Rasakan Bebasnya Ngomong Apa Adanya Tanpa Takut Ditinggalkan
Bayangkan kamu bisa menyampaikan pendapat tanpa deg-degan, menolak ajakan tanpa rasa bersalah, dan tetap dihormati di kantor maupun di lingkaran pertemanan. Bukan mimpi. Ini adalah hasil nyata yang bisa kamu raih setelah menguasai komunikasi asertif. Lewat workshop ini, kamu akan belajar bicara to the point, mengubah habit people pleaser, dan meninggalkan kebiasaan gak enakan yang selama ini menguras energi.
Pernah Ngerasa Kayak Gini?
Kamu sering bilang “iya” padahal pengin bilang “tidak”. Kamu setuju dengan pendapat orang lain padahal hatimu berbeda. Kamu diam saat diperlakukan tidak adil, lalu menyesal seharian. Atau kamu selalu jadi “teman yang pengertian” sampai kelelahan sendiri. Jika semua itu terasa familiar, berarti kamu sudah terlalu lama hidup dalam mode people pleaser. Kebiasaan ini bukan hanya menguras mental, tapi juga merusak harga diri dan hubungan jangka panjang.
Kenapa Sekarang Waktunya Berubah?
Di era kerja hybrid dan interaksi sosial yang makin kompleks, kemampuan bicara tegas tapi tetap santun menjadi keterampilan paling dicari. Survei LinkedIn 2023 menyebut komunikasi asertif masuk dalam 5 soft skill teratas yang diincar perusahaan. Sementara itu, di ranah sosial, orang yang bisa bilang “tidak” dengan elegan justru lebih dihormati. Urgensinya jelas: jika kamu terus menunda, kamu akan terus kehilangan kesempatan — baik promosi jabatan, relasi sehat, maupun ketenangan batin.
Apa yang Akan Kamu Kuasai di Workshop Ini?
Workshop Komunikasi Asertif: Belajar Bicara To The Point, Ubah Habit People Pleaser dan Gak Enakan di Ranah Sosial & Profesional dirancang agar langsung bisa dipraktikkan. Kamu akan belajar:
- Teknik “Sandwich Kritik” — menyampaikan kritik tanpa membuat lawan bicara defensif.
- Formula “S.T.O.P.” — menolak permintaan tanpa alasan panjang dan tanpa rasa bersalah.
- Cara membaca situasi — kapan harus tegas, kapan harus fleksibel, tanpa kehilangan respek.
- Latihan role-play langsung — simulasi situasi nyata di kantor dan pertemanan.
- Mindset shift — dari “saya harus menyenangkan semua orang” menjadi “saya berhak dihargai”.
Siapa yang Akan Memandumu?
Sesi ini difasilitasi oleh psikolog dan praktisi komunikasi dari Satu Persen — platform psikologi dan pengembangan diri terpercaya di Indonesia. Dengan pendekatan ilmiah yang dibalut bahasa sehari-hari, para fasilitator Satu Persen sudah membantu ribuan orang mengatasi kecemasan sosial, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun hubungan yang lebih sehat. Materi workshop ini sudah diuji di berbagai perusahaan dan komunitas, dengan tingkat kepuasan peserta di atas 90%.
Detail Praktis Workshop
- Format: Live interaktif via Zoom (ada sesi tanya jawab dan role-play).
- Durasi: 2 jam (termasuk jeda istirahat).
- Bonus: E-book panduan komunikasi asertif + template percakapan.
- Cara daftar: Klik tombol daftar di bawah, isi data, dan konfirmasi pembayaran. Link akses akan dikirim ke emailmu H-1.
Apa Kata Mereka yang Sudah Ikut?
“Dulu aku selalu iya-iya aja di kantor, sampai overload kerjaan. Setelah ikut workshop ini, aku berani negosiasi deadline dengan atasan. Hubungan malah makin baik karena aku lebih jujur.” — Dina, 28 tahun, Marketing Executive
“Aku punya teman yang suka ‘manfaat’ terus. Aku belajar cara bilang ‘tidak’ tanpa bikin rusak pertemanan. Sekarang aku merasa lebih ringan dan punya waktu buat diri sendiri.” — Raka, 24 tahun, Fresh Graduate
“Teknik sandwich kritik itu game changer. Sekarang tim aku lebih respect, dan aku nggak lagi jadi ‘boss galak’ karena cara ngomongku berubah.” — Maya, 35 tahun, Team Leader
Kenapa Harus Sekarang?
Kebiasaan gak enakan tidak akan hilang dengan sendirinya. Semakin lama kamu menunda, semakin dalam pola itu mengakar. Workshop ini adalah kesempatan untuk memutus siklus dengan bimbingan langsung dari ahlinya, dalam waktu singkat. Investasi 2 jam hari ini bisa mengubah cara kamu berinteraksi seumur hidup. Jangan sampai kamu terus-terusan mengorbankan kenyamananmu demi orang lain. Mulai bicara tegas, tanpa merusak hubungan sosial — karena kamu berhak didengar.
Ikuti Webinar Satu Persen
Dapatkan insight langsung dari psikolog profesional. Online, interaktif, dan gratis.
Daftar Sekarang →