Anak Tengah dan Beberapa Fakta Seputarnya

Hubungan
Ade Chandra Gita Kusuma
11 Agt 2020
anak tengah

Kamu yang sekarang membaca artikel ini mungkin merupakan anak tengah dan memiliki segudang permasalahan ketika menjalani peran dalam keluargamu. Misal saja, kurangnya perhatian dari kedua orang tuamu karena bisa jadi seluruh perhatiannya tertuju pada si sulung atau si bungsu.

Permasalahan diatas mungkin merupakan contoh kecil masalah yang dihadapi anak kedua dalam suatu keluarga. Masalah tersebut juga umumnya membuat seorang anak tengah dituntut menjadi seorang yang jauh lebih kuat dan dewasa dalam menjalani hidupnya. Kalau kamu mengalami hal seperti di atas, maka kamu wajib membaca artikel ini sampai habis! Di artikel ini aku akan mencoba menjelaskan apa saja permasalahan yang anak tengah hadapi, fakta anak tengah, dan cara mengatasi masalah tersebut.

Karakteristik Anak Tengah

Setiap anak yang dilahirkan oleh orang tua yang sama pasti memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik setiap anak ini dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu lingkungan sekitar, perlakuan dari setiap orang tua, dan urutan kelahiran. Menurut pernyataan Desmita (2008) orang tua memperlakukan anaknya sesuai dengan urutan kelahiran dalam keluarga, di mana hal ini akan berpengaruh kepada pembentukan sikap anak baik pada diri sendiri maupun orang lain. Faktor berikut merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola perilaku anak tertentu terhadap kehidupan jangka panjangnya.

Beberapa ahli yang mendiskusikan tentang psikologi anak tengah, Gunarsa dan Yulia (2008) dan Leman (2012) menunjukkan bahwa anak dengan urutan kelahiran kedua dari tiga bersaudara menunjukkan karakter yang paling beda dibandingkan saudaranya. Anak tengah berada ditengah seoarang kakak dan adik dimana posisi terapit tersebut sering kali menimbulkan rasa iri. Maka tak jarang mereka sering dianggap memiliki jiwa yang pengertian, kuat, dan sensitif karena di satu sisi harus menghadapi perlakuan sang kakak dan menjadi panutan untuk sang adik.

Anak tengah menurut Leman (2012) masuk kedalam kategori anak yang sangat fleksibel, mereka mampu bersikap ramah dan bersosialisasi pada orang lain walaupun terkadang mereka memiliki rasa malu yang cukup tinggi tetapi mereka bisa mengatasinya dengan benar-benar tenang. Anak tengah juga bisa sangat sabar dan umumnya lebih memilih untuk menghindari konflik maka tak heran jika mereka lebih sering menjadi mediator atau negosiator dalam suatu masalah.

Menurut Alfred Adler salah satu ilmuwan psikologis mengatakan bahwa urutan kelahiran mempunyai peranan dalam menentukan kepribadian seorang anak. Maka tak heran jika anak sulung, tengah, atau bungsu memiliki kepribadiannya masing-masing dan menurutku pribadi mereka akan sangat terganggu ketika orang tuanya membanding-bandingkan antara anak sulung dan bungsu atau anak tengah terhadap sulung dan bungsunya apalagi terhadap anak tetangga. Apa kamu sependapat juga dengan pernyataanku?

Fakta Seputar Anak Tengah

Mengacu dari pernyataan diatas yang menyatakan bahwa urutan kelahiran akan menentukan kepribadian seorang anak, maka berikut adalah seputaran fakta kepribadian dari seorang anak tengah.

1. Sering merasa sendiri atau terasingkan

Hal ini terjadi karena umumnya anak sulung merupakan anak yang diharapkan oleh orang tuanya maka ketika lahir seluruh perhatian mereka tertuju pada anak sulung. Ketika anak kedua lahir, perhatian orang tuanya pun terbagi untuknya tetapi ketika si bungsu lahir seluruh perhatian orang tuanya akan tertuju pada si bungsu. Disituasi seperti inilah dalam jangka waktu panjang terkadang membuat sang anak merasa selalu sendiri dalam keluarganya.

2. Jiwa kreativitas tinggi

Anak tengah lebih menyukai kesendirian atau menyendiri, hal inilah yang terkadang memicu keluarnya daya imajinasi dan menimbulkan rasa kreativitas yang berkembang dengan baik pada dirinya. Mereka akan sangat semangat mengejar apa yang mereka percayai walaupun tak mendapat dukungan sedikitpun dari orang terdekatnya. Mereka juga menyukai pekerjaan yang bisa membuat ia bebas dan dapat mengekspresikan diri, tak jarang ia kurang menyukai pekerjaan yang mengikat baik dari segi waktu maupun peraturan.

3. Tegas dan mandiri

Tidak seperti anak sulung yang cenderung keras, anak tengah terkadang lebih memilih untuk menjadi tegas dan lebih bisa memposisikan dirinya didalam suatu keluarga. Mandiri, karena sedari kecil perhatian kedua orang tua terhadapnya sudah terbagi dan ketika si bungsu lahir mereka harus bisa memposisikan dirinya sebagai kakak sehingga tak jarang si anak mengerjakan segalanya sendiri, ia bisa menjadi pemberi masukan yang baik bagi sang kakak dan berusaha menjadi contoh baik untuk si adik.

4. Menjadi penengah

Menurut Leman (2012), anak tengah lebih cenderung untuk menghindari suatu masalah, mereka biasanya akan menjadi penengah didalam suatu masalah. Ditambah fakta bahwa mereka merupakan anak tertua kedua didalam suatu keluarga, sehingga mereka kerap menggantikan peran anak sulung dalam menghadapi masalah di suatu keluarga. Mereka juga punya berbagai macam cara untuk mengatur suatu masalah agar dapat lebih mudah untuk diselesaikan.

5. Susah untuk diatur dan ambisius

Anak tengah akan susah untuk diatur dan cenderung keras kepala dalam suatu keluaraga maupun lingkungan sekitarnya karena mereka memiliki ego yang tinggi. Selain itu, ketika anak tengah menginginkan sesuatu dia akan sangat semangat dan berusaha sunguh-sungguh agar bisa mendapatkannya.

6. Kepribadianya unik

Jika kamu sadari dalam keluarga dan lingkungan sekitar keluargamu dimana orang tua atau tetanggamu akan lebih sering mempertanyakan kehadiran anak sulung ataupun anak bungsu, mereka terkadang sering melupakan peran sang anak didalam keluarga. Hal ini yang mungkin menyebabkan anak tengah berpikiran untuk bisa menjadi berbeda dari saudaranya baik itu dari perilaku, kepribadian, hingga gaya hidupnya.

Fakta kepribadian anak tengah diatas mengambil latar belakang anak tengah yang memiliki tiga saudara terdiri dari anak sulung, tengah, dan juga bungsu. Mengapa demikian karena ketika mengambil tiga saudara, kepribadian ini akan lebih kental terasa dibandingkan jika bersaudara lebih dari tiga. Fakta diatas sekali lagi tidak selamanya mutlak seperti itu karena setiap keluaraga memiliki permasalahannya masing-masing, lingkungan, dan pola asuh dari orang tua yang mungkin berbeda. Hal tersebut akan berpegaruh pada sikap, perilaku, dan juga kepribadianmu.

Aku pribadi sangat merekomendasikan kamu semua untuk menonton film yang berjudul “Reply 1988”, dimana di film tersebut menceritakan berbagai permasalahan yang terjadi didalam suatu keluarga dan juga saudara dengan berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. Pada episode satu akan diceritakan bagaimana kehidupan seorang anak tengah yang mungkin bisa sedikit menjadi gambaran betapa kita harusnya bersyukur bisa terlahir dalam kondisi keluarga dan pada urutan kelahiran apa saja. Karena hanya dengan bersyukurlah membuat hidup jauh lebih bermakna.

Kalau kamu mungkin punya berbagai masalah terkait keluarga atau apapun yang sekiranya menggangu kesehatan mentalmu, Satu Persen disini siap memberikan berbagai macam solusinya lewat layanan online konseling dan mentoring yang langsung ditangani oleh ahlinya.

Konseling-Mentoring-Psikolog-Satu-Persen-12

Jangan lupa buat terus pantengin informasi dari kita dengan follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Aku harap artikel ini bisa bermanfaat dan lewat membaca artikel ini bisa membuat kamu berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Thanks!

Referensi

Desmita. 2008. Psikologi Perkembangan. Bandung (ID): PT Remaja Rosdakarya.

Gunarsa, S.D & Gunarsa, Y.S.D. 2008. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta (ID): Gunung Mulia.

Murphy, L.J. 2012. The Impact of Birth Order on Romantic Relationship. Adler Graduate School.

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.