Semua Yang Perlu Kamu Tahu Soal MBTI

MBTI
Tiffani Amalia
21 Jul 2022

Halo Perseners!

Mungkin kamu sering denger orang-orang mengklaim diri mereka sebagai seorang introvert atau ekstrovert. Mungkin juga kamu sering denger ada tipe kepribadian INFP, ESTJ, ISTP dan lainnyaa. Atau kamu baru isi kuesioner MBTI dan bingung selanjutnya harus apa? Untuk menjawab semua rasa penasaran kamu, simak tulisan ini sampai selesai ya!

Myers-Briggs Type Indicator atau yang biasa disingkat MBTI adalah sebuah indikator yang bertujuan untuk mengetahui tipe kepribadian seseorang. Tes ini dilakukan dengan mengisi kuesioner self-report untuk mengukur dan menggambarkan preferensi seseorang dalam memfokuskan perhatian, mencari informasi, dan membuat keputusan. Kuesioner ini dikembangkan oleh Isabel Myers dan anaknya, Katherine Briggs, berdasarkan teori tipe kepribadian Carl Jung.

Penjelasan Singkat MBTI

MBTI membagi kepribadian menjadi 16 tipe kepribadian yang mana setiap tipe memiliki kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Tes ini hanya melihat aspek psikologis dan perilaku normal dan tidak berfokus pada gangguan psikologis, kecerdasan, trauma, maupun tingkat kedewasaan seseorang.

Hal yang membedakan MBTI dengan tes kepribadian lainnya yaitu MBTI berdasar pada teori yang membagi aspek kepribadian menjadi dua tipe (dikotomi). Jawaban responden akan diklasifikasikan ke dalam salah satu dari dua kategori tersebut. Kuesioner ini dibagi menjadi 4 aspek dengan masing-masing aspek terdiri dari 2 kategori.

Intraversion (I) - Extraversion (E)

Aspek kepribadian ini menunjukkan bagaimana seseorang memfokuskan perhatiannya dan mendapatkan energi. Extrovert atau orang yang tingkat extraversion-nya dominan, mendapatkan energi dari dunia luar, termasuk orang-orang dan objek-objek di sekitar mereka. Sedangkan Introvert, berkebalikan dari Extrovert, mengarahkan energinya terhadap hal-hal yang ada di dalam diri seperti ide dan pengalaman yang dirasakan.

Sensing (S) - Intuition (N)

Bagian ini mengukur kecenderungan seseorang dalam mempersepsi sesuatu. Orang yang dikategorikan sebagai Sensing berfokus pada apa yang bisa dirasakan oleh panca indera. Sensing mencari informasi melalui data dan fakta yang bisa dikonfirmasi melalui pengalaman. Sedangkan kategori Intuition melihat sesuatu dari keterkaitan dan hubungan antara pola-pola yang ada. Orang-orang Intuition lebih suka mengumpulkan ide-ide dan kemungkinan di masa depan.

Thinking (T) - Feeling (F)

Aspek ini mengukur preferensi seseorang dalam membuat keputusan. Orang yang dominan Thinking membuat kesimpulan berdasarkan logika dan analisis dengan tujuan objekvitas dan ketidakberpihakan. Sedangkan orang dengan Feeling yang dominan membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai personal dengan tujuan untuk menjaga harmoni dan relasi sosial.

Perceiving (P) - Judging (J)

Skala ini menilai bagaimana sikap dan pandangan seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungan. Orang dengan tingkat Judging-nya dominan lebih menyukai perencanaan dan memutuskan sesuatu. Sedangkan orang yang dominannya Perceiving lebih terbuka terhadap pilihan-pilihan baru.

Cara Memanfaatkan Hasil Tes MBTI

Mungkin kamu bertanya-tanya setelah kamu mendapatkan hasil tes dan mengetahui tipe kepribadianmu, lalu selanjutnya apa? Bagaimana cara memanfaatkan hasil tes tersebut?

Banyak orang yang beranggapan bahwa tes MBTI tidak bermanfaat. Dalam hal ini, memiliki mindset yang tepat menjadi penting untuk bisa memanfaatkan tes ini dengan baik. Kalau hanya melihat tes ini sebagai hiburan seperti membaca ramalan zodiak, tentu tidak akan membantu pengembangan diri. Berikut cara yang bisa kamu terapkan setelah mengetahui tipe kepribadianmu agar berkembang.

  1. Jadikan sarana memahami diri sendiri dan orang lain

Mengetahui tipe MBTI adalah langkah awal dalam memahami diri sendiri dan orang lain. Dengan tipe kepribadianmu, kamu jadi tau apa kekurangan dan kelebihanmu yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Pemahaman diri adalah salah satu langkah yang krusial untuk bisa berkembang dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Pemahaman diri ini membantu kamu menyadari bagaimana kamu bersikap dan bertindak dalam situasi tertentu. Misalnya, saat mengisi kuesioner kamu memilih opsi “memulai topik pembicaraan” saat bertemu orang baru. Kamu menyadari bahwa ternyata kamu suka berinteraksi dengan orang lain dan mencari teman baru.

Selain itu, mengetahui kepribadian orang lain juga membuatmu bisa memahami mengapa orang lain bertindak dan berperilaku tertentu. Hal ini mencegah kesalahpahaman dan meminimalisir konflik karena adanya perbedaan. Misalnya, kamu lebih suka kalau segalanya telah direncanakan, sedangkan temanmu adalah orang yang spontan. Alih-alih berdebat soal mana yang lebih baik, kamu jadi bisa memahami bahwa hal ini hanya sekedar perbedaan preferensi.

  1. Optimalkan kelebihan dan perbaiki kekurangan

Setelah kamu mengetahui kelebihan dan kekuranganmu, kamu dapat menjadikan hal tersebut sebagai acuan untuk pengembangan diri. Hasil tes ini membantu kamu menyadari bahwa kamu memiliki banyak potensi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kamu bisa menggunakan kelebihan dan kekuatanmu untuk mencapai tujuan serta membangun kepercayaan diri.

Dengan mengetahui kekuranganmu, kamu juga jadi bisa merancang strategi untuk bisa memperbaiki aspek-aspek yang belum kamu kuasai. Kamu juga jadi bisa mengira-ngira potensi konflik yang mungkin muncul dan mencari upaya untuk mencegahnya. Yang paling penting, jangan jadikan kekuranganmu sebagai penghambat ya, tapi menjadi sarana untuk terus belajar!

  1. Gunakan untuk mengetahui apa yang membuatmu senang

Setelah menemukan bahwa kamu ekstrovert, maka kamu jadi tau bahwa kamu mendapatkan energi dan kesenangan dari aktivitas yang melibatkan orang lain dan hal-hal di sekitarmu. Begitu juga dengan introvert, kamu jadi tau bahwa interaksi dengan banyak orang menguras energimu dan lebih suka “mengecas” batre energimu lewat me-time.

Dengan mengetahui preferensi ini, kamu jadi bisa menentukan kegiatan apa saja yang bisa mengisi kembali energi mentalmu. Preferensi ini juga membantu kamu mengenali pekerjaan seperti apa yang kamu sukai. Bagi introvert, pekerjaan seperti menulis dimana mereka bisa menuangkan ide dan kreativitas bisa membuat mereka puas dan senang. Sebaliknya, bagi ekstrovert, pekerjaan yang melibatkan orang lain atau objek di lingkungan membuat mereka lebih bergairah dan antusias.

  1. Seimbangkan dan saling melengkapi

Terlalu fanatik pake satu cara atau preferensi bikin kita jadi abai dengan preferensi sebaliknya. Misalnya, kalau aspek kepribadian kamu dominan Thinking (T) dimana dalam membuat keputusan kamu terlalu memedulikan data dan fakta di lapangan, hal ini bisa membuat kamu jadi kurang empati dengan keadaan anggota tim kamu. Salah satu siasatnya adalah, kamu perlu mempertajam kemampuan menilai situasi, kapan kamu harus mengutamakan fakta (Thinking) atau mengutamakan kedamaian dalam tim (Feeling).

Cara selanjutnya yang dapat dilakukan adalah menyeimbangkan kecenderungan ini agar tidak terlalu ekstrem. Kamu bisa mencoba cara yang bertolak belakang dengan yang sering kamu lakukan. Misalnya, kalau kamu adalah pegiat hidup rapi yang mana semua hal harus terencana dan tertata, coba deh untuk lebih terbuka terhadap pilihan atau peluang baru yang muncul dalam perjalanan. Hal ini agar kamu bisa lebih fleksibel dan biar kamu gak jadi pribadi yang terlalu kaku.

Dalam hal relasi dengan orang lain, kamu juga bisa memanfaatkan hasil tes MBTI ini agar bisa saling melengkapi dengan teman, pasangan, atau orang lain yang punya sifat bertolak belakang dengan kamu. Pas kamu mau liburan bareng geng, keterampilan perencanaan INTJ si Arsitek bisa banget diandelin buat bikin itinerary, dan ISFP si Petualang spontan yang bantu kamu menyediakan alternatif kalau rencana jalan-jalan kamu terhalang hujan. Intinya, kamu bisa saling melengkapi alih-alih berdebat mana yang lebih baik.

Tes MBTI bisa jadi salah satu cara untuk mengenali dan memahami diri sendiri. Tes ini bisa membantu kamu untuk mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan diri. Selain dari tips di atas, kamu juga bisa konsultasi dengan mentor agar bisa mengenali dirimu lebih dalam lagi dan menemukan strategi untuk bisa mengembangkan diri. Kamu bisa coba layanan mentoring Satu Persen dan berdikusi dengan mentor Satu Persen. Informasi selengkapnya klik banner di bawah ini ya.

[Banner]

Selamat mengarungi perjalanan pengembangan dirimu agar bisa #HidupSeutuhnya.

Referensi

Myers, I. B., McCaulley, M. H., Quenk, N. L., & Hammer, A. L. (1998). MBTI manual: A guide to the development and use of the Myers-Briggs Type Indicator. Consulting Psychologists Press.

Myers-Brigg Foundation. (n.d.). Reliability and validity. Retrieved April 27, 2022, from https://www.myersbriggs.org/my-mbti-personality-type/mbti-basics/reliability-and-validity.htm#:~:text=Facts%20about%20the%20MBTI%C2%AE,to%2090%25%20of%20the%20time

Cherry, K. (2022) . Myers-Briggs Type Indicator: The 16 Personality Types. Verywell Mind. Retrieved April 26th 2022 from  https://www.verywellmind.com/the-myers-briggs-type-indicator-
2795583.

Psychometrics.com (n.d.) Myers-Briggs Type Indicator. Retrieved  April 26th 2022 from https://www.psychometrics.com/assessments/myers-briggs-type-indicator/

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.