Tipe Love Language (Menerapkan Love Language dalam Keseharian)

Hubungan
Ade Chandra Gita Kusuma
9 Des 2020
Cara menerapkan love language

Halo Perseners di manapun kalian semua berada, semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan!

Kalian semua yang membaca saat ini pasti kenal yang namanya cinta, karena setiap orang pasti memiliki kisahnya masing-masing. Mulai dari yang manis seperti gula, bahkan pahit seperti kopi. Mulai dari yang berbunga-bunga, hingga yang berujung patah hati.

Tapi, kamu pernah gak sih berpikir apa arti cinta yang sesungguhnya dan apa itu bahasa cinta, atau istilah kerennya love language. Emangnya ada, ya?

Artikel kali ini aku akan ngebahas tentang apa itu cinta, khususnya love language, apa aja yang terdiri dari love language, dan gimana cara menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Jadi, simak terus hingga akhir dan jangan lupa untuk share ke seluruh temanmu. Selamat membaca!

Apa Itu Love Language?

Oke, sebelum masuk ke topik bahasannya, aku mau tanya dulu buat kamu semua yang saat ini sedang membaca.

Apakah kamu yang saat ini udah punya pasangan pernah mengalami miskomunikasi dalam hubungan? Pernah gak kamu ngerasain susah banget untuk bisa mengerti satu sama lain? Atau mungkin sering marahan akibat masalah-masalah yang mungkin sepele? Terus akhirnya malah bikin kamu terjebak sama toxic relationship?

Nah, semua itu berkaitan erat sama yang namanya love language. Konsep love language ini pertama kali dikenalkan oleh Gary Chapman, penulis buku berjudul Five Love Language.

Chapman sendiri udah meneliti dan membedah konsep komunikasi dalam suatu hubungan. Dari penelitiannya, Chapman mengenalkan sebuah konsep bahasa yang dapat diaplikasikan dalam hubungan di kegiatan sehari-hari. Mulai dari pertemanan, pasangan, dan keluarga.

Kalau menurut aku pribadi sih, cinta itu tipe keterikatan emosional antara seseorang sama sesuatu di luar dirinya. Jadi, bisa dibilang love language adalah cara seseorang mengekspresikan rasa cintanya ke orang lain.

Love language sendiri gak melulu ngomongin hubungan sama pasangan, tapi juga hubungan sama sahabat, teman, dan keluarga. Kalau kamu semua sampai salah milih love language, akibatnya hubunganmu gak akan berjalan baik dan akan sering timbul masalah, terutama miskomunikasi.

Maka dari itu, kamu semua wajib paham 5 Love Language, agar kamu  bisa saling memahami dan menjaga hubungan sama orang-orang yang kamu sayang.

5 Tipe Love Language

1. Word of affirmation

Love language yang pertama ini contohnya kayak apresiasi, pujian, dan kalimat afirmasi lainnya yang bisa mengekspresikan rasa sayang dan cinta.

Kalau kamu ngerasa seneng banget pas pasanganmu bilang “aku sayang sama kamu”, “makasih banyak atas bantuannya sayang”, “aku bangga banget sama kamu”, dan lainnya, bisa jadi word of affirmation adalah love language kamu.

Menurut kelascinta.com dalam hubungan sangat diperlukan sebuah apresiasi kepada pasangan. Apresiasi dilakukan agar kita selalu sadar betapa berharganya pasangan kita dan semua hal yang udah dilakukan untuk kita.

Melakukan apresiasi kepada pasangan juga dapat mencegah keretakan dalam hubungan, karena salah satu pemicu utama retaknya hubungan adalah ketika seseorang merasa dirinya kehilangan rasa terhadap pasangannya. Maka dari itu dianjurkan untuk memberikan apresiasi kepada pasangan setiap hari sehingga hubungan dengan pasangan menjadi lebih erat.

Baca juga: Cara Mudah Berlatih Mengapresiasi Pasangan

2. Quality time

Tipe yang berikut ini cocok buat kamu yang seneng menikmati waktu bareng sama orang tersayang. Seperti namanya, tipe satu ini fokus pada kualitas kebersamaan.

Contohnya, kayak kamu ngabisin waktu berdua untuk bercerita, liburan bereng, pergi nonton, makan, dan kegiatan lainnya tanpa terdistraksi oleh gadget.

Dengan menghabiskan waktu bersama ini, kamu jadi lebih merasa dihargai dan disayang. Sehingga hal ini dapat membuat hubunganmu menjadi jauh lebih awet dan lebih berkualitas ke depannya.

3. Receiving gift

Tipe yang selanjutnya berkaitan sama gift atau hadiah, di mana love language ini menekankan ke arah pemberian hadiah. Gak harus yang mahal, tapi effort untuk mikirin, nyiapin, sampai ngasih kado inilah yang dilihat.

Mereka bakal seneng banget kalau dikasih hadiah, terlebih di hari-hari penting kayak ulang tahun, anniversary, dan lainnya. Karena mereka akan ngerasa bahwa pemberian hadiah adalah tipe kasih sayang yang diberikan oleh pasangan atau orang tersayang.

4. Acts of service

Chapman mendeskripsikan tindakan melayani ini sebagai tindakan melakukan sesuatu. Pelayanan ini bisa dilakukan dari pasanganmu, yang mereka tau kalau kamu juga harapkan.

Kamu yang punya love language ini, bakalan ngerasa perkataan atau kata-kata yang diucapkan gak terlalu berarti. Soalnya kamu ngerasa lebih dihargai dan dicintai,pas pasanganmu take action, gercep pas kamu butuh sesuatu.

Misalnya, gak cuma ngingetin makan, tapi mereka juga dateng bawain makanan, atau ketika kamu butuh tebengan mereka langsung jemput kamu. Wah, dijamin bakalan klepek-klepek!

5. Physical touch

Love language yang terakhir ini berkaitan sama sentuhan. Bukan bermaksud negatif, sentuhan yang aku maksud tuh kayak, pas kamu lagi capek, kamu butuh dipeluk agar semangat lagi.

Atau kalau untuk pasangan, pegangan tangan saat berjalan, dan sentuhan kecil lainnya akan membuat kamu ngerasa lebih dimiliki dan dicintai sepenuh hati.

Setiap orang punya love language yang berbeda-beda, maka dari itu gak ada yang salah kalau kamu punya pasangan yang gak setipe sama kamu.

Yang salah adalah ketika kamu gak mau cari tau tipe love language yang kamu punya. Setelah kamu udah tau love language kamu, kamu juga perlu cari tau love language pasangan kamu. Kalau kamu masih bingung sama love language kamu, kamu bisa tes gratis di sini.

Mulai ubah kebiasaan secara sepihak menilai pasanganmu gak perhatian, gak peka, dan kalimat lainnya yang terkadang memicu keributan di dalam suatu hubungan.

Baca juga: Cara Mengetahui Love Language Orang yang Kamu Cintai

Saling belajar mengerti dan memahami love language yang kamu dan  pasanganmu miliki. Agar komunikasi di antara kalian bisa membuat hubungan kalian sehat dan bertahan lama.

“Karena dalam suatu hubungan diperlukan kata rela dalam menjalankannya; rela mengalah, rela mengerti, rela memahami, dan rela lainnya. Kata rela ini diperlukan agar bisa melengkapi kalimat (Rela)tionship Goals”

Untuk mengetahui lebih banyak topik tentang relationship atau self development lainnya, kamu bisa mengunjungi YouTube, blog, Podcast, LinkedIn, dan Instagram Satu Persen di @satupersenofficial.

Kalau kamu penasaran dengan layanan konseling, mentoring, kelas online, dan webinar dari Satu Persen, bisa banget buat kunjungi situs resmi kami di satupersen.net.

CTA-Konsultasi-7

Aku harap artikel ini bisa bermanfaat dan lewat membaca artikel ini bisa membuat kamu berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya.

Aku Chandra dari Satu Persen, selamat mencoba untuk bisa lebih mengenal dirimu dan orang-orang tersayang di sekelilingmu dengan mempelajari love language!

Thanks!

Referensi

Chapman, G. D. 1995. The five love languages: How to express heartfelt commitment to your mate. Chicago: Northfield Pub.

Chapman, G. D. 2009. Speaking the love language of quality time. Retrieved from 5lovelanguage.com

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.