkadang hal itu sampai mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Kita kehilangan nafsu makan, minat untuk melakukan hobi, punya kekhawatiran terhadap banyak hal, sampai kesulitan untuk tidur dan beraktivitas.

Sebenarnya, itu kenapa sih? Apakah ada yang salah dengan kesehatan mental kita? Kenapa, dan apa yang harus dilakukan?
Kalau kamu sedang mengalami situasi tersebut dan bingung harus ngapain, kamu berada di artikel yang tepat.

Daftar Isi

  1. Apa itu Kesehatan Mental?
  2. Tanda-tanda Kesehatan Mental memburuk
  3. Penyebab Kesehatan Mental menurun
  4. Cara meningkatkan Kesehatan Mental
  5. Jika kesehatan mental tidak kunjung membaik

Kesehatan Mental

Pertama, kita harus tahu dulu apa itu kesehatan mental.

Kalau menurut WHO, kesehatan mental adalah keadaan di mana kamu memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan dan stres sehari-hari, bekerja secara produktif, serta berkontribusi terhadap lingkunganmu.

Terus, apa saja tanda-tanda kesehatan mental mulai memburuk?

Ada beberapa tanda-tanda yang bisa kamu jadikan patokan untuk mengetahui baik-buruknya kondisi kesehatan mentalmu, diantaranya:

1. Kesulitan menghadapi masalah sehari-hari

Masalah itu adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Siapa sih yang nggak punya masalah? Nah, kamu harus mulai waspada ketika ada saat di mana kamu mulai kesulitan menghadapinya.

Misalnya, biasanya kamu bisa selesai mengerjakan tugas kuliah walaupun dengan susah payah. Tapi kali ini, kamu nggak bisa sama sekali menggerakkan dirimu untuk mengerjakan tugas. Hal inilah yang harus kamu perhatikan, barangkali ada sesuatu yang salah dalam dirimu.

2. Merasa tidak bahagia dan tertekan

Emosi manusia itu banyak sekali, dan sesekali kita mungkin merasa sedih dan tertekan. Namun, ketika perasaan itu kita alami berlarut-larut, ada baiknya kita waspada dan mulai aware terhadap kondisi kita.

Apalagi ketika kamu mulai tidak menikmati aktivitas yang biasanya membuatmu bahagia. Bisa jadi hal tersebut merupakan salah satu tanda menurunnya kondisi kesehatan mentalmu.

3. Sulit berkonsentrasi dan mengambil keputusan

Sebenarnya kedua hal tersebut merupakan hal yang wajar, namun menjadi sesuatu yang perlu kita waspadai apabila terjadi secara terus menerus dan mengganggu keseharian kita.

Kedua hal ini menjadi salah satu tanda menurunnya kesehatan mental, karena stress bisa memicu otak kita untuk merasa kelelahan dan berakibat pada konsentrasi dan pengambilan keputusan.

4. Perubahan pola tidur, makan, dan melakukan aktivitas sehari-hari

Salah satu tanda menurunnya kesehatan mental adalah perubahan dalam pola tidur dan makan.
Beberapa orang mengalami hilangnya nafsu makan atau kesulitan untuk tidur, sementara beberapa orang yang lain justru mengalami peningkatan nafsu makan atau jam tidur ketika sedang menghadapi stress.

5. Merasa hidup tidak berguna dan tidak ada artinya

Makna dan tujuan hidup itu sangat penting bagi kesehatan kita. Tanpa hal tersebut, kita menjadi hilang tujuan dan menganggap hidup tidak lagi berarti.
Seringkali, keinginan untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup juga timbul akibat hal ini. Kalau hal tersebut sudah mulai kamu rasakan, ada baiknya kamu mulai waspada.


Nah, kelima tanda tersebut sebenarnya udah jadi suatu “alarm” di hidup kita kalau misalnya ada sesuatu yang salah dari hidup kita. Kalau misalnya tanda-tanda itu kamu alami dan  udah mengganggu hidupmu, ada baiknya kamu segera mengambil action. Salah satunya adalah mengkonsultasikan permasalahanmu bersama Mentor Satu Persen yang siap membantumu.

Banner-Konsultasi-Ad-2


Ok, I see. Apa yang menyebabkan itu semua terjadi?

Sebenarnya, ada banyak faktor yang menyebabkan turunnya kesehatan mental pada dirimu. Tidak semua orang mengalami semua penyebab ini, tapi mungkin bisa jadi kamu mengalami salah satunya. Apa sajakah itu?

1. Kamu menghadapi tekanan yang besar.

Tekanan tersebut bisa berasal dari pekerjaan, keluarga, akademik, maupun hal lainnya.

Misalnya, kehilangan pekerjaan. Hal tersebut sangat menekan dirimu, karena kamu mungkin kehilangan pendapatan yang selama ini menjadi sumber pembiayaan hidupmu, bahkan keluargamu. Peristiwa tersebut juga mungkin membuatmu merasa gagal dan menimbulkan emosi negatif lainnya.

2. Kamu sedang menghadapi perubahan.

Perubahan itu bisa terjadi dalam berbagai hal.

Misalnya perubahan dalam keluarga, di mana kedua orang tuamu bercerai. Hal tersebut membuat perubahan yang besar dalam dinamika keluarga dan mempengaruhi kesehatan mentalmu.

3. Kamu sedang mengkhawatirkan sesuatu.

Mungkin ada banyak hal yang sedang kamu cemaskan, seperti masalah masa depan, asmara, akademik, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Jumlah kecemasan yang 'pas' bisa membantu kita tampil lebih baik dan merangsang kreativitas. Tapi, kecemasan yang muncul terus-menerus bisa menyebabkan tekanan emosional yang dapat berpengaruh pada kesehatan mental kita.

4. Kamu sedang mengalami peristiwa kehilangan.

Kehilangan seseorang dapat menyisakan duka dalam diri kita. Duka adalah hal yang wajar, meskipun untuk beberapa saat, kamu mungkin merasakan emosi negatif yang cukup kuat dalam dirimu.

5. Kamu sedang dipenuhi banyak tanggung jawab.

Hal tersebut dapat membuatmu merasa kewalahan dan memicu timbulnya berbagai emosi negatif. Selain itu, kamu mungkin kehilangan waktu untuk bersantai dan melakukan aktivitas yang dapat membuatmu merasa bahagia.

6. Kamu sedang melewati periode penuh ketidakpastian.

Contohnya adalah ketika kita melewati masa pandemi. Ketidakpastian atau perubahan dapat membuat kita cemas tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan.

Lalu, apa yang bisa aku lakukan untuk meningkatkan kesehatan mentalku?

1. Memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan baik, yaitu dengan makan sehat, tidur teratur

Meski sulit, usahakan selalu untuk memenuhi kebutuhan dirimu, ya! Makanan sehat bisa menjadi sumber energi, yang juga bisa menimbulkan mood yang bagus dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Tidur yang cukup dapat me-recharge tubuh dan pikiranmu. Kekurangan tidur dapat membuat tubuh dan pikiranmu tidak berfungsi secara optimal. Sesibuk apapun kegiatanmu, jangan lupa luangkan waktu untuk beristirahat, ya!

2. Menjalin hubungan dan komunikasi dengan orang lain

Sebagai makhluk sosial, kita punya kebutuhan emosional untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Berbagai penelitian mengungkapkan kalau kesepian bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental, bahkan fisik kita.  

Kamu bisa meluangkan waktu untuk menyapa atau berbincang sejenak dengan teman atau keluargamu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

3. Melakukan aktivitas fisik.

Kesehatan fisik memiliki hubungan dengan kesehatan mental. Ketika kita melakukan aktivitas fisik, otak kita mengeluarkan hormon serotonin dan endorphin, yang bisa meningkatkan suasana hati.

Nggak perlu melakukan aktivitas berat, aktivitas fisik ringan seperti berjalan selama 15 menit, juga sudah dapat membantu meningkatkan kesehatan mentalmu.

4. Melakukan penanggulangan (coping) stress dengan baik.

Stress adalah hal yang tidak dapat dihindari dalam hidup kita, Karenanya, penting banget buat kita untuk punya coping yang baik untuk menangani stress.

Setiap orang punya caranya masing-masing untuk menangani stress. Temukan cara andalanmu, ya! Kamu bisa bercerita kepada teman, atau melakukan aktivitas-aktivitas yang menenangkan seperti meditasi atau menulis jurnal. Hindari juga melakukan aktivitas yang merusak tubuh untuk menghadapi stress, seperti minum alkohol atau merokok.

Apa yang harus aku lakukan apabila kondisi kesehatan mentalku tidak kunjung membaik?

Setiap orang memiliki batas dan kemampuan masing-masing dalam menyelesaikan masalah. Apabila cara-cara yang biasa kamu lakukan sudah tidak mempan, Mentor dan Psikolog Satu Persen siap menjadi teman ceritamu kapanpun kamu mau! Kamu bisa ceritain masalah kamu secara private dan mentor akan membantu untuk temukan solusinya.

CTA-Blog-Mentoring-5-5

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.