Key Takeaways
- PHK besar-besaran sedang melanda industri padat karya di Indonesia, terutama sektor tekstil, garmen, dan alas kaki.
- Pabrik besar seperti Sritex dan Parkland World Indonesia resmi memutus ribuan karyawan akibat penurunan permintaan global dan relokasi produksi.
- PHK gak cuma terjadi di sektor teknologi, tapi juga menyentuh industri konvensional yang dulu dianggap aman.
- Gen Z dan fresh graduate perlu adaptif dan mulai membekali diri dengan skill yang relevan buat menghadapi ketidakpastian dunia kerja.

Kalo lo mikir PHK cuma jadi isu di luar negeri atau startup-tech aja, sekarang saatnya buat buka mata lebih lebar. Tahun 2025 ini, gelombang PHK gede-gedean lagi nyapu bersih sektor industri di Indonesia. Dan yang kena? Bukan cuma mereka yang udah kerja puluhan tahun, tapi juga anak muda yang baru mulai karier.
Salah satu kasus paling mengagetkan datang dari Sritex, raksasa tekstil asal Solo yang udah berdiri puluhan tahun. Sritex resmi bangkrut, dan efeknya langsung kerasa: ribuan buruh kehilangan pekerjaan. Gak main-main, ini perusahaan yang dulunya ekspor ke banyak negara, punya ribuan karyawan, dan jadi andalan ekonomi daerah.
“After Sritex’s collapse, mass layoffs and uncertainty.” – UMS News
Dan bukan cuma Sritex. Di Serang, PT Parkland World Indonesia, pabrik sepatu yang produksi buat brand-brand global kayak Nike dan Adidas, juga ikut mem-PHK lebih dari 6.000 pekerja.
“Mass layoffs follow decline in global demand.” – Antara News
Faktor penyebabnya macem-macem: dari penurunan permintaan global, relokasi pabrik ke negara lain, sampai efisiensi biaya produksi. Tapi intinya satu: kondisi dunia kerja di Indonesia makin gak pasti, bahkan di sektor yang dulunya dianggap ‘aman’.
Sektor lain kayak manufaktur, garmen, dan bahkan beberapa perusahaan startup lokal juga mulai ‘bersih-bersih’. Mereka kurangi tim, stop rekrutmen, dan ada yang bahkan nutup operasional.
Buat lo yang masih kuliah, baru lulus, atau lagi cari kerja—berita kayak gini mungkin bikin panik. Tapi daripada takut, mending mulai dari sadar dulu, terus siapin langkah-langkah supaya lo gak kaget kalo nanti harus hadapi realita yang sama.
Gue bakal bantu lo breakdown:
- Kenapa semua ini bisa terjadi?
- Apa yang harus lo siapin dari sekarang?
- Skill dan mindset apa yang bisa jadi pelindung lo dari badai PHK?
Karena satu hal yang pasti: kita gak bisa kontrol kondisi ekonomi global, tapi kita bisa siapin diri buat jadi lebih adaptif.

PHK Besar di Pabrik? Ini Akar Masalahnya
Lo mungkin mikir, “Kok bisa sih perusahaan sebesar Sritex atau pabrik sepatu global sampai PHK ribuan orang?” Jawabannya gak sesederhana “perusahaan rugi.” Di balik fenomena PHK besar-besaran di Indonesia ini, ada beberapa penyebab utama yang saling nyambung dan dampaknya ke mana-mana.
1. Permintaan Global Menurun
Pandemi mungkin udah lewat, tapi efek ekonomi globalnya masih kerasa banget. Negara-negara besar kayak Amerika dan Eropa lagi nahan konsumsi. Artinya? Orderan ekspor dari Indonesia jadi seret. Sektor kayak tekstil, sepatu, dan garmen yang ngandelin ekspor langsung kena pukulan.
Contohnya, PT Parkland World Indonesia harus ngurangin ribuan tenaga kerja karena pemesanan dari brand global menurun drastis.
Jadi meskipun secara lokal bisnisnya masih jalan, tapi pasarnya ‘dari luar’ gak lagi stabil.
2. Relokasi Produksi ke Negara Lain
Beberapa perusahaan besar udah mulai pindahin pabriknya ke negara yang ongkos produksinya lebih murah atau lebih ‘ramah investor’, kayak Bangladesh atau Vietnam. Indonesia kalah saing dalam hal biaya dan kebijakan, jadi pabrik-pabrik di sini mulai dipindah satu per satu.
Relokasi ini nyebabin pemangkasan massal, karena ya... pekerja Indonesia diganti sama tenaga kerja dari negara lain yang lebih murah biayanya.
3. Biaya Produksi Naik, Margin Tipis
Gak cuma dari luar, dari dalam negeri sendiri juga ada tekanan. Mulai dari naiknya harga bahan baku, listrik, pajak, dan ongkos logistik bikin perusahaan makin berat nafasnya. Beberapa perusahaan lebih milih "buang beban" daripada terus-terusan rugi. Yang dikorbanin? Karyawan.
4. Otomatisasi dan Teknologi
Makin banyak pekerjaan manual yang sekarang udah bisa diganti mesin. Pabrik gak perlu lagi banyak orang buat jalanin satu lini produksi. Sekarang cukup beberapa operator dan teknologi buat hasilin produk yang sama.
Kalau dulu satu lini produksi sepatu bisa butuh 50 orang, sekarang bisa dikerjain cuma 10 orang plus mesin otomatis. Dan lo tau apa artinya? Sisanya bisa aja di-PHK kapan aja.

Strategi Biar Lo Gak Jadi Korban PHK Selanjutnya
PHK bisa terjadi ke siapa aja—dan ini bukan soal lo salah jurusan atau kurang pinter. Tapi lo tetap bisa siapin strategi biar gak jadi korban selanjutnya. Di bawah ini, beberapa langkah yang bisa lo ambil dari sekarang.
1. Upgrade Skill Lo Sekarang Juga
Skill teknis itu penting, tapi skill adaptif jauh lebih krusial. Lo harus bisa:
- Cepat belajar hal baru.
- Berpikir kritis dan problem solving.
- Komunikasi yang efektif (terutama online).
- Punya digital literacy, minimal ngerti tools kerja dasar kayak spreadsheet, project management tools, dan komunikasi virtual.
Ini semua skill yang makin dicari perusahaan, apalagi di tengah krisis kayak sekarang.
Coba lo evaluasi: skill apa yang lo punya hari ini yang bakal tetep relevan 5 tahun ke depan?
2. Pahami Potensi dan Arah Karier Lo
Kadang kita stuck karena gak tahu harus ngembangin apa. Makanya penting banget buat lo kenali dulu minat dan bakat lo. Jangan asal ikut-ikutan tren atau masuk jurusan karena “kata orang tua bagus.”
Lo bisa mulai dari tes sederhana kayak Tes Minat Bakat dari Satu Persen buat tahu lo cocok di bidang apa, terus bisa dikembangin jadi rencana karier jangka panjang.
Lo gak bisa siap hadapi dunia kerja kalau lo sendiri belum tahu lo cocoknya di mana.
3. Siapin Rencana B, C, Sampai Z
Jangan bergantung cuma ke satu jalur. Sekarang saatnya mikir fleksibel:
- Lo kuliah teknik? Oke, tapi coba juga belajar desain atau copywriting.
- Lo suka organisasi? Bangun juga personal branding di LinkedIn atau media sosial.
Multi-skill dan portfolio career bakal jadi penyelamat lo kalau satu pintu tertutup.
4. Bangun Jaringan dan Komunitas
Kadang rejeki datang bukan dari CV lo, tapi dari orang yang kenal lo. Mulai aktif di komunitas, ikut acara networking, atau sekadar ngobrol sama mentor. Lo gak pernah tahu siapa yang bisa kasih lo peluang kerja nanti.
Lo gak harus siapin semua dalam sehari. Tapi langkah pertama itu penting. Dunia kerja berubah, dan satu-satunya cara bertahan adalah dengan ikut berubah juga.
Kesimpulan
PHK emang nyakitin, apalagi buat mereka yang udah kerja bertahun-tahun dan tiba-tiba harus pulang tanpa kepastian. Tapi buat lo yang masih muda, belum masuk dunia kerja, atau baru aja mulai, kondisi ini bisa jadi wake-up call buat lebih siap hadapi kenyataan yang gak selalu ideal.
Fakta pahitnya, gak ada pekerjaan yang benar-benar aman. Bahkan pabrik sebesar Sritex dan perusahaan global kayak Nike aja bisa PHK ribuan orang. Tapi di balik semua itu, selalu ada kesempatan buat adaptasi dan berkembang—asal lo tahu arah yang mau dituju.
Dan lo gak harus nunggu sampai dipecat atau ditolak kerja berkali-kali baru mulai cari tahu:
“Gue sebenarnya cocoknya kerja di bidang apa sih?”
Banyak dari kita terlalu fokus ngejar kerjaan yang lagi hits, tapi gak ngerti apakah bidang itu emang sesuai sama potensi dan karakter kita. Padahal, ketika lo kerja di tempat yang gak sesuai, lo lebih gampang stres, burnout, dan... ya, jadi kandidat PHK selanjutnya.
Makanya, sebelum lo lari maraton ke dunia kerja, penting banget buat kenal dulu siapa diri lo. Apa minat lo? Apa kekuatan lo? Bidang apa yang bener-bener cocok buat lo kembangin karier jangka panjang?
“Orang yang tau tujuannya, lebih siap menghadapi jalan terjal.” – Satu Persen

Di sinilah lo bisa mulai dari Tes Minat Bakat dari Satu Persen, produk yang dirancang khusus buat bantu lo nemuin arah karier yang paling sesuai dengan kepribadian, minat, dan kekuatan lo sendiri. Bukan cuma tes doang, lo juga dapet insight lengkap dan panduan langkah selanjutnya.
Yuk, mulai dari sini: Tes Minat Bakat
Gak cuma buat yang masih sekolah atau kuliah, bahkan buat lo yang udah lulus dan lagi galau soal karier pun, tes ini bisa bantu lo dapat kejelasan.
Dan kalau lo udah tahu bidang yang lo minati, lo bisa mulai bangun skill yang relevan, bangun portfolio, dan siapin diri buat dunia kerja yang makin gak pasti ini.
Lo gak harus jadi korban PHK. Tapi lo bisa jadi versi diri lo yang paling siap, bahkan sebelum krisis datang.
6. FAQ
Q: PHK banyak terjadi di pabrik dan perusahaan besar. Apa artinya semua tempat kerja gak aman?
A: Gak ada yang 100% aman, tapi yang bisa lo lakuin adalah jadi pribadi yang adaptif dan fleksibel. Dunia kerja berubah cepat, jadi lo harus punya mindset growth dan skill yang relevan.
Q: Gue masih SMA/Kuliah. Perlu gak sih mikirin ini dari sekarang?
A: Justru ini waktu terbaik buat mulai. Lo punya waktu buat eksplorasi diri, belajar hal baru, dan rancang masa depan yang lebih sesuai sama potensi lo. Makin awal lo tahu arah, makin siap lo saat masuk dunia kerja.
Q: Tes Minat Bakat beneran bisa bantu cari kerja?
A: Tes ini bukan ngasih lo pekerjaan langsung, tapi bantu lo nemuin arah yang paling cocok. Dari situ, lo bisa tahu bidang yang bisa lo fokusin, skill yang perlu lo kembangin, dan karier yang lebih sesuai. Dengan arah yang jelas, lo lebih siap bersaing.
Q: Bedanya sama tes kepribadian gratis di internet apa?
A: Tes Minat Bakat dari Satu Persen dirancang berdasarkan pendekatan psikologis yang valid dan dilengkapi dengan penjelasan detail serta saran pengembangan diri. Jadi hasilnya gak cuma angka atau label doang, tapi bisa langsung lo pakai buat bikin rencana nyata.
Q: Selain tes, ada dukungan lainnya gak?
A: Ada! Lo bisa lanjut diskusi bareng mentor Satu Persen, ikut kelas pengembangan diri, atau akses konten edukatif lainnya buat bantu lo tumbuh satu persen setiap hari.