Apa Arti Posesif? Hindari Sifat Toxic Ini Agar Hubungan Langgeng

Hubungan
Ni Putu Sista Santika
31 Des 2021
arti posesif
Satu Persen - Arti Posesif dalam Hubungan

Arti posesif bisa digambarkan secara singkat dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Seberapa percaya kamu dengan pasanganmu? Apakah kamu khawatir ketika dia hangout bersama teman-temannya? Terlebih lagi jika dia tidak membalas pesanmu yang baru saja kamu kirim sepuluh menit yang lalu. Apakah hal ini membuat kamu sangat frustasi?

Perilaku ini perlu diwaspadai, Perseners. Kemungkinan kamu memiliki sifat posesif. Sifat ini akan membuat pasanganmu merasa tidak nyaman dan semakin ingin menjauh darimu.

arti posesif
Cr: me.me

Apa arti posesif? Posesif artinya sifat merasa menjadi pemilik. Menurut kamus psikologi APA (American Psychological Association), posesif adalah kecenderungan seseorang untuk mengontrol dan mendominasi orang lain.

Dalam hubungan pacaran, seseorang akan merasa pasangannya adalah miliknya secara penuh, sehingga ia bebas mengontrol pasangannya. Posesif juga identik dengan sifat mengekang dan suka mengatur kehidupan pasangan.

Tapi, bukankah hal tersebut dilakukan untuk menunjukan kepedulian dan rasa sayang terhadap pasangan? Apakah khawatir merupakan arti posesif? Gimana tanda-tanda dan cara mengatasi sifat posesif? Kali ini aku, Sista, Blog Writer Satu Persen, akan mengulas sedikit tentang sifat dan perilaku posesif. Yuk, baca keseluruhan artikelnya~

Tanda-Tanda Kamu Posesif

Setelah mendapatkan gambaran singkat tentang arti posesif, kita akan membahas tentang tanda-tanda seseorang yang posesif. Apakah kamu salah satunya? Berikut adalah tanda-tandanya:

1. Mengirim pesan tanpa henti

tanda tanda pacar posesif
cr: Twitter

Tanda yang pertama adalah jika pasanganmu tidak membalas chat, maka kamu punya tendensi buat mengirim pesan (spam chat) puluhan bahkan ratusan pesan dalam sehari. Selain itu, kamu juga bisa aja menelpon pasanganmu secara terus-menerus hanya karena panggilanmu tidak diangkat.

Hal ini mungkin akan memicu terjadinya pertengkaran. Lama-kelamaan kamu bisa membuat pasanganmu merasa terganggu dan risih. Ini juga menunjukkan bahwa kamu tidak mempercayai pasanganmu secara penuh.

2. Cemburu berlebihan

Cemburu dalam sebuah hubungan wajar-wajar aja, apalagi kalau memang pasanganmu bersikap melewati batas "sebagai teman" terhadap pria atau wanita lain. Tapi, apakah cemburu tanda cinta? Tidak. Apakah cemburu arti posesif? Bisa jadi, kalau rasa cemburu itu berlebihan.

contoh posesif
Cr: Line Today

Cemburu berlebihan yang dimaksud adalah rasa curiga yang tidak kamu kontrol dengan baik. Misalnya pasanganmu sedang menerima telepon dari pria atau wanita lain, kamu ingin tahu alasannya apa. Jika pasanganmu mendapat permintaan bantuan dari teman kerja di kantor, kamu ingin tahu alasannya apa. Jika melihat pasanganmu ngobrol sepintas dengan pria atau wanita lain, kamu ingin tahu apa yang dibicarakan (dan cenderung memaksa). Ini bisa jadi salah satu arti posesif.

3. Tersinggung saat pasangan meminta ‘ruang sendiri’

Pernahkah pasanganmu meminta untuk melakukan suatu hal sendiri tanpa bantuanmu? Saat ini mungkin seringnya disebut sebagai “me time”. Ketika pasanganmu meminta waktu untuk sendirian, butuh tenang beberapa saat, fokus dengan dirinya sendiri, tapi kamu malah merasa tersinggung, bisa jadi kamu menunjukan tanda-tanda posesif.

4. Menjadi penguntit

Tidak percaya terhadap pasangan juga bisa jadi arti posesif. Salah satunya, menjadi penguntit pasanganmu sendiri. Kalau kamu mengawasi setiap hal kecil yang pasanganmu lakukan, termasuk memeriksa pesan pribadinya di media sosial, dan meributkan setiap chat yang masuk karena kamu anggap mencurigakan, bisa jadi perilakumu posesif.

5. Manipulatif secara emosional

Mungkin tanpa disadari, kamu belakangan ini sering menunjukkan sikap manipulatif. Coba pikirkan kembali, apakah kamu sering membuat pasanganmu kehilangan kepercayaan dirinya? Kamu mungkin secara tidak langsung sering menyudutkannya dan menganggap pasanganmu bahwa ia tidak tahu apa yang terbaik untuknya.

Tanda-tanda lainnya yang mungkin menunjukkan sikap posesif adalah suka mengatur pakaian yang pasanganmu kenakan, mengontrol kehidupannya secara berlebihan seperti ke mana pasanganmu pergi, kapan, dan mengapa.

Oh iya, buat kamu yang pengen tau juga ciri-ciri posesif, kamu bisa coba cek video dari YouTube Satu Persen di bawah ini, ya!

YouTube Satu Persen - 3 Ciri Pacar Posesif

Cara Menghilangkan Sifat Posesif

Kalau kamu merasa bahwa kamu adalah pasangan yang posesif, coba lakukan hal-hal berikut ini:

1. Jalani hidup kamu sendiri

Daripada selalu ingin mencampuri urusan pasanganmu, mungkin lebih baik kamu fokus menjalani kehidupanmu sendiri. Kamu bisa mengurusi pekerjaanmu, hobimu, dan kehidupan sosialmu. Dengan hal ini, mungkin kamu akan menjadi orang yang lebih menarik bagi pasanganmu. Tentu saja penting untuk menghabiskan waktu bersama, tetapi juga menyenangkan untuk menghabiskan waktu terpisah, memiliki hal-hal berbeda untuk dibagikan, dan dibicarakan saat bersama.

2. Jangan biarkan kecemburuan menguasai dirimu

Cemburu adalah salah satu pembunuh hubungan yang paling cepat. Rasa cemburu juga akan membuat kamu menjalani hari dengan tidak tenang, berpikiran negatif, dan benci dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Pikiran Negatif Merusak Hidup Positif
posesif
Cr: AhSeeit

Kalau ingin menjalani kehidupan dengan lebih menyenangkan, mulailah untuk mengubah kecemburuan tersebut secara perlahan. Percaya dan sadari bahwa pasanganmu masih berada di sisi kamu sampai saat ini karena kamu adalah orang yang hebat dan berkualitas.

Kamu tidak perlu iri dengan orang lain yang mungkin menghabiskan waktu lebih banyak dengan pasanganmu. Pastikan kamu mengetahui bahwa kamu berharga dan pasanganmu beruntung bisa bersamamu saat ini.

Cobain, Yuk Tes Kualitas Hubungan

3. Jangan coba mengubah pasanganmu

Sejak awal kamu menjalin hubungan dengannya, kamu sudah mengetahui sifat baik dan buruk dari pasanganmu. Lalu, mengapa kamu ingin mengubahnya sekarang?

Selain itu, kita juga tidak bisa mengubah perilaku orang lain. Kalau kamu merasa tidak memiliki kecocokan yang signifikan, kamu bisa mulai untuk memikirkan kelanjutan dari hubungan tersebut. Daripada bersusah payah untuk mengubah sifat orang lain, sepertinya lebih baik kamu fokus dengan apa yang bisa kamu lakukan saat ini.

4. Belajar memahami dan move on dari masa lalu

Salah satu alasan mengapa kamu bisa menjadi seseorang yang posesif bisa jadi dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan. Mungkin kamu pernah diselingkuhi atau dibohongi sebelumnya?

Tetapi balik lagi, kamu saat ini sedang menjalani hubungan baru. Jangan biarkan masa lalu merusak apa yang kamu jalani sekarang. Pasangan kamu saat ini adalah orang yang berbeda dari mantanmu. Dia juga layak untuk mendapatkan awal (pengalaman) yang baru.

Selain itu, kamu mungkin akan merasa lebih lega jika memulai untuk melepaskan masa lalu. Kalau kamu mengalami kesulitan untuk berdamai dengan masa lalu sehingga memengaruhi kehidupanmu saat ini, kamu boleh konsultasi langsung dengan ahlinya dengan mengikuti layanan mentoring dari Satu Persen. Klik banner di bawah, ya!

CTA-Blog-Konseling-31

Terakhir, kurang lebih itulah arti posesif serta bagaimana cara menghilangkannya. Kalau kamu ingin memiliki hubungan yang langgeng dengan pasanganmu saat ini, mungkin kamu bisa menghindari sifat dan perilaku posesif seperti yang disampaikan tadi. Menjadi posesif tidak akan mempertahankan sebuah hubungan yang sehat, tetapi justru semakin memperburuk keadaan. Mulailah untuk memahami arti posesif, menghilangkan sifat posesif dalam diri, sehingga pasanganmu lebih merasa nyaman dan ingin selalu bersamamu.

Referensi:

https://dictionary.apa.org/possessiveness

https://www.bustle.com/wellness/signs-your-partner-is-possessive-what-experts-say-to-do-about-it

https://www.lifehack.org/articles/communication/10-ways-stop-being-possessive-every-couple-needs-know.html

https://lonerwolf.com/possessive-boyfriend-girlfriend-partner/

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.