Buat Kamu yang Ingin Menikah (Hal yang Perlu Dipertimbangkan)

Hubungan
Nouvend Setiawan
18 Nov 2020
Hal-yang-Perlu-Dipertimbangkan-Sebelum-Menikah

Halo, Perseners!

Kamu pasti sudah pernah ke acara keluarga, ‘kan? Mungkin kamu lagi lebaran ke rumah saudara yang jauh atau sekadar bertamu ke rumah pamanmu yang berada di luar kota. Ada pertanyaan-pertanyaan yang seringkali membuat kamu, hmm...apa ya? Merasa risih. Yap, kamu pasti tahu pertanyaan tersebut.

Salah satunya adalah: kapan nikah?

Apalagi kalau kamu sudah berada pada umur 20-an , sudah lulus kuliah, dan sudah memiliki pacar. Kurasa pertanyaan itu sedikit tidak dapat dihindari, bukan? Well, mungkin kamu sering berandai-andai, kapan kamu harus menikah, bagaimana kehidupan setelah menikah, dan lain-lain.

Kenyataannya, banyak yang harus kamu pertimbangkan sebelum menikah. Dalam kesempatan kali ini, aku akan ngajak kamu untuk bahas mengenai hal-hal tersebut. Tentu saja, jika kamu ingin menikah!

Kualitas dan Keterampilan

Wah, kok jadi bahas kualitas dan keterampilan? Perlu kamu ketahui bahwa sebelum menikah, sebaiknya kamu mulai (jika belum) mengembangkan kualitas dalam dirimu. Pastikan kualitas ini yang dapat membantumu untuk mendapatkan kehidupan pernikahan yang baik dan damai. Apa saja contohnya? Kesabaran, komitmen, pengampunan, kebaikan, dan lain-lain. Ketika kamu berhasil menumbuhkan kualitas-kualitas itu dalam dirimu, kamu akan lebih mudah untuk menjalani pernikahan yang baik.

Keterampilan yang dapat kamu asah meliputi komunikasi efektif, partisipasi aktif (tidak sepihak), manajemen konflik, kejujuran emosional, termasuk mengutarakan apresiasi dan rasa bersyukur secara berkala.

Baca juga : Tips Hubungan Langgeng

Pertanyaan Penting

Pernikahan yang sehat itu baik untuk kesehatan fisik dan mental bagi para pasangan, lho! Pasangan yang sudah menikah cenderung memiliki akses terhadap sumber daya ekonomi yang lebih karena pendapatan yang digabung. Serta pasangan yang telah menikah dapat memberikan satu sama lain dukungan emosional saat diperlukan.  

Walaupun dampak dari pernikahan terhadap kesehatan pasangan itu kecil, tapi pasalnya dampaknya cukup signifikan, lho! Meskipun demikian, semuanya tergantung pada pernikahan itu sendiri.

Maka untuk mencapai sebuah pernikahan yang baik, kamu perlu menanyakan beberapa pertanyaan pada pasanganmu kelak.

Pertanyaan tersebut meliputi pertanyaan seputar anak, keluarga pasangan, pekerjaan, keuangan, persahabatan, gairah seksual, privasi, cinta, serta kesepakatan antara pisah dan bersama.

Konflik dan Rasa Cinta

Kamu dan pasanganmu mungkin bisa berada dalam sebuah hubungan yang baik, namun akan ada kalanya kamu merasa sedang ‘bosan’ dan sedang tidak lagi mencintai pasanganmu.

Konflik merupakan hal yang tidak dapat kamu hindari dalam sebuah hubungan, baik itu konflik besar atau kecil.  Maka dari itu kamu harus bisa untuk selalu mengingat nilai-nilai yang kalian terapkan sebagai pasangan ketimbang perasaan-perasaan sesaat yang mungkin saja tidak benar-benar kamu rasakan.

Mampukah kamu mengesampingkan perasaan sesaat itu demi mempertahankan hubungan dan value yang sudah kalian bangun bersama? Mampukah kamu menghadapi argumen (terkadang besar) yang akan datang dalam kehidupan pernikahanmu?

Kepercayaan

Hal yang sering menjadi penyebab dalam retaknya suatu hubungan adalah batasan kepercayaan antar pasangan yang bisa dibilang tidak jelas. Seberapa percaya kamu terhadap pasanganmu? Hal-hal apa saja yang dapat menjadi deal breaker dalam hubungan kalian? Apakah itu melirik orang lain, menggoda orang lain, atau mungkin sekedar baper sesaat.

Bicarakan hal-hal seperti itu sebelum kalian lanjut ke pernikahan, agar kalian dapat menghindari pertengkaran-pertengkaran yang bisa diatasi sebelumnya. Trust issue juga mungkin menjadi hal yang menjadi penghalang dalam hubunganmu.

Berbicara tentang pertengkaran. Menyerah terlalu cepat adalah salah satu hal yang disayangkan dalam pernikahan. Padahal, konflik dalam pernikahan atau hubungan secara umum adalah kesempatan untuk bertumbuh. Tapi ingat, kalau kamu mengalami tindakan abusive seperti kekerasan atau pelecehan, atau hal-hal yang tidak bisa ditoleransi, feel free to step out of that relationship!

Maaf

Kamu pasti sering membaca lelucon tentang “Kalau kamu sudah siap untuk minta maaf tanpa ada alasan apapun, kamu siap untuk pernikahan.”

Bukan berarti kamu semata-mata harus meminta maaf akan apapun yang terjadi. Melainkan, kamu harus pandai untuk mengerti perasaan pasanganmu, pandai mengomunikasikan perasaanmu sendiri (dan memiliki pasangan yang memahami perasaanmu juga), serta senantiasa untuk berkompromi.

Mengerti Pasangan

Mungkin ini seharusnya diletakkan di depan, ya. Kamu harus mengerti pasanganmu, as well as yourself. Ketika kamu mampu mengerti perasaan orang lain dan dirimu sendiri, kamu akan merasa lebih mudah dalam menjalin hubungan dengan orang lain (kecerdasan emosional berperan penting dalam hal ini).

CTA-Konsultasi-3

Kalau kamu ingin mengetahui lebih jauh tentang dunia pernikahan, kamu bisa mengikuti layanan online konseling, mentoring, beragam webinar, kelas online dan tes online gratis yang dimiliki oleh Satu Persen, layanan-layanan tersebut bisa membantu kamu untuk lebih mengenal dirimu dan membantumu memecahkan masalah ketika ingin menikah yang tidak dapat kamu tangani sendiri karena kamu akan dibantu oleh ahlinya.

Baiklah, kurasa cukup seperti itu. Jangan lupa sebelum mempraktikkan beberapa tips di atas, yang pertama harus kalian siapkan yaitu pasangannya hihi. Masih penasaran? Yuk, tonton video dari Satu Persen di bawah ini!

Buat kamu yang masih penasaran tentang dunia kesehatan mental dan self-developement, bisa banget buat berkunjung ke channel Youtube Satu Persen! Kamu juga bisa baca-baca artikel lainnya dari Satu Persen dengan langsung kunjungi blog Satu Persen atau dengerin kisah-kisah insightful melalui Podcast Satu Persen.

Jangan lupa buat terus pantengin informasi menarik dari kita dengan follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Aku harap lewat membaca artikel ini bisa membuat kamu berkembang menuju #HidupSeutuhnya dan berkembang menjadi lebih setiap hari, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Thanks!

References

Bloom, L., & Bloom, C. (2017, May 22). The Best Preparation for Marriage. Retrieved from Psychology Today: https://www.psychologytoday.com/us/blog/stronger-the-broken-places/201705/the-best-preparation-marriage

Lindsay, D. (2015, April 18). 17 things every couple should do together before they get married. Retrieved from METRO: https://metro.co.uk/2015/04/18/17-things-every-couple-should-do-together-before-they-get-married-5155241/

Pawlowski, A. (2019, September 3). What to know before getting married: Advice from a couples therapist. Retrieved from TODAY: https://www.today.com/health/what-know-getting-married-couples-therapist-advice-t122403

Pratt, E. (2017, November 9). Being Married May No Longer Make You Healthier. Retrieved from healthline: https://www.healthline.com/health-news/does-marriage-make-you-healthier

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.