Training Coaching dan Mentoring untuk Supervisor Depok: Kunci Mengembangkan Potensi Individu dan Tim

Muhamad Sidiq Isyawali
7 Feb 2026

Key Takeaways

  • Supervisor adalah kunci terdepan dalam pengembangan karyawan sehari-hari, bukan hanya HR.
  • Keterampilan Coaching dan Mentoring adalah alat utama untuk membuka potensi penuh individu dan tim.
  • Depok sebagai buffer city dengan tingkat mobilitas SDM yang tinggi, membutuhkan supervisor yang efektif dalam retensi talenta.
  • Pendengaran Aktif dan Pertanyaan Reflektif (Powerful Questioning) adalah fondasi coaching yang sukses.
  • Pelatihan yang terstruktur memberikan kerangka kerja (seperti model GROW) yang aplikatif untuk pembimbingan.
  • Manfaatnya mencakup peningkatan engagement, problem solving mandiri, dan budaya kerja yang berpusat pada pengembangan.

Di setiap organisasi yang sukses, pengembangan sumber daya manusia bukanlah tugas yang terpusat hanya pada departemen Human Resources (HR). Pengembangan terjadi setiap hari, di lini depan, dan aktor utamanya adalah para Supervisor dan Manajer Tingkat Pertama.

Namun, seringkali supervisor dipromosikan berdasarkan keahlian teknis mereka, bukan kemampuan mereka dalam mengelola dan mengembangkan orang lain. Akibatnya, mereka cenderung directing (memerintah) atau telling (memberi tahu solusi), alih-alih coaching (memandu penemuan solusi) dan mentoring (berbagi pengalaman). Pendekatan telling ini menghasilkan tim yang bergantung, kurang berinisiatif, dan memiliki tingkat engagement yang rendah.

Jika Anda beroperasi di Depok, sebuah kota yang dikenal dengan dinamika pendidikan tinggi dan lingkungan bisnis yang kompetitif, Anda perlu memastikan supervisor Anda mampu menjadi lebih dari sekadar pengawas. Mereka harus menjadi agen pengembangan yang memberdayakan tim mereka untuk berpikir kritis dan menyelesaikan masalah secara mandiri.

Workshop Coaching dan Mentoring untuk Supervisor dari Life Skills ID x Satu Persen dirancang untuk menjembatani kesenjangan ini. Pelatihan ini mentransformasi supervisor Anda menjadi pemimpin yang efektif, yang mampu mengeluarkan potensi terbaik dari setiap individu di bawah pengawasan mereka.

Manfaat Workshop Coaching & Mentoring untuk Peningkatan Kualitas Kepemimpinan

Mengembangkan keterampilan coaching dan mentoring pada supervisor adalah investasi yang memberikan multiplier effect bagi organisasi secara keseluruhan.

1. Mendorong Kemandirian dan Kemampuan Problem Solving Tim

Keterampilan coaching fokus pada powerful questioning, yaitu mengajukan pertanyaan yang memaksa karyawan untuk menemukan solusi mereka sendiri. Supervisor yang terampil tidak lagi memberikan jawaban, melainkan memandu proses berpikir. Ini menghasilkan karyawan yang tidak lagi bergantung pada atasan untuk setiap masalah, tetapi mampu mengambil inisiatif dan tanggung jawab penuh atas pekerjaan mereka.

Bagi perusahaan, hal ini berarti efisiensi waktu manajemen yang signifikan. Supervisor dapat fokus pada tugas-tugas strategis alih-alih menghabiskan waktu menyelesaikan masalah operasional harian tim.

2. Meningkatkan Engagement dan Retensi Karyawan

Ketika seorang supervisor meluangkan waktu untuk melakukan sesi coaching atau mentoring yang tulus, karyawan merasa dihargai dan diinvestasikan. Perhatian personal terhadap jalur karier dan tantangan mereka meningkatkan employee engagement. Mereka melihat perusahaan peduli terhadap perkembangan jangka panjang mereka.

Tingkat engagement yang tinggi secara langsung berkorelasi dengan peningkatan retensi. Di kota dengan mobilitas talenta yang tinggi seperti Depok, kemampuan supervisor untuk menjadi mentor yang suportif adalah aset retensi terbaik Anda.

3. Memperkuat Budaya Feedback Konstruktif dan Berkelanjutan

Pelatihan coaching menekankan pentingnya feedback yang spesifik, tepat waktu, dan berfokus pada perilaku, bukan pada kepribadian. Supervisor belajar bagaimana memberikan umpan balik secara konstruktif yang memotivasi perbaikan, alih-alih menyebabkan defensif.

Budaya feedback yang sehat ini mempercepat proses pengembangan keterampilan. Kesalahan dilihat sebagai peluang belajar, dan komunikasi menjadi lebih transparan dan terbuka di semua tingkatan.

4. Menyelaraskan Tujuan Individu dengan Sasaran Organisasi

Supervisor yang menguasai teknik penetapan tujuan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) dapat membantu bawahan mereka merumuskan tujuan pribadi yang secara langsung mendukung KPI tim dan sasaran strategis organisasi. Sesi coaching memastikan bahwa setiap individu memahami kontribusi mereka terhadap gambaran besar.

Penyelarasan ini memastikan bahwa semua orang bekerja menuju tujuan yang sama, meningkatkan fokus, dan meminimalkan upaya yang tidak selaras dengan visi perusahaan.

5. Mengembangkan Generasi Pemimpin Berikutnya (Succession Planning)

Mentoring, khususnya, adalah mekanisme transfer pengetahuan dan pengalaman dari supervisor ke bawahan. Supervisor berbagi kebijaksanaan, tantangan masa lalu, dan panduan karier. Dengan membangun keterampilan ini, supervisor secara aktif melatih dan mempersiapkan high-potential employee untuk mengambil peran kepemimpinan di masa depan.

Ini adalah fondasi yang kokoh untuk succession planning perusahaan Anda, memastikan kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas organisasi.

Mengapa Pelatihan Coaching & Mentoring Sangat Dibutuhkan di Depok?

Depok, yang sering disebut sebagai buffer city Jakarta, memiliki karakteristik yang menjadikannya hotspot untuk kebutuhan pelatihan kepemimpinan ini:

Pertama, tingginya konsentrasi institusi pendidikan. Depok adalah rumah bagi banyak universitas terkemuka. Ini berarti perusahaan di Depok menarik banyak talenta muda yang ambisius. Karyawan muda ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap pengembangan diri dan coaching dari atasan mereka. Supervisor yang tidak mampu memberikan bimbingan yang memadai berisiko membuat talenta muda ini frustrasi dan mencari peluang di tempat lain.

Kedua, dinamika commuter dan mobilitas kerja. Banyak karyawan di Depok yang mungkin bekerja di Depok atau Jakarta, menciptakan lingkungan kerja dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Untuk mempertahankan karyawan, perusahaan harus menawarkan sesuatu yang lebih dari gaji, yaitu pengembangan karier personal yang hanya bisa diberikan melalui coaching dan mentoring yang berkualitas dari supervisor.

Ketiga, pertumbuhan sektor jasa dan teknologi. Sektor-sektor ini membutuhkan inovasi yang cepat. Coaching adalah alat yang ideal untuk memicu pemikiran kreatif dan adaptabilitas tim dalam menghadapi perubahan teknologi dan pasar yang cepat, sebuah tantangan yang sangat relevan di Depok.

Oleh karena itu, kemampuan coaching dan mentoring pada supervisor di Depok bukan hanya nice-to-have, tetapi merupakan keharusan untuk membangun tim yang stabil, engaged, dan future-ready.

Cara Mengadakan Workshop Coaching & Mentoring yang Efektif di Perusahaan Anda

Untuk memastikan pelatihan ini menghasilkan perubahan perilaku kepemimpinan yang nyata, pendekatan harus fokus pada aplikasi praktis:

Sesuaikan Materi dengan Kebutuhan Spesifik dan Isu Khas Supervisor Anda

Sebelum pelatihan, lakukan analisis kebutuhan. Identifikasi masalah real-life yang dihadapi supervisor, misalnya: "Bagaimana cara coaching karyawan yang selalu menunda pekerjaan?" atau "Bagaimana cara memberikan feedback kepada bawahan yang defensif?" Sesuaikan materi untuk membahas studi kasus yang relevan ini, menggunakan model seperti GROW sebagai kerangka kerja praktis.

Libatkan Fasilitator Ahli Bersertifikasi dengan Pengalaman Praktis

Pilihlah fasilitator yang memiliki sertifikasi coaching (misalnya dari ICF) dan pengalaman nyata dalam memimpin tim di dunia korporat. Fasilitator harus mampu mendemonstrasikan sesi coaching dan mentoring yang autentik, bukan hanya mengajarkan teorinya.

Ciptakan Ruang Aman untuk Role-Playing dan Feedback Kolektif

Alokasikan sebagian besar waktu workshop untuk sesi praktik intensif, di mana supervisor bergantian berperan sebagai coach dan coachee. Sesi ini harus diikuti dengan feedback yang terstruktur dari fasilitator dan rekan sejawat, fokus pada penggunaan teknik Pendengaran Aktif dan Powerful Questioning.

Lakukan Evaluasi dan Integrasi Budaya Pasca-Pelatihan

Setelah pelatihan, integrasikan coaching sebagai bagian dari proses performance management mingguan/bulanan. Berikan supervisor form atau template untuk mendokumentasikan sesi coaching mereka. Manajemen senior harus mendukung dengan mencontohkan perilaku coaching mereka sendiri, menciptakan budaya di mana pengembangan diri adalah tanggung jawab bersama.

Kesimpulan

Supervisor adalah tulang punggung pengembangan talenta. Tanpa keterampilan coaching dan mentoring yang mumpuni, potensi karyawan di bawah mereka akan terhambat, engagement menurun, dan perusahaan berisiko kehilangan talenta terbaik. Di Depok yang penuh persaingan, kemampuan supervisor untuk memberdayakan tim adalah pembeda utama.

Training Coaching dan Mentoring adalah investasi paling berharga yang dapat Anda lakukan untuk mentransformasi kepemimpinan di lini depan, memastikan perusahaan Anda memiliki generasi pemimpin yang kuat dan karyawan yang terus berkembang.

Jika Anda tertarik untuk memperdalam lagi kemampuan tim Anda dalam Membangun Keterampilan Coaching dan Mentoring untuk Supervisor, pertimbangkan untuk mengikuti In-House Training yang kami tawarkan dari Life Skills ID x Satu Persen. Kami menyediakan berbagai program pelatihan yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan unik perusahaan Anda. Dengan pendekatan yang tepat, workshop ini bisa menjadi investasi terbaik dalam meningkatkan kinerja dan kesejahteraan tim Anda.

Mau tau lebih lanjut tentang pelatihannya? Hubungi Kami untuk Konsultasi:

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa perbedaan mendasar antara coaching dan mentoring?Coaching berfokus pada membantu individu menemukan solusi mereka sendiri melalui pertanyaan, biasanya berorientasi pada kinerja saat ini atau tujuan spesifik. Mentoring berfokus pada berbagi pengalaman, pengetahuan, dan panduan karier jangka panjang, biasanya dilakukan oleh seseorang yang lebih senior. Pelatihan ini mengajarkan kapan menggunakan pendekatan yang mana.

2. Apakah pelatihan ini hanya cocok untuk supervisor baru?Tidak. Pelatihan ini relevan untuk supervisor baru (untuk membangun fondasi yang benar) maupun supervisor berpengalaman (untuk memperbaiki kebiasaan lama telling dan mengasah keterampilan powerful questioning).

3. Berapa lama durasi ideal untuk workshop coaching dan mentoring?Karena penekanan pada praktik, durasi ideal adalah 1,5 hingga 2 hari penuh. Sesi yang lebih lama diperlukan untuk memungkinkan role-playing yang intensif, feedback mendalam, dan pemahaman komprehensif terhadap model-model coaching seperti GROW.

4. Bagaimana cara mengukur keberhasilan coaching yang dilakukan supervisor?Keberhasilan dapat diukur dari metrik seperti: peningkatan employee engagement score (khususnya item terkait hubungan dengan atasan), tingkat retensi tim yang dipimpin, serta hasil wawancara stay interview yang menunjukkan apresiasi karyawan terhadap bimbingan dari supervisor.

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.