Pentingnya Personal Branding di Media Sosial

Artikel Terbaik
Nurul Alya Putri
11 Nov 2020
Membentuk Personal Branding di Media Sosial

Halo Perseners! Aku yakin kamu yang sedang membaca ini pasti punya media sosial, bukan? Nah, tulisan kali ini sangat bermanfaat banget buat kamu yang punya media sosial, karena sekarang media sosial gak hanya dipakai untuk sekadar sarana penghibur di kala bosan atau tempat bersosial aja tetapi ada manfaat lainnya yang gak kalah penting yang bisa kamu kembangkan.

So, dibaca sampai abis ya agar kamu dapat merasakan insight-nya!

Mungkin kamu sudah gak asing lagi mendengar bahwa perkembangan zaman semakin maju. Hal ini tentunya menyebabkan banyak perubahan luar biasa terjadi di sekitar kita. Media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook merupakan salah satu contoh nyata akibat dari perkembangan zaman.

Yang tadinya interaksi dilakukan secara langsung dan mungkin cenderung terbatas di lingkungan sekitar kita, sekarang jangkauannya bisa lebih luas dengan bantuan media sosial. Kita gak perlu tuh teriak kehabisan suara untuk memanggil saudara kita di kamar sebelah, cukup dengan chat maka kita sudah bisa berinteraksi. Jangankan beda kamar, beda pulau dan negara pun bukan hal yang sulit di zaman sekarang ini.

Nah manfaat media sosial pun ikut berkembang bersama berkembangnya zaman. Contohnya orang-orang sekarang sudah banyak banget memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan karir yang mereka miliki dan membentuk citra diri mereka melalui media sosial.

Kamu bisa lihat di Instagram, Twitter atau Facebook sekarang banyak banget seorang ahli atau profesional yang menunjukkan keterampilan mereka di media sosial seperti pengusaha, pebisnis, dokter, psikolog dan berbagai bidang lainnya. Mereka gak segan untuk membagikan ilmu dan pengalaman yang mereka miliki ke khalayak luas. Kira-kira menurut kamu kenapa mereka melakukan hal tersebut? Kemungkinan mereka melakukannya karena mereka ingin membangun personal branding yang mereka miliki.

Contohnya aja, saat ini seorang psikolog gak melulu harus bekerja di ruangan tertutup dan melakukan konseling, mereka juga bisa menunjukan keahlian mereka melalui media sosial. Kayak live di Instagram bahas topik atau isu tertentu atau bikin video edukasi yang diposting di media sosialnya juga bisa. Mungkin hal tersebut bakal mengundang audiens dari berbagai kalangan yang peduli akan kesehatan mental atau lain sebagainya.

Media sosial juga sekarang mulai menjadi pertimbangan seorang HR untuk menyeleksi kandidat calon karyawan loh, sama seperti yang dilakukan Satu Persen. Nah, menurutku penting untuk membangun personal branding di media sosial kamu. Agar media sosial yang kamu punya juga bisa menunjang karir kamu nantinya.

Jadi, di sini aku bakal mengajak kamu untuk mengenal apa itu personal branding dan memberikan tips bagaimana membentuk personal branding di media sosial.

Apa itu personal branding?

Salah satu pengusaha terkaya di dunia yaitu Jeff Bezos, mengatakan bahwa “Personal branding adalah apa yang dikatakan orang tentang kamu, ketika kamu tidak berada di ruangan tersebut”.

Bisa dikatakan, personal branding merupakan cara kamu memasarkan diri kamu ke orang lain, entah di media sosial ataupun kehidupan nyata.

Karena itu setiap orang memiliki personal brandingnya masing-masing, karena persepsi orang lain adalah personal branding yang kamu miliki. Apakah kamu dilihat sebagai orang yang pendiam atau seorang yang cerewet?

Personal branding juga bukan lagi perkara soal bisnis dan untuk pebisnis. Tetapi, sekarang personal branding meluas menjadi ajang perkenalan kemampuan, pengalaman, dan keterampilan yang dimiliki setiap orang.

Jadi, sangat penting untuk mengoles citra diri kamu dengan membentuk personal branding yang sesuai.

Photo by: unsplash.com/@carlheyerdahl

Kenapa personal branding sangat penting?

Persaingan dalam dunia semakin ketat terutama dalam karir, orang semakin berlomba untuk menunjukkan bahwa diri mereka adalah yang terbaik. Personal branding merupakan persoalan yang pasti untuk mendukung kamu dalam hal karir maupun kehidupan.

Saat kamu memperhatikan personal branding apa yang kamu miliki, kamu akan lebih peduli terhadap dirimu sendiri. Kamu akan menjaga dirimu agar memiliki citra diri yang baik dan kesan apa yang tertempel dalam dirimu.

Saat kamu melamar pekerjaan, selain Curriculum Vitae (CV) dan portofolio, personal branding yang kamu tunjukan di media sosial itu juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan juga. Seperti yang udah aku bilang tadi.

Jejak digital bisa menjadi penguat untuk menjelaskan seperti apa karakter seorang pelamar. Bayangkan jika seandainya pelamar memiliki jejak digital yang buruk, seperti sering berkata yang gak baik atau menjelek-jelekan sesuatu, apakah perusahaan akan menerima?

Sama seperti apa yang Satu Persen melakukan penelusuran terhadap media sosial pelamar. Terkadang, walaupun CV dan interview sudah bagus, ternyata ditemukan bahwa pelamar memiliki attitude yang kurang baik di media sosialnya, sehingga menjadi pertimbangan Satu Persen sebelum menerimanya.

Nah, untuk memperkuat argumen betapa pentingnya personal branding, aku akan menjabarkan apa aja manfaat dari personal branding.

Manfaat personal branding

1. Menyesuaikan persepsi orang lain terhadap dirimu

Dengan membentuk personal branding kamu bisa membentuk citra diri yang kamu inginkan. Semisalnya kamu ingin terlihat sebagai seorang yang suka membaca, kamu mungkin akan menunjukkan peminatan membaca seperti review buku-buku yang kamu baca ke media sosial. Sehingga persepsi orang lain terhadap dirimu mungkin seperti “dia seorang yang suka baca buku” atau “dia seorang yang pandai”, dan lain sebagainya.

2. Relasi yang luas

Saat kamu mengembangkan kemampuan, keahlian, dan minat yang kemudian kamu tunjukan ke media sosial, mungkin itu akan menjadi keuntungan buat diri kamu. Kamu akan terhubung oleh orang-orang profesional lainnya yang mempunyai peminatan yang sama dengan yang kamu miliki. Misalnya, saat kamu fokus dalam mengembangkan konten mengenai buku-buku yang kamu baca, kemungkinan kamu akan terhubung oleh seorang yang profesional dalam buku atau para pecinta buku lainnya.

3. Membangun kepercayaan

Untuk membangun kepercayaan butuh tindakan nyata yang kuat, salah satunya dengan membentuk personal branding di media sosial. Kamu bisa menunjukkan bahwa kamu benar-benar seorang ahli dan mempunyai keterampilan pada audiens kamu di media sosial. Saat kamu menunjukkan kemampuanmu, misalnya kamu seorang mahasiswa psikologi dan kamu sering share konten mengenai kesehatan mental. Dengan begitu, mereka melihat dirimu sebagai sosok yang andal dalam kesehatan mental. Coba seandainya kamu tidak menunjukkannya, mungkin yang tau bahwa kamu seorang mahasiswa psikologi cuma orang-orang di sekitarmu aja.

4. Memudahkan dalam karir

Dengan membentuk personal branding, kemungkinan besar kamu akan mempunyai relasi yang luas. Kamu juga bisa menumbuhkan keyakinan pada orang-orang yang ingin bekerja sama dengan kamu. Contohnya ketika kamu ingin pergi ke psikolog, kemungkinan besar kamu akan mencari riwayat psikolog tersebut, bukan? Apakah dia benar seorang psikolog atau bukan, apakah ia memiliki kredibilitas yang bagus, dan data-data lainnya. Penelusuran itu kemungkinan besar akan kamu lakukan lewat Google ataupun media sosial milik psikolog tersebut.

5. Belajar

Sebelum kamu memulai untuk membentuk personal branding di media sosial, tentunya kamu perlu untuk belajar banyak hal, seperti mengedit, menulis, ataupun fotografi. Hal-hal tersebut digunakan untuk mendukung media sosial yang kamu miliki. Walaupun kamu gak menguasai sepenuhnya, tapi at least kamu akan ‘dipaksa’ untuk belajar mengenai hal-hal tersebut.

Itu hanya beberapa dari manfaat personal branding, lho! Masih banyak lagi manfaat yang kalo aku jabarkan bakalan panjang banget.

Selanjutnya aku akan memberikan tips bagaimana membentuk personal branding di media sosial, biar kamu bisa melakukannya hari ini juga.

Tips membentuk personal branding di media sosial

1. Aware terhadap dirimu

Langkah pertama untuk membentuk personal branding adalah kamu harus lebih aware terhadap dirimu sendiri. Jika kamu bingung bagaimana caranya, kamu bisa coba mulai dengan bertanya beberapa hal kepada diri sendiri, seperti:

- Apa yang menjadi minat kamu?

- Apa target dan tujuan hidup kamu?

- Apa sesuatu yang ingin kamu perlihatkan secara konsisten?

- Karakter diri apa yang akan kamu kembangkan dan tunjukkan?

- Bagaimana kamu ingin dipandang oleh orang lain?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat berguna untuk mendukung kamu menciptakan personal branding di media sosial yang konsisten dan terarah pada satu tujuan.

2. Bertindak

Setelah pertanyaan-pertanyaan di atas telah terjawab, sekarang saatnya kamu untuk bertindak! Untuk menyempurnakan personal branding, alangkah baiknya jika kamu merapikan media sosialmu.

Photo by: unsplash.com/@austindistel

- Menggunakan foto profil media sosial yang sesuai

Jika kamu adalah seorang yang ingin dipandang sebagai pebisnis, kamu bisa memakai foto dengan setelan ala pebisnis seperti kemeja. Hal ini berguna untuk menumbuhkan kualitas dirimu.

- Penulisan yang sesuai

Yuk, mulai dari sekarang menulis dengan penulisan yang sesuai, sopan, tidak menggunakan bahasa kasar, dan tentunya menggunakan EYD yang baik! Gak perlu benar-benar formal kok, asal tau penempatannya aja. Contohnya untuk nama profil, gunakanlah huruf kapital di setiap huruf depan namamu. Banyak orang yang menyukai gaya bentuk penulisan yang rapi dan sopan.

- Hilangkan hal yang tidak perlu

Misalnya aja curhat di media sosial. Gak papa sih curhat di media sosial, tetapi bagaimana jika itu sering? Maka akan terjadi oversharing. Orang lain akan menganggapmu labil secara emosi jika kamu terus-terusan publish emosi dan perasaan kamu ke media sosial.

- Telusuri jejak digital

Ini merupakan poin yang sangat penting! Jangan sampai jejak digital kamu yang buruk terlihat oleh orang lain. Yuk, mulai bersih-bersih serta menjaga nama baik dengan sikap yang baik pula!

3. Tunjukkan bakat dan kemampuanmu

Setelah dirapikan, kamu mulai bisa mengembangkan kemampuan yang kamu ingin tunjukan di media sosial. Seperti review buku, menulis sastra, membuat konten untuk info-info seperti kesehatan, bisnis, atau apapun itu yang berkaitan dengan kemampuan yang akan kamu tekuni.

4. Konsisten dan berkembang

Langkah terakhir adalah konsisten. Dibutuhkan kesabaran untuk mencapai target personal branding yang bagus. Jangan lupa untuk terus kembangkan! Karena seperti yang ku bilang di awal, zaman semakin berkembang pesat. Akan banyak perubahan-perubahan besar menanti dna kamu harus siap dalam menghadapi itu semua.

Photo by: unsplash.com/@luobulinka

Terakhir, yang gak kalah penting, untuk mendukung semua itu diperlukan keseimbangan pada dunia nyata. Kamu boleh membentuk citra diri tapi jangan sampai ke pencitraan. Bersikaplah jujur, sesuaikan kemampuan yang ingin kamu kembangkan dengan kemampuan yang kamu miliki sesungguhnya!

Setelah membaca tulisan ini, aku harap kamu segera memulai untuk membentuk personal branding yang kamu miliki. Kamu bisa melihat media sosialmu sekarang dan bertanya pada dirimu sendiri, seperti:

“Apakah personal branding aku sudah baik?”

“Bagaimana persepsi orang lain terhadapku?”

Yuk, mulai menuju ke pribadi yang lebih berkualitas dari sekarang walau hanya Satu Persen setiap harinya! Gak masalah kalau lama, karena aku tau kalau proses membutuhkan waktu yang gak sebentar.

Jika kamu bingung ingin memulai dari mana atau masih bingung juga sama kemampuan yang kamu miliki, kamu bisa meminta bantuan dari teman-temanmu atau orang-orang yang kamu percayai. Namun, semisalnya sulit, kamu bisa ikuti konsultasi bersama mentor di Satu Persen.

Kamu akan dituntun, diberi arahan, dan dibantu untuk menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang berkaitan dengan personal branding. Selain itu, kamu juga akan mendapat psikotes dan worksheet yang khusus dibuatkan untuk kamu. Hal ini bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan self-awareness, seperti apa dirimu, apa kemampuan yang kamu miliki, atau bakat apa yang ada dalam dirimu.

Sekian dari aku, thank you! :)

kelas-online-personal-branding-percaya-diri

Referensi

Caroline Castrillone (2012, Ferbuari 12) Why Personal Branding is More Important Than Ever. Forbes.

Gary Henderson (2019, November 7) What is Personal Branding?. Digital Marketing.

Michael Stelzner (2019, September 13) Personal Branding: How to Successfully Build Your Brand. Social Media Examiner.

https://en.wikipedia.org/wiki/Personal_branding, diakses pada tanggal 7 November 2020, pukul 17.00 WIB

https://www.forbes.com/sites/carolinecastrillon/2019/02/12/why-personal-branding-is-more-important-than-ever/

https://www.socialmediaexaminer.com/personal-branding-how-to-successfully-build-brand-rory-vaden/

https://www.digitalmarketing.org/blog/what-is-personal-branding

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.