Skor TOEFL dan IELTS Minimum untuk Beasiswa Magister

Essa Fikri Fadilah
3 Feb 2026

Key Takeaways:

  • Beasiswa Tidak Sama Kampus: Syarat skor bahasa beasiswa (misal: LPDP) seringkali berbeda dengan syarat kampus tujuan; selalu gunakan standar yang lebih tinggi sebagai target utamamu.
  • The "Safe" Zone: Secara umum, skor aman untuk menembus mayoritas kampus global adalah IELTS 6.5 (tanpa band di bawah 6.0) atau TOEFL iBT 90; di bawah itu, opsimu akan sangat terbatas.
  • ITP vs iBT: Hati-hati, TOEFL ITP (Paper Based) umumnya hanya laku untuk beasiswa Dalam Negeri; untuk Luar Negeri, kamu wajib ambil TOEFL iBT (Internet Based) atau IELTS Academic.
  • Negara Menentukan Skor: Kampus di AS lebih menyukai TOEFL iBT (biasanya minta 100+ untuk top tier), sementara UK dan Australia lebih condong ke IELTS (biasanya 6.5 - 7.0).

Pendahuluan

Bagi banyak pemburu beasiswa, momen paling mendebarkan bukanlah saat wawancara, tapi saat membuka amplop hasil tes bahasa Inggris. Rasanya campur aduk. "Duh, skor Writing-ku cuma 5.5, cukup nggak ya?" atau "Yah, TOEFL-ku kurang 3 poin dari syarat minimum!"

Sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS) adalah "tiket masuk" mutlak. Tanpa tiket ini, esai sebagus apa pun atau prestasi sekeren apa pun tidak akan bisa membawamu terbang ke luar negeri. Masalahnya, berapa sih skor "sakti" yang sebenarnya dibutuhkan? Apakah skor pas-pasan bisa lolos? Di artikel ini, kita akan bedah standar skor minimum untuk berbagai jenis beasiswa dan negara tujuan, supaya kamu bisa pasang target belajar yang realistis dan strategis.

Peta Skor: Berapa Target Angkamu?

Jangan asal belajar. Kamu harus tahu "musuhmu" sekuat apa. Berikut adalah benchmark umum skor minimum yang biasanya diminta.

1. Beasiswa Dalam Negeri (Indonesian Scholarships)

Untuk kamu yang mengincar S2 di kampus top Indonesia (UI, ITB, UGM) lewat beasiswa seperti LPDP Dalam Negeri atau BPI.

  • TOEFL ITP: Minimum 500 - 530.
  • TOEFL iBT: Minimum 61.
  • IELTS: Minimum 6.0.
  • Catatan: TOEFL ITP (yang tesnya pakai kertas/pensil di lembaga lokal) masih sangat laku di sini dan biayanya jauh lebih murah (sekitar Rp500-600 ribu).

2. Beasiswa Luar Negeri (General Global)

Ini standar untuk beasiswa LPDP Luar Negeri, AAS (Australia), atau beasiswa pemerintah umum.

  • TOEFL iBT: Minimum 80 - 90.
  • IELTS: Minimum 6.5.
  • Peringatan: Hampir semua beasiswa LN TIDAK menerima TOEFL ITP. Jangan buang uang tes ITP kalau niatmu ke luar negeri. Siapkan dana sekitar Rp3 jutaan untuk tes IELTS/iBT resmi.

3. Beasiswa Top Tier (Ivy League & Oxbridge)

Kalau mimpimu setinggi Harvard, Stanford, Oxford, Cambridge, atau Chevening (UK), standarnya beda lagi.

  • TOEFL iBT: Minimum 100 (bahkan 110 untuk jurusan Hukum/Bisnis).
  • IELTS: Minimum 7.0 - 7.5 (dengan minimal 7.0 di setiap komponen).
  • Realita: Persaingan di level ini sangat ketat. Skor "Minimum" seringkali tidak cukup. Kamu butuh skor di atas rata-rata untuk dilirik.

Jebakan "Syarat Minimum": Beasiswa vs Kampus

Ini kesalahan fatal pemula: Hanya melihat syarat beasiswa.

Contoh Kasus:

  • Syarat Beasiswa LPDP: IELTS 6.5.
  • Syarat Kampus UCL (University College London): IELTS 7.0.

Jika kamu mendaftar LPDP dengan skor IELTS 6.5, kamu mungkin lolos beasiswanya. TAPI, saat kamu melamar ke UCL (untuk dapat LoA), kamu akan DITOLAK.

Akibatnya? Kamu punya beasiswa tapi nggak punya kampus. Gugur juga akhirnya.

Strategi: Selalu cek website kampus tujuanmu dulu. Jadikan syarat kampus (yang biasanya lebih tinggi) sebagai target utamamu, bukan syarat beasiswa.

TOEFL iBT atau IELTS? Mana yang Harus Dipilih?

  • Pilih IELTS jika: Kamu mengincar negara persemakmuran (UK, Australia, New Zealand) atau Eropa. Format tesnya (terutama Speaking yang tatap muka dengan penguji) sering dianggap lebih "manusiawi" bagi orang Indonesia.
  • Pilih TOEFL iBT jika: Kamu fokus mengejar kampus di Amerika Serikat (USA). Aksen dalam soal Listening dan preferensi kampusnya sangat American-centric.
  • Note: Saat ini mayoritas kampus global menerima keduanya, tapi preferensi di atas tetap berlaku untuk keamanan maksimal.

Penutup

Teman-teman, skor TOEFL/IELTS itu bukan sekadar angka. Itu adalah bukti bahwa kamu siap bertahan hidup dan menyerap ilmu di lingkungan akademik yang berat. Jangan mental blok duluan bilang "Ah, aku nggak bakat bahasa Inggris." Bahasa itu skill, bukan bakat. Artinya bisa dipelajari dan dilatih.

Mulai sekarang, set targetmu. Ambil prediction test besok. Ketahui posisimu ada di mana, lalu kejar kekurangannya. Tiket pesawatmu dimulai dari skor ini.

Ingin Tahu Strategi Belajar Bahasa dan Trik Lolos Beasiswa?

Skor bahasa hanyalah satu dari sekian banyak syarat. Setelah skor aman, kamu masih harus berjuang di Esai dan Wawancara. Bagaimana cara meramu semuanya jadi aplikasi yang killer?

Yuk, kita bedah strategi lengkapnya bareng mentor Awardee yang sudah berhasil menaklukkan skor dan seleksi tersebut.

Daftar sekarang di Webinar Satu Persen:

"From Applicant to Awardee: Bedah Roadmap & Strategi Taktis Beasiswa S2 Dalam & Luar Negeri"

Kenapa wajib ikut? Di webinar ini, kamu akan belajar cara menyusun timeline persiapan beasiswa yang efektif, termasuk kapan harus ambil tes bahasa agar tidak mepet deadline pendaftaran!

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.