Ekstrovert dan Beberapa Mitos Seputarnya

Pemahaman Diri
Fathan Akbar
31 Jul 2020

Setiap dari kamu bisa dibilang memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam berkehidupan sosial. Ada yang hobinya baca buku sendirian, namun ada juga ya senang bertemu orang banyak. Hal itu disebabkan oleh keragaman latar belakang yang beragam, sehingga membentuk kepribadian yang kamu miliki. Oleh sebab itu, gak ada yang salah dengan hal itu, sebab setiap orang memiliki preferensinya tersendiri.

Misalnya, kamu punya teman pas kuliah yang kerjaannya nongkrong terus setiap harinya. Kalo gak nongkrong, rasanya ada yang kurang gitu dalam sehari-harinya. Hal itu mungkin membuatmu berpikir, “Ini orang gak capek apa setiap hari nongkrong terus?” Dari situ, kamu pun merasa, “Kalo aku sih gak bisa kayak begitu, baru ketemu orang banyak sebentar udah capek banget”.

Nah, dalam perspektif psikologi, temanmu itu mungkin termasuk orang yang extrovert. Salah satunya ditandai melalui caranya dalam mengisi ulang energinya yang telah habis dalam sehari-harinya. Nah, aku bakal ngebantu kamu buat mengenal lebih lanjut apa itu extrovert, dan mitos seputar nya. Penasaran? Yuk simak sampai habis!

Apa Itu Ekstrovert?

Nah, ekstrovert merupakan individu dengan ciri kepribadian extraversion, yang memperoleh energi melalui hal yang bersifat eksternal. Hal Ini pertama kali diperkenalkan oleh Carl Jung, pencetus aliran psikologi psikoanalisis asal Swiss. Dari situ, extraversion bisa dibilang bertolak belakang dengan kepribadian introversion, yang memperoleh energinya melalui dalam diri. Tentunya, setiap dari kamu memiliki tingkat introversion serta extraversion yang berbeda-beda sob!

Ibaratkan sebuah baterai, seorang ekstrovert mengisi ulang energinya melalui komunikasi serta interaksi sosial. Mulai dari berinteraksi dengan orang baru, teman-teman, sampai teman dari teman-temannya. Selain itu, mereka juga dikenal sebagai individu yang terbuka, mudah bergaul, menyenangkan, sampai antusias ketika bertemu orang baru. Dengan begitu, seorang ekstrovert memiliki kecenderungan untuk menyukai interaksi sosial dengan orang lain sob!

Dari situ, ekstrovert memiliki kaitan dengan kemampuan leadership, atau kepemimpinan dalam sehari-harinya. Ini dikarenakan mereka senang berinteraksi sosial dengan orang sekitarnya. Selain itu, ekstrovert juga memiliki kecenderungan bersikap asertif, aktif, dan terbuka dalam berkomunikasi. Oleh sebab itu, seringkali mereka dipandang sebagai pemimpin yang baik.

Nah, penting bagi kamu untuk memahami ekstrovert dengan baik dalam sehari-harinya. Ini berguna bagi kamu dalam berkehidupan sehari-hari, salah satunya dalam lingkungan pekerjaan. Melalui itu, kamu bisa belajar untuk memahami orang lain sebelum menilainya. Dengan begitu, kamu bisa jadi pribadi yang lebih baik dalam berkehidupan sehari-hari sob!

Ekstrovert dan Tes MBTI

Bicara soal ekstrovert-introvert Carl Jung, biasanya itu diukur melalui alat tes bernama Myers-Briggs Type Indicator, yang dikenal sebagai MBTI. Nah, tes itu sendiri sebenarnya masih jadi perdebatan dalam dunia psikologi. Seringkali psikolog menolak untuk menggunakan MBTI sebagai tes yang digunakan secara serius. Entah itu untuk keperluan rekrutmen, sampai melihat kepribadian seseorang yang hendak di tes.

Mungkin kamu bakal mikir, “Kenapa sih kok banyak psikolog yang menolak buat menggunakan tes MBTI?” Nah, terdapat beberapa alasan dibalik hal itu. Di antaranya:

1. Konstruksi Alat Tes MBTI

Banyak hal yang sebenarnya masih dipertanyakan dari konstruksi alat tes MBTI ini, seperti validitas sampai konstruk yang digunakan. Hal itu dikarenakan sedikitnya data empiris yang digunakan Carl Jung dalam pembuatan teorinya. Dalam artian, itu hanyalah klaim dirinya yang diberikan kepada orang lain, dan ditulis di bukunya. Alhasil, validitas dari tes MBTI masih dipertanyakan secara ilmiah sob!

2. Reliabilitas

Bagi kamu yang belum paham, reliabilitas merupakan indikator yang menunjukkan apakah sebuah tes kepribadian bagus atau enggak. Selain itu, ini bertujuan untuk melihat konsistensi alat tes yang digunakan. Dalam artian, jika kamu hari ini mendapat hasil tes ekstrovert, maka saat tes berikutnya kamu tetap dapat ekstrovert. Oleh sebab itu, reliabilitas bisa dibilang penting dalam suatu tes kepribadian, yang cenderung tetap dan konsisten.

Nah, yang jadi masalah, ketika MBTI di tes reliabilitas antar waktunya, ada data yang menunjukkan bahwa hampir 50% orang itu punya hasil yang berbeda, dan gak konsisten setelah tes yang kedua kali. Maka dari itu, banyak yang berpendapat bahwa tes MBTI meaningless, alias gak ada artinya sob!

Terlepas dari dua masalah itu, terdapat riset yang mengatakan bahwa tes MBTI tetap berguna. Tes ini juga masih dianggap reliable, alias dapat dipercaya hasilnya. Namun, tetap saja tes MBTI bukan digunakan untuk tes yang serius. Dengan begitu, tes ini berguna sebagai langkah awal bagi kamu untuk mengenali diri lebih lanjut, dan buat seru-seruan aja hehe.

Selain itu, tak bisa dipungkiri bahwa mengerjakan tes MBTI merupakan sesuatu yang menyenangkan. Itu dikarenakan manusia senang diberi label dan dikategorisasi dalam sehari-harinya. Hal itu dapat berguna sebagai bahan untuk mengenal diri sendiri, dan jadi bahan obrolan dengan orang lain juga sob!

Mitos Seputar Ekstrovert

Kamu mungkin udah sering banget denger istilah ekstrovert dalam sehari-harinya. Entah itu dengar dari teman tongkrongan, keluarga, sampai media sosial yang kamu gunakan. Namun, gak semua dari kamu mungkin telah sepenuhnya paham mengenai arti dari ekstrovert. Hal itu salah satunya ditandai dengan kepercayaan mengenai ekstrovert yang ada. Di antaranya:

1. Gak Butuh Waktu Sendirian

Banyak dari kamu yang mungkin beranggapan bahwa ekstrovert gak butuh waktu sendirian, seperti layaknya introvert. Memang, mereka memiliki kecenderungan senang bertemu orang lain. Namun, kedua jenis kepribadian tersebut gak sehitam putih itu, alias cuman sebuah kecenderungan yang kamu miliki. Dengan begitu, kurang tepat jika mengatakan ekstrovert gak butuh waktu sendirian.

2. Pasti Memiliki Banyak Teman

Tak sedikit yang beranggapan bahwa ekstrovert pasti memiliki banyak teman dalam sehari-harinya. Salah satunya karena mereka cenderung menyukai berinteraksi sosial dengan orang lain. Namun, perlu diingat bahwa gak semua ekstrovert memiliki kemampuan interpersonal yang baik. Karena itu bukanlah sesuatu yang ditentukan dari kepribadian, melainkan sesuatu yang dilatih. Dengan begitu, kurang tepat jika ekstrovert pasti memiliki banyak teman!

3. Cuma Bisa Basa-Basi

Selain itu, ekstrovert seringkali dinilai sebagai seseorang yang dangkal, alias gak bisa ngobrol topik yang personal. Hal itu dikarenakan mereka terkenal sering basa-basi ketika berinteraksi dengan orang lain. Padahal, itu bukan berarti mereka gak bisa ngobrolin sesuatu yang berbobot, melainkan hanya preferensi obrolan saja. Menjadi seorang ekstrovert hanyalah cara untuk mereka mengisi ulang energi. Dengan begitu, gak berarti mereka cuman suka basa-basi saja sob!

4. Pasti Memiliki Kemampuan Leadership yang Baik

Walaupun berkaitan, menjadi ekstrovert gak menjamin dirimu memiliki kemampuan leadership yang baik lho! Hal itu dikarenakan kemampuan leadership bukanlah sesuatu yang bersifat bawaan, alias dapat kamu asah. Oleh sebab itu, kamu juga bisa kok memiliki hal itu walaupun kamu introvert. Dengan begitu, gak berarti menjadi extrovert pasti memiliki kemampuan leadership yang baik ya sob!

Perlu kamu ketahui, bahwa gak ada yang lebih baik antara menjadi ekstrovert dan introvert. Keduanya hanyalah sebuah preferensi bagi setiap kamu dalam mengisi ulang energi. Oleh sebab itu, penting buat gak menjadikan ciri kepribadian sebagai tolak ukur permanen, melainkan guna memahami dirimu dalam berkehidupan sosial. Semoga tulisan ini dapat membantumu dalam memahami ekstrovert ya sob!

Kalo kamu merasa kesulitan sebagai seorang extrovert, dan akhirnya sampai mengganggu kehidupan kamu, kamu bisa ikut konseling Satu Persen.

Nah kalo sampe sini lo merasa bahwa lo pernah ngalamin kondisi yang sama kayak Sangtae, kehidupan lo jadi terganggu sama trauma-trauma yang masih lo pendem, mungkin lo bisa segera buat cari bantuan profesional.

Kamu akan dapat layanan konseling 1-on-1 dengan Psikolog. Kamu bisa menceritakan kesulitanmu, kamu akan dapet tes psikologi, asemsen, juga worksheet dan terapi.

Kalau kamu mau mendaftar konseling, kamu bisa klik link berikut ini https://1persen.link/konselingpsikolog-1

Jangan lupa buat terus pantengin informasi dari kita dengan follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Selain itu, kamu juga bisa nonton video YouTube Satu Persen tentang “Arti dan Ciri Seorang Extrovert (Mitos dan Fakta Tentang Extrovert)” di bawah ini. Semoga lewat membaca artikel ini ini bisa membuat kamu berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya.

Referensi

McCabe, K. O., & Fleeson, W. (2012). What is extraversion for? Integrating trait and motivational perspectives and identifying the purpose of extraversion. Psychological Science, 23(12), 1498-1505.

Grant, A. (n.d.). 5 Myths About Introverts and Extroverts. Retrieved from https://www.quietrev.com/5-myths-about-introverts-and-extroverts/

Tartakovsky, M. (2018, July 8). 7 Persistent Myths About Introverts & Extroverts. Retrieved from https://psychcentral.com/blog/7-persistent-myths-about-introverts-extroverts/

Cherry, K. (2019, August 19). 5 Personality Traits from Extroverts. Retrieved from https://www.verywellmind.com/signs-you-are-an-extrovert-2795426

Holland, K. (2018, July 30). Are You an Extrovert? Here’s How to Tell. Retrieved from https://www.healthline.com/health/what-is-an-extrovert#1

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.