IKIGAI: Konsep Hidup Bahagia dan Cara Mencapainya

Filosofi
Fathan Akbar
21 Nov 2021
IKIGAI konsep hidup bahagia
IKIGAI Satu Persen

Halo, gue Fathan! Gue penulis blog di Satu Persen, yang mendapat kehormatan untuk nulis artikel blog Satu Persen yang pertama! Asik banget, deh!

Anyway, gimana kabar lo, Perseners? Apa aja nih, kegiatan atau runitinas harian yang sedang asyik lo kerjain? Apakah rutinitas itu bikin lo bahagia?

Rutinitas orang-orang untuk dapat hidup bahagia bermacam-macam. Mungkin, ada beberapa dari mereka yang lagi fokus mengejar cita-cita atau ada juga yang mungkin lagi ngejalanin suatu hal yang pengen dicapai.

Tetapi, apakah yang mereka jalani itu benar-benar dapat membuat hidup bahagia?

Well, kalau lo belum pernah tau, ternyata ada lho prinsip hidup bahagia yang ngebantu lo biar gak jenuh menghadapi rutinitas sehari-hari. Nah, nama prinsipnya adalah IKIGAI. Penasaran? Yuk, simak tulisan gue sampe abis buat menjawab rasa jenuh lo!

Apa sih IKIGAI itu?

Ngomongin soal IKIGAI sendiri, prinsip ini diambil dari Bahasa Jepang yang berarti “alasan untuk hidup”. Secara filosofis, IKIGAI adalah sebuah prinsip yang membantu hidup lo lebih bermakna, bermanfaat, dan seimbang guna meraih makna dan kebahagiaan sejati dalam hidup lo.

Bisa dibilang IKIGAI suatu cara buat lo lebih termotivasi buat ngelakuin hal yang lo jalanin dan membantu lo nemuin makna dari hal tersebut.

Memang sih ada banyak filosofi hidup bahagia buat ngebantu lo nyari makna hidup selain IKIGAI. Nah, tapi dari berbagai filosofi tersebut, kenapa sih IKIGAI bisa jadi salah satu opsi buat lo yang lagi nyari makna hidup? Kenapa gak yang lain aja?

Selain ngebantu lo buat nyari makna hidup, ternyata IKIGAI memiliki dampak lain buat diri kita, lho! Saat lo berhasil ngejalanin prinsip hidup IKIGAI, lo akan menjadi pribadi yang lebih produktif dalam kesehariannya.

Kok bisa gitu? Karena orang dengan prinsip IKIGAI udah nemuin makna hidup yang ia punya yang akhirnya berdampak dengan meningkatnya motivasi dalam mengerjakan suatu hal.

Baca Juga: Cara Memotivasi Diri Sendiri Ketika Ingin Menyerah

Alhasil, pekerjaan mereka akan lebih efisien dan cepat selesai. IKIGAI juga membuat seseorang memiliki etos kerja yang baik. Karena mereka meyakini bahwa pekerjaan yang mereka lakukan memiliki dampak yang baik untuk orang lain.

IKIGAI juga berpengaruh pada kesehatan kita, baik fisik dan mental. Orang yang ngejalanin prinsip hidup IKIGAI punya risiko terkena penyakit jantung yang lebih rendah.

Menurut Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang, Negeri Samurai tersebut jadi salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia, lho! Rinciannya 87 tahun untuk wanita dan 81 untuk pria.

Ada seorang penulis buku tentang pelajaran hidup lebih panjang bernama Dan Buettner. Ia berkata terdapat pulau di Jepang bernama Okinawa yang memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Selain pola makan yang sehat, IKIGAI juga menjadi salah satu faktornya, lho!

Dengan menjalani prinsip IKIGAI, lo bisa belajar memahami apa saja yang membuat hidup seseorang menjadi lebih layak dijalani di berbagai kebudayaan. Dari situ, IKIGAI bisa dibilang sebagai prinsip yang punya hasrat yang sehat oleh para psikolog positif.

Percaya atau enggak, hal udah gue sebutin tadi terbukti bermanfaat lewat hasil penelitian yang ada, lho!

IKIGAI mencari tujuan hidup

Menemukan IKIGAI

Nah setelah denger beberapa manfaat dari IKIGAI, mungkin beberapa dari lo ada yang tertarik buat nyobain prinsip hidup bahagia satu ini. Tapi, sebenernya gimana sih cara ngejalanin IKIGAI ini? Ribet gak sih?

Sebelum gue ngebahas lebih lanjut tentang hal tersebut, lo perlu menjawab dan menyeimbangkan empat aspek di bawah ini:

  1. Apakah lo udah mengerjakan hal yang lo sukai dan cintai?
  2. Apakah lo udah mengerjakan hal yang lo kuasai?
  3. Apakah lo udah mengerjakan hal yang bermanfaat bagi banyak orang?
  4. Apakah lo udah mengerjakan hal dengan bayaran yang sesuai?

Dari empat aspek tersebut, terbentuklah diagram kayak begini:

satu persen IKIGAI
Diagram IKIGAI

Nah, dari empat aspek IKIGAI tersebut terbentuk beberapa irisan yang berupa fase-fase, antara lain:

1. Mission

Irisan pertama ini diartikan ketika lo berada dalam fase ngelakuin suatu hal yang lo suka dan hal tersebut bermanfaat bagi orang lain. Nah, tapi di sini lo gak ngelakuin hal yang lo kuasai dan gak dapet bayaran yang sesuai sama apa yang udah lo lakuin.

Misalnya, lo jadi relawan buat turun langsung ke daerah yang kena musibah bencana alam. Nah, di sini lo ngelakuin hal yang suka dan bermanfaat buat banyak orang. Karena mungkin dengan hal tersebut, lo bisa menemukan sumber kesenangan bagi diri lo. Tapi yaa, lo gak dibayar di irisan pertama ini.

2. Vocation

Nah kalo irisan yang ini lo berada dalam fase ngelakuin sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain dan lo dibayar buat ngelakuin hal tersebut. Bedanya sama yang pertama, di sini lo ngelakuin hal yang lo gak sukai sebenarnya. Dan lo gak menguasai bidang tersebut.

Contohnya, lo diminta orang tua lo kerja di kantor mereka. Di sini tentu lo melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orangtua lo. Dan lo dibayar buat melakukan tersebut.

Tapi, di sini mungkin lo mengerjakan sesuatu yang lo gak sukai dan kuasai. Karena mungkin lo cuma pengen membantu dan menyenangkan hati mereka aja.

3. Profession

Di irisan ketiga ini lo ngelakuin hal yang lo kuasai, dan lo dibayar untuk ngelakuin hal tersebut. Tapi di sini lo melakukan sesuatu yang gak lo sukai. Dan mungkin kurang memberi manfaat bagi orang lain.

Seperti misalnya lo bekerja di perusahaan X yang bergerak di bidang IT. Lo mungkin menguasai pekerjaan di bidang tersebut. Dan tentu lo dibayar buat melakukan hal tersebut.

Tapi, lo sebetulnya gak menyukai bidang tersebut karena terpaksa buat menyambung hidup. Ditambah setelah dipikir-pikir, lo merasa kalau pekerjaan ini gak membawa manfaat luas bagi orang lain.

4. Passion

Irisan terakhir ini lo dalam fase ngelakuin hal yang lo suka dan kuasai. Nah, di sini lo bener-bener ngelakuin apa yang sebetulnya lo pengen. Tapi, mungkin lo gak mendapatkan bayaran yang sesuai. Dan pekerjaan lo ini dirasa kurang memberi manfaat bagi orang lain.

Contohnya, lo suka main musik. Dan lo bisa merasa udah ahli banget di bidang permusikan. Tapi setelah dipikir lebih lanjut, pekerjaan lo ini gak bisa menghasilkan banyak uang buat lo makan sehari-hari. Ditambah lagi lo merasa pekerjaan lo ini kurang memberi manfaat bagi orang sekitar lo.

Gue bakal kasih contoh tentang fase dari irisan tersebut biar lo gak bingung. Misalnya lo seneng banget tuh main bola. Lo kalo pas main bola pasti ngegolin mulu, udah kayak Ronaldo lah katakan, dan lo merasa kemampuan lo ini dibandingin sama yang lain bisa dibilang diatas rata-rata.

Nah, hal inilah yang membuat lo berada di fase passion di mana lo ngejalanin sesuatu yang lo suka dan ahli di bidang tersebut.

Setelah lo ngobrol sama orang-orang terdekat lo, passion main bola lo ini ternyata belum bermanfaat buat orang lain nih. Ditambah lagi secara finansial pekerjaan jadi pemain bola gak terlalu terjamin karena mungkin pekerjaan ini masih belum jadi prospek yang ngejanjiin di negara ini. Alhasil, lo jadi gak bisa menyambung hidup dari passion lo ini.

Setelah dipikir-pikir lagi selain prospek yang kurang menjanjikan, passion lo ini ternyata kurang punya makna yang lebih dalam hidup lo walaupun mungkin lo ngerasa jago banget main bola. Kenapa? Karena lo di sini cuma memenuhi keinginan lo doang tapi gak ngasih makna buat orang lain dari passion lo ini.

Nah, dari contoh tersebut bisa dibilang penting bagi lo untuk memenuhi keempat aspek IKIGAI tersebut. Kenapa? Karena biar lo tau makna dari suatu hal yang lagi lo kerjain. Nah, kalau lo penasaran kira-kira jenis pekerjaan yang cocok buat lo di era digital ini, lo bisa coba ikut tes prospek karier nih. Gratis!

Tonton Juga: Prinsip Hidup Agar Bahagia (Hidup Lebih Bermakna)

Cara Mencapai Keempat Aspek IKIGAI

Mungkin bakal muncul pertanyaan dari lo yang baca blog ini, “gimana ya caranya biar tau makna dari hal yang gue lakuin?”.

Nah, gue bakal berbagi cara buat lo yang masih bingung tentang hal tersebut. Ada empat tips yang bisa ngebantu lo buat mencapai keempat aspek IKIGAI yang udah dijelasin sebelumnya

1. IKIGAI: Temukan Suatu Tujuan Yang Berarti dan Lo Yakini

Aspek pertama dalam mencapai IKIGAI sangat penting buat lo menemukan tujuan dari setiap hal yang dilakuin. Kenapa penting? Supaya lo jadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang lo inginkan.

Tentunya ada berbagai cara yang dilakukan seseorang buat nemuin tujuannya seperti: pengalaman positif atau negatif yang ia punya, refleksi diri, atau tekad kuat buat ngelakuin perubahan.

Nah, lo juga bisa tanyain beberapa hal ini sama diri lo sendiri buat nemuin tujuan lo:

  • Hal apa sih yang membuat gue termotivasi?
  • Nilai apa sih yang gue punya? Dan kira-kira hal apa aja sih yang sejalan sama nilai gue tersebut?
  • Lingkungan kayak gimana sih yang ngebantu mencapai tujuan gue?

Mungkin gak dalam waktu satu malam buat lo bisa menjawab pertanyaan tersebut. Dan it’s okay.  Percayalah bukan urusan lo buat segera menjawab itu.

Supaya lo bisa tau kayak apa pola dan tujuan hidup yang lo pengen untuk ke depannya. Santai aja dan coba jalani prosesnya!

2. IKIGAI: Yuk, Berhenti Kebanyakan Mikir! Mulailah Ngelakuin Sesuatu!

Aspek ini juga penting untuk mencapai IKIGAI. Setelah lo merefleksikan jawaban dari pertanyaan di bagian sebelumnya, mulailah sesuatu yang sekiranya bisa lo lakuin, entah di bidang olahraga, seni, teknologi, dsb.

Kalo lo masih gak yakin buat mulai pilihan lo, inget aja “mulai aja dulu”, pelan-pelan lo pasti bakal nemuin kok mana yang pas buat lo jalanin.

Lo tau Mark Zuckerberg kan? Nah, dia mengawali perusahaan Facebook di umur 19 tahun, lho! Selain itu ada Charles Flint memulai bisnis IBM (perusahaan IT) di umur 61 tahun.

Tuh, mereka merupakan contoh orang yang berani mencoba hal baru. Jadi, gak ada kata kecepatan dan terlambat buat memulai sesuatu bukan?

3. IKIGAI: Cobalah Ngobrol dengan Orang yang Punya Passion Sama Kayak Lo

Untuk memenuhi aspek IKIGAI yang ketiga, lo bisa banget ngobrol sama orang-orang yang punya passion dan ketertarikan yang sama kayak lo. Dengan begitu lo bisa belajar dari pengalaman yang pernah mereka alamin seputar passion lo.

Harapannya, lo bisa memperluas pandangan dan mengembangkan passion yang lo punya.

Misalnya, lo punya passion di bidang musik. Nah, lo bisa banget buat gabung sama komunitas musik yang lo suka. Di sana, lo bakal ketemu banyak orang-orang yang punya ketertarikan sama kayak lo. Dengan begitu, lo bisa belajar buat ningkatin kemampuan serta pengetahuan lo di bidang tersebut.

4. IKIGAI, Sadar Kalo Rintangan Suatu Hal yang Wajar

Dalam proses mencapai IKIGAI, pastinya butuh proses yang gak sebentar dan tekad yang kuat buat mencapainya. Nah, dalam proses tersebut rintangan merupakan suatu hal yang gak bisa dihindari.

Penting bagi diri lo buat menyadari bahwa rintangan merupakan suatu hal yang wajar, dan percayalah bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses lo untuk mencapai tujuan atau IKIGAI lo.

Bagi lo yang mungkin pengen belajar lebih lanjut tentang gimana caranya mensyukuri keadaan dalam proses mencapai sesuatu, bisa banget buat nonton video Satu Persen di bawah ini.

filosofi teras

Penting buat lo yang ingin belajar menemukan IKIGAI buat percaya pada proses yang lo jalanin. Dan ingat bahwa IKIGAI merupakan salah satu dari berbagai cara buat lo menemukan makna dan tujuan hidup lo. Jadi, semua tergantung lo sendiri buat milih prinsip hidup bahagia mana yang sekiranya cocok buat menemukan makna hidup lo.

Kalo lo butuh bantuan buat mengetahui minat bakat lo, ini wajar banget, gak usah cemas, lo bisa ikut layanan mentoring dari Satu Persen. Dengan layanan ini, lo bisa dipandu buat mengenali diri lo lebih dalam dengan berbagai psikotes dan konsultasi bareng mentor yang berpengalaman.

Kalau lo tertarik buat coba layanannya atau mau kepoin dulu lebih dalam, lo bisa klik banner di bawah ini, ya!

Mentoring-5

Jangan lupa buat terus pantengin info dengan follow Instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Gue harap lewat membaca blog ini ini bisa membuat lo berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Gua Fathan dari Satu Persen, thanks!

Referensi:

Mitsuhashi, Y. (2017). Ikigai: A Japanese concept to improve work and life. Retrieved 14 January 2020, from https://www.bbc.com/worklife/article/20170807-ikigai-a-japanese-concept-to-improve-work-and-life

Gill, B. (2017). Discover Your Passion — Or ‘Ikigai’ — With 4 Simple Tips. Retrieved 14 January 2020, from https://www.forbes.com/sites/bhaligill/2017/09/29/discover-your-passion-or-ikigai-with-4-simple-tips/#320b39c053f7

Peterson, Christhopher (2008). Ikigai and Mortality. Retrieved 14 January 2020, from https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-good-life/200809/ikigai-and-mortality

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.