Terang bulan dan benderang bintang,
merupakan kunci pembuka gerbang bagimu,
menuju yang tak kau inginkan,
dan terus menyeretmu ke arah berlawanan
Kau rangkum sihir-sihir magis,
tersusun rapi berirama
Bersamanya kau susuri kelokan-kelokan waktu,
dan patahan-patahan masa,
yang mengendap pada lorong-lorong ingatanmu.
Gelap dan sunyi beriringan mengawasimu,
bersiap menghujammu dengan runcingnya keraguan,
ataupun pilunya masa lalu
Tapi tak mengapa,
ada api yang harus terjaga
Lihat merahnya kobaran itu,
menukaskan bahwa tidak perlu ada lagi,
kesedihan yang harus dirayakan kembali
Subuh yang menjelang adalah penanda,
bahwa hidup haruslah terus berlanjut,
bergerak menerabas sekat-sekat imaji,
dan terus merawat kewarasan diri sendiri