FWB dan Open Relationship Itu Apa Sih?

Hubungan
Ocky Jhon
13 Sep 2023

Pernah nggak lo denger kata FWB sama open relationship? Itu lho yang kadang-kadang ada di deskripsi bumble atau tinder orang-orang.

Sekarang kayaknya istilah-istilah gitu jadi marak ya dan menurut gue nggak heran juga akhirnya banyak pertanyaan yang muncul. Kayak, ini sebenernya wajar nggak sih? Sebenernya hubungan kayak gini sehat nggak sih?

Keep in mind kalau mungkin gue bakal lebih banyak bahas konsep ini dari sisi antropologi, bukan konteks agama yah. Karena ya, Satu Persen sebagai lifeschool terbesar di Indonesia disini pengen ngebantu lo buat punya pandangan yang lebih luas dari masalah hidup dari berbagai sudut pandang. Jadi, kalau konten ginian yang lo emang cari, baca artikel ini sampai habis ya.

FWB sama Open Relationship itu apaan sih?

Gue bakal bahas dari FWB dulu yaitu friends with benefits. Ini adalah hubungan romantis antara dua orang mengenal satu sama lain dan juga berhubungan seks fisik dengan satu sama lain. TAPI mereka nggak punya komitmen apa2 ke satu sama lain. Biasanya, orang yang aktif secara seksual tetapi tidak mau berada di hubungan romantis, melakukan FWB ini dengan teman atau orang yang mereka percaya.

Mereka yang menjalin hubungan FWB ini gunanya beneran pure buat seks. Jarang banget mereka masuk ke dalam hubungan ini buat nyari pasangan, pacaran, atau bahkan nikah. Bahkan sebenernya dengan definisi tadi, kalau lo masuk ke dalam hubungan ini dengan ekspektasi-ekspektasi kayak tadi, ya, kemungkinan lo bakal ambyarnya lebih gede.

Kalau lo salah satu orang yang ngerasa ambyar di hubungan FWB lo atau hubungan romansa lo in general, tenang aja. Ambyar yang lo alamin wajar banget dan lo bisa mulai mencari tahu gimana cara berkembang dari keambyaran ini dengan Mentoring di Satu Persen. Mentor-Mentor kita udah paham pola hubungan ini kayak gimana dan bisa membantu lo buat bernavigasi di hubungan kayak gini ya.

Nah FWB ini sebenernya sering banget ditemukan juga di orang-orang yang melakukan open relationship. Dan gue bakal bahas lebih lanjut definisi berikutnya.

Open relationship disini artinya adalah hubungan yang tidak monogamous. Kalau lo inget, monogami tuh hubungan komitmen ke satu pasangan aja. Tapi kalau open relationship, lo sebenernya bisa aja pacaran, tunangan, atau bahkan menikah sama pasangan lo. Tapi kalian tetap berhubungan sama orang lain. Salah satu selebriti yang terkenal berada di hubungan ini adalah Will Smith dan istrinya, Jada Pinkett Smith.

Jadi beda sama selingkuh ya. Kalau selingkuh, lo berhubungan sama pihak lain selain pasangan lo tanpa sepengatahuan mereka. Tapi, di open relationship ini, kedua belah pihak di dalam hubungan itu sama-sama setuju dan mau berhubungan dengan pihak lain selain pasangan mereka.

Berhubungan disini bisa berbagai macam, tergantung kesepakatan mereka. Bisa secara FWB di awal tadi, atau mungkin berhubungan secara emosional juga, kayak orang pacaran atau menikah sebagai umumnya. Bedanya, mereka tetap bakal balik ke pasangan utama mereka.

Nah kalau lo jadi bertanya-tanya: kenapa sih orang-orang ngelakuin kayak ginian segala? Jawaban yang gue bisa kasih ke lo juga berbagai macam. Jadi nggak ada jawaban yang pasti atau jawaban yang paling benar juga.

Berdasarkan beberapa artikel yang gue baca, banyak orang yang berada di hubungan FWB sendiri karena mereka emang aktif secara seksual. Jadi, hubungan seperti ini cocok buat mereka mengeksplor seksualitas dan diri mereka lebih mendalam tanpa terikat dengan komitmen apapun.

Sementara itu, buat mereka yang ada di open relationship, kebanyakan pun ngelakuin karena mereka merasa nggak ngerasa puas dan bahagia berada di dalam satu hubungan saja. Dan nggak jarang juga pasangan yang ada di hubungan open relationship ini nggak terlalu setuju sama konsep monogami in general.

Gue bisa nebak pertanyaan lo berikutnya dan gue bakal ngejawab: Kalau gitu wajar nggak sih sebenernya kedua tipe hubungan ini ada?

Kalau kita lihat dari sisi antropologi dan perkembangan sosial, konsep monogami in general aja tuh sebenernya baru banget. Orang-orang jaman dahulu lebih seringnya punya lebih dari satu pasangan, atau bahkan, berbagi pasangan mereka di dalam satu kelompok.

Jadi, referensi yang gue ambil ada dari buku Sex at Dawn dan buku ini ngejelasin konsepnya dengan oke.

Jadi di jaman orang-orang masih nomaden (which kayak, ribuan tahun lalu) dan membentuk satu kelompok sendiri, hubungan seks lebih dengan satu pasangan tuh hal yang wajar karena budaya yang terbentuk disini adalah budaya berbagi.

Bahkan, anak-anak yang lahir dari hubungan ini juga akhirnya dibesarkan bareng-bareng di dalam kelompok. Singkatnya sih, konsepnya dulu itu bukan “oh ini anaknya si Mas A sama Mbak B” tapi konsepnya adalah “ini adalah anak kita semua”.

Konsep monogami ini baru ada di era agrikultur karena petani yang punya lahan dan pangan mulai memikirkan buat ngewarisin kekayaan mereka ke keturunan biar kepemilikannya tetap terjaga. Jadi yang awalnya “ini anak kita semua” mulai geser ke “anaknya si Mas A dan Mbak B biar lahan dan kekayaan bisa diwariskan.”

Kesimpulannya, hubungan dengan lebih dari satu partner itu sebenarnya jauh lebih umum dan wajar aja, secara antropologi, tetap ada sampai sekarang. Tapi, monogami itu akhirnya tetap juara di zaman modern ini sekarang karena lebih “menguntungkan” di berbagai aspek.

Tapi, sebenernya hubungan ini sehat nggak sih?

Nah kalau lo tanya pendapat gue sendiri, seorang Evan yang sudah beristri dan pro monogami, menurut gue hubungan kayak FWB dan open relationship sebenernya bisa sehat asalkan lo paham pro dan kontranya dan bisa membangun komunikasi bareng pasangan lo. Ya, layaknya hubungan pada umumnya.

Karena kalau kita lihat dari pro lo masuk di hubungan dengan lebih dari satu partner, mau FWB atau open relationship ada berbagai macam.

Misalnya buat FWB sendiri, hal ini membantu lo buat mengeksplor diri lo secara seksual dan secara mendalam tanpa perlu terikat secara emosional ke pasangan lo. Selain itu, FWB sendiri sekilas, lebih aman secara seksual dibandingkan lo berhubungan seks sama orang yang baru lo temuin atau berhubungan one night stand.

Sementara itu, buat open relationship sendiri sebenarnya juga membantu pasangan buat mengeksplor berbagai hal baru di dalam hubungan mereka. Bahkan, Will Smith dan istrinya juga bilang dengan mereka ada di open relationship, mereka jadi lebih bisa apresiasi satu sama lain lebih mendalam dan sehat.

Tapi tetep pada akhirnya, segala hal ada kontranya dan hubungan dengan banyak pasangan juga ada. Salah satunya adalah di dalam hubungan ini, komunikasi dan kejujuran adalah hal yang paling utama. Lo perlu buat jujur apa yang lo cari di suatu hubungan, baik FWB dan open relationship, dan komunikasikan itu ke pasangan lo.

Karena di awal tadi, kalau lo nggak komunikasiin atau bahkan lo masuk ke hubungan ini dengan ekspetkasi yang beda banget sama pasangan lo, siap-siap aja bakal ambyar.

Kedua, walaupun hubungan FWB itu emang lebih aman daripada one night stand, tetap aja bakal ada risiko kena penyakit menular seksual karena ya, pasangan lo banyak. Belum tentu juga seluruh pasangan lo itu bisa bener-bener “bersih” dari penyakit kayak Chlamydia atau gonorrhea. Jadi, jangan lupa buat menjaga diri lo juga ya.

Terakhir yang mau gue garisbawahi adalah, hubungan kayak FWB dan open relationship ini mungkin nggak cocok sama semua orang dan bukan juga bisa dianggap sebagai jalan keluar atau penyelesaian dari masalah hubungan yang lo alami.

Misalnya nih, lo punya trust issue yang cukup akut dan merasa kalau lo masuk ke dunia FWB, maka lo nggak perlu khawatir terhadap trust issue lo. Mungkin emang iya, tapi gue rasa lo bakal lebih baik kalau lo address masalah-masalah hubungan itu ke pihak lain yang bisa bantu lo, kayak Mentor Satu Persen, atau ke Psikolog Satu Persen. Atau kalau sekarang lo belum bisa, ya, cek playlist yang ngomongin soal hubungan romantis yang gue taro di descbox ini deh.

Akhir kata, gue harap artikel ini bukan jadi bacaan yang ngebuat lo ngerasa kalau “wah Satu Persen maksa gue buat jadi FWB nih” karena ya tadi, nggak semua orang cocok sama konsep monogami. Tapi gue harap, artikel ini bisa ngebuat lo sadar dan belajar soal berbagai hal yang ada di dunia ini yang mungkin awalnya lo gatau.

Gue Jhon dari Satu Persen, thanks.

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.