Strategi Bebas dari Tekanan Keluarga: Mengelola Ekspektasi Orangtua

Parenting
Product Satu Persen
4 Nov 2023
Strategi Bebas dari Tekanan Keluarga:  Mengelola Ekspektasi Orangtua

Halo, Perseners! Mungkin lo pernah merasa berada di antara dua dunia: harapan orang tua dan keinginan pribadi lo sendiri. Di satu sisi, ada jalan yang diharapkan oleh orang tua lo, tapi di sisi lain, lo punya mimpi dan aspirasi yang mungkin jauh berbeda. Nah, disini, gue mau ngomongin gimana caranya menghadapi tekanan dari orang tua yang kadang bisa bikin lo merasa terjepit.

Yang perlu lo ingat adalah lo itu cukup baik apa adanya. Apa yang lo pilih untuk lakukan dalam hidup lo penting, tapi itu nggak mendefinisikan nilai lo sebagai individu. Mengenali kekuatan karakter lo bisa jadi langkah awal yang bagus. Coba deh ambil tes karakter gratis ini untuk menemukan lima kekuatan karakter lo.

Kalau lo merasa susah untuk merasa baik tentang diri sendiri, latihan self-talk positif juga bisa membantu. Lo bisa pelajari cara melakukan self-talk positif di sini. Selanjutnya, coba deh untuk mengerti dari mana asal harapan orang tua lo. Nggak masalah kok kalau lo dan orang tua lo punya ide dan harapan yang berbeda. Yang penting adalah bagaimana lo menyelesaikan situasi tersebut.

Biasanya, harapan mereka itu datang dari tempat yang baik, mereka hanya ingin lo sukses atau bahagia. Mungkin saja, ide mereka tentang kesuksesan atau kebahagiaan itu sangat berbeda dari punya lo. Atau, bisa jadi itu terkait dengan harapan mereka terhadap diri mereka sendiri.

Kalau lo merasa standar yang mereka tetapkan itu terlalu tinggi, coba bicarakan dengan mereka tentang perasaan lo. Mengakui ini (bahkan hanya untuk diri lo sendiri) bisa membantu. Meningkatkan keterampilan komunikasi lo juga penting banget.

Menyeimbangkan harapan orang tua dengan keinginan lo sendiri bisa jadi rumit. Kalau lo benar-benar kesulitan, bicaralah dengan orang dewasa atau teman yang lo percayai dan dapatkan pandangan mereka.

Apa sih Alasan Orang Tua Memberi Tekanan?

Orang tua memberi tekanan, bukan karena mereka ingin membuat hidup kita susah. Biasanya, mereka punya alasan yang mereka anggap cukup logis. Salah satu alasan utama adalah karena mereka ingin kita sukses dan bahagia. Dalam pikiran mereka, kesuksesan dan kebahagiaan itu sering kali terdefinisi dengan cara yang tradisional: pendidikan yang bagus, karir yang stabil, dan kehidupan yang 'teratur'.

Kadang, alasan mereka memberi tekanan juga bisa berasal dari pengalaman pribadi mereka sendiri. Mungkin di masa muda mereka, mereka nggak punya kesempatan yang sama seperti yang kita punya sekarang. Jadi, mereka ingin kita memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Atau, bisa jadi mereka punya cita-cita yang nggak kesampaian dan berharap kita yang meneruskannya.

Harapan orang tua juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan sosial di sekitar kita. Di masyarakat yang kompetitif, di mana status sosial dan pencapaian dianggap penting, orang tua bisa jadi merasa perlu untuk 'menunjukkan' anak-anak mereka sebagai simbol kesuksesan. Ini bisa jadi beban tersendiri bagi kita sebagai anak.

Komunikasi yang kurang efektif antara kita dan orang tua juga bisa jadi penyebab munculnya tekanan. Mungkin mereka nggak menyadari bahwa cara mereka menyampaikan harapan itu terlalu keras atau menekan. Atau, bisa jadi kita yang belum terbuka tentang apa yang sebenarnya kita inginkan dan rasakan, sehingga terjadi miscommunication.

Nah, penting banget loh untuk kita mengerti alasan di balik tekanan yang mereka berikan. Dengan begitu, kita bisa mencari cara untuk berkomunikasi dan mencapai pemahaman yang lebih baik. Misalnya, dengan menjelaskan secara terbuka tentang apa yang kita inginkan dalam hidup, dan juga mendengarkan apa harapan mereka kepada kita. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa mencari titik temu antara harapan mereka dan keinginan kita.

Tapi, ingat ya, Perseners, meskipun kita harus berusaha mengerti alasan mereka, itu nggak berarti kita harus selalu mengikuti apa yang mereka mau. Kita punya hak untuk menentukan pilihan hidup kita sendiri. Yang terpenting adalah kita menemukan jalan yang membuat kita bahagia dan memuaskan hati kita, bukan hanya untuk memenuhi harapan orang lain.

Dampak Tekanan dari Orang Tua

Tekanan dari orang tua itu nggak hanya membuat kita merasa terjepit, tapi juga bisa berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan kita. Salah satu akibat yang paling sering kita rasakan adalah stres. Ketika ada harapan yang tinggi dan terus-menerus ditekankan, kita bisa merasa terbebani.

Stres ini bisa berujung pada kecemasan, dan dalam jangka panjang, bisa mempengaruhi kesehatan mental kita. Kita mungkin mulai meragukan kemampuan diri sendiri, merasa nggak cukup baik, atau bahkan mengalami burnout karena terus menerus berusaha memenuhi standar yang nggak realistis.

Dampak lainnya adalah pada kepercayaan diri kita. Tekanan yang konstan bisa membuat kita kehilangan kepercayaan pada kemampuan sendiri untuk membuat keputusan yang tepat untuk hidup kita. Ini bisa berakibat pada ketidakpastian dalam mengambil langkah-langkah penting dalam hidup, seperti memilih jurusan kuliah, karir, atau bahkan pasangan hidup.

Kita juga bisa jadi kehilangan motivasi. Ketika kita terus diarahkan untuk mengejar tujuan yang bukan berasal dari diri kita sendiri, semangat kita untuk mencapai tujuan tersebut bisa luntur. Ini karena kita nggak merasakan tujuan tersebut sebagai sesuatu yang kita inginkan secara pribadi, tapi lebih karena kita ingin memuaskan harapan orang lain.

Selain itu, tekanan dari orang tua juga bisa mempengaruhi hubungan kita dengan mereka. Kita mungkin mulai merasa teralienasi atau bahkan marah karena merasa nggak didengarkan atau dipahami. Ini bisa menciptakan jarak dalam hubungan yang seharusnya dekat dan mendukung.

Yang nggak kalah penting, tekanan ini bisa membuat kita kehilangan kesempatan untuk mengenal diri sendiri. Kita jadi terlalu sibuk memenuhi harapan orang lain sehingga nggak sempat untuk bereksplorasi dan menemukan apa yang sebenarnya kita sukai dan inginkan dalam hidup.

Gimana sih Cara Menyikapi Tekanan Orang Tua?

Cara untuk menyikapi tekanan tersebut sangat penting, tapi gimana sih caranya?

Penting untuk mengakui perasaan lo sendiri. Lo berhak merasa apa yang lo rasakan. Jika tekanan itu membuat lo stres, akui itu. Mengakui bukan berarti lo lemah, tapi itu langkah pertama untuk mengatasi masalah.

Langkah selanjutnya adalah berkomunikasi dengan orang tua lo. Ini mungkin terdengar klise, tapi komunikasi yang efektif benar-benar kunci. Mulailah dengan mencari waktu yang tepat untuk berbicara, saat semua pihak bisa duduk bersama tanpa gangguan. Kemudian, gunakan 'I statement' untuk menyampaikan perasaan lo tanpa menyalahkan.

Misalnya, "Gue merasa tertekan ketika lo terus membicarakan tentang nilai akademik gue," bukan "Lo selalu menekan gue dengan nilai gue." Ketika berbicara dengan orang tua, cobalah untuk memahami perspektif mereka juga. Dengarkan apa yang mereka katakan dan coba lihat dari sudut pandang mereka.

Kadang, mereka mungkin tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu menekan lo. Selain itu, tetapkan batasan yang sehat. Lo boleh dan seharusnya memiliki batasan tentang apa yang bisa dan tidak bisa diterima bagi lo. Misalnya, lo bisa bilang, "Gue menghargai saran lo, tapi gue perlu lo percaya bahwa gue bisa membuat keputusan sendiri tentang karir gue."

Jangan lupa untuk mengembangkan kepercayaan diri lo. Percaya pada kemampuan lo sendiri untuk membuat keputusan adalah penting. Ini bisa dimulai dengan mengenali kekuatan dan minat lo sendiri, bukan apa yang orang lain pikirkan tentang lo.

Belajar untuk menerima bahwa tidak semua harapan bisa atau harus lo penuhi. Lo adalah individu yang unik dengan jalur hidup lo sendiri. Tidak apa-apa untuk tidak memenuhi setiap harapan yang orang lain miliki untuk lo, asalkan lo tetap bertanggung jawab atas pilihan lo sendiri.

Dengan mengambil langkah-langkah ini, lo bisa mulai merasakan kebebasan dari tekanan yang mungkin selama ini lo rasakan. Dan ingat, proses ini mungkin membutuhkan waktu dan kesabaran, tapi itu semua akan berharga untuk kesejahteraan mental dan emosional lo.

Kesimpulan
Perseners, kita telah belajar bahwa penting untuk mengakui perasaan kita, berkomunikasi dengan efektif, memahami perspektif orang tua, menetapkan batasan, membangun kepercayaan diri, dan mencari dukungan.

Sekarang, saatnya untuk mengambil langkah berani. Ingat, kebebasan dari tekanan orang tua bukan berarti menolak segala bentuk bimbingan atau nasihat dari mereka. Sebaliknya, ini tentang menciptakan keseimbangan antara menghargai pendapat mereka dan tetap setia pada apa yang kita percayai untuk diri kita sendiri.

Kita semua punya hak untuk mengejar kebahagiaan dan kepuasan pribadi. Kadang, untuk mencapai itu, kita perlu membuat keputusan yang mungkin tidak selalu sejalan dengan harapan orang tua kita. Itu tidak apa-apa, yang terpenting adalah kita melakukannya dengan pertimbangan yang matang dan tanggung jawab yang penuh.

Jika lo merasa perlu bantuan lebih lanjut untuk mengatasi tekanan ini, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Konseling bisa menjadi langkah yang sangat berharga untuk membantu memahami emosi,mengembangkan strategi untuk berkomunikasi dengan orang tua, dan memperkuat kepercayaan diri lo.

Yuk, klik di sini untuk mendaftar. Ingat perjalanan mencari dan mempertahankan kebebasan dari tekanan orang tua mungkin tidak mudah, tapi percayalah bahwa itu mungkin. Lo tidak sendirian dalam menghadapi  ini.

Jadi, ambillah langkah berikutnya dengan percaya diri dan kepala tegak. Karena di akhir hari, ini tentang hidup dan kebahagiaan lo. Jadi, tetaplah kuat, tetaplah berani, dan teruslah tumbuh. #HidupSeutuhnya.


Referensi:

  1. Teen Issues. (2023, April 02). How to Deal with Pressure From Parents. https://www.teenissues.co.uk/HowToDealWithPressureFromParents.html
  2. Turtlejar Tutoring. (2023, September 24). 5 Tips On How To Deal With Pressure From Parents. https://turtlejar.co.za/blog/family-health/how-to-deal-with-pressure-from-parents
  3. ReachOut Australia. (2023, September 21). How to deal with pressure from your parents. https://au.reachout.com/articles/how-to-deal-with-parentscarers-expectations
  4. Psych Central. (2022, May 20). The Effects of Parental Pressure on Children's Mental Health. https://psychcentral.com/lib/parental-pressure-and-kids-mental-health
  5. Impossible Psych Services. (2023, July 04). How Parental Pressure Can Affect Children's Mental Health. https://www.impossiblepsychservices.com.sg/our-resources/articles/2023/07/04/how-parental-pressure-can-affect-childrens-mental-health
  6. Solh Wellness App. (2023, October 30). Effects of Parental Pressure and How to Avoid it. https://www.solhapp.com/blog/effects-of-parental-pressure-and-how-to-avoid-it

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.