Mengapa Kita Harus Bersyukur? Temukan Alasannya!

Kesehatan Mental
Nouvend Setiawan
12 Sep 2020

Bersyukur.

Kira-kira, kapan terakhir kamu bersyukur? Atau mungkin sederhananya, berterimakasih?

Kamu mungkin pernah membukakan pintu untuk orang di tempat umum, atau mengambil barang yang jatuh dari kantong orang di depanmu saat mengantri di minimarket. Mungkin juga kamu pernah membeli dagangan nenek di pinggir jalan, atau memberikan uang lima ribu rupiah kepada pengamen yang berkeliling dari warung ke warung.

“Terima kasih, ya!” dan beribu variasi dari frasa tersebut pasti hampir selalu berhasil membuat bibirmu tersenyum. Kamu merasakan sesuatu, apapun itu yang pasti kamu merasa lebih baik.

Lalu mungkin kamu pernah terlambat menghadiri rapat, atau sibuk mencari dompet yang hilang di kamar padahal abang gojek sudah menunggumu di depan rumah.

“Terima kasih sudah menunggu,” katamu. Little did you know, kalimat yang kamu lontarkan itu sudah mencairkan suasana.

Bersyukur, kapan terakhir kali kamu melakukannya? Mungkin terkadang, kamu sudah “terbiasa” dengan kebaikan dan hal-hal positif dalam keseharianmu (tenang, kamu tidak sendiri) sehingga kamu sering kelupaan untuk bersyukur.

Tapi aku kan selalu bersyukur, cuma seringnya tidak aku tunjukkan saja, pikirmu. Well, aku juga akan mengatakan hal yang sama, sepertinya. Namun ternyata tindakan yang sering kita lewatkan ini, atau dalam bahasa inggris taken for granted, ternyata memiliki dampak yang positif baik bagi diri kita maupun orang-orang di sekitar kita.

Aku akan mengajakmu untuk melihat betapa bersyukur bisa memberikanmu dampak yang mungkin sebelumnya tidak kamu ketahui. Tapi sebelum itu aku ingin mengucapkan Terima kasih karena kamu sudah setia mengikuti Satu Persen, ya!

Bersyukur Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Kamu

Baik secara fisik maupun mental. Ya, kamu tidak salah baca. Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh dua Psikolog; yakni Dr. Robert A. Emmons dari University of California, Davis, dan Dr. Michael E. McCullough dari University of Miami; di mana mereka mengelompokkan partisipan penelitian mereka menjadi tiga kelompok. Setiap minggu, kelompok pertama harus menuliskan hal-hal yang terjadi yang mereka syukuri selama seminggu, kelompok kedua harus menuliskan hal-hal yang membuat mereka jengkel dan kesal, dan kelompok ketiga menuliskan hal-hal yang terjadi dalam seminggu (tanpa penjelasan lebih lanjut tentang spesifik kejadian). Setelah 10 minggu, kelompok pertama menunjukkan optimisme dan merasakan hidup mereka menjadi lebih baik (Healthbeat, n.d).

Bersyukur membantu kita melepas perasaan negatif dengan cara memfokuskan diri terhadap hal baik yang ada, yang terjadi pada kita. Ketika perasaan negatif berkurang, kesejahteraan diri pun dapat terlihat mengalami perkembangan. Ketika kamu bersyukur dan berterima kasih kepada orang lain akan hal yang mereka lakukan/berikan padamu, akan menjadi sulit bagimu untuk terus merenungkan hal-hal buruk yang kamu alami (Wong & Brown, 2017).

Bersyukur, seperti yang aku sampaikan di atas, sangat membantu kamu untuk fokus kepada apa yang kamu miliki, yang terjadi padamu, atau diberikan padamu alih-alih berfokus pada apa yang tidak ada padamu.

Sebuah penelitian mengatakan dalam Jurnal yang ditulis oleh Jo-Ann Tsang mengatakan bahwa orang-orang yang sulit atau bahkan tidak mau bersyukur akan mengalami kepuasan hidup yang lebih rendah ketimbang orang yang sering bersyukur. Sama halnya dengan orang yang narsistik, mereka sulit untuk bersyukur karena mereka berpikir bahwa sudah sepantasnya mereka mendapatkan perlakuan/hal yang terjadi pada mereka. (Allen, 2018)

Sederhananya, orang yang narsistik merasa “Ya emang aku tuh pantes dapat itu ngapain aku bersyukur?” … Terdengar buruk ya? Jangan sampai kamu sering merasa seperti itu ya!

Bersyukur Bisa Membuka Peluang dan Menangkap Hati Orang Lain

Selain memberikan dampak baik bagi dirimu, bersyukur ternyata memiliki dampak baik juga bagi lingkungan dan orang-orang di sekitarmu. Menurut sebuah penelitian di tahun 2014, bersyukur atau berterima kasih kepada orang-orang di sekitarmu dapat memperbesar kemungkinan hubunganmu dengan mereka berkembang ke arah yang lebih baik (Morin, 2015)

Bersyukur juga memiliki fungsi yang menarik: “find, remind, bind”. Dengan bersyukur atas kehadiran orang lain, kamu bisa menemukan (find) orang atau kualitas dari orang-orang di sekitarmu yang baik untuk dirimu ke depannya; kamu juga senantiasa mengingatkan (remind) mereka akan kebaikan diri mereka yang tertangkap olehmu; dan kamu akan mampu terikat (bind) pada orang-orang tersebut karena kalian saling menghargai dan mendukung satu sama lain untuk terus menjaga hubungan kalian. (Allen, 2018) Hal yang mungkin “sesederhana” ini memegang peran penting dalam menjaga hubunganmu dengan orang lain. Asik juga.

Dengan terus bersyukur, kamu juga akan lebih mudah untuk berempati dengan orang lain.Sebuah penelitian di University of Kentucky pada tahun 2012 mengatakan bahwa orang yang sering bersyukur (atau dalam hal ini memiliki tingkat bersyukur yang tinggi) lebih berempati dan lebih sulit untuk membalas dendam (Morin, 2015). Hal yang sama juga diutarakan oleh Summer Allen (2018) bahwa orang yang sering bersyukur lebih memungkinkan untuk bertindak baik dalam masyarakat, contohnya ketika kamu dibantu oleh orang lain, kamu berterima kasih pada orang tersebut. Hal itu akan memberikan dorongan bagimu untuk berbuat baik kepada orang lain juga (tidak selalu membalas budi kepada orang yang sama). Seperti chain reaction lah.

Jadi dapat dipastikan dengan bersyukur, kita tidak hanya membawa perubahan dan dampak baik bagi diri kita, namun juga pada lingkungan di sekitar kita!

Lalu apakah semua dampak ini bisa langsung kamu rasakan?

Bersyukur Sebaiknya Dijadikan Kebiasaan

Hal yang instan di dunia ini hanya mi instan dan kamu baper abis dibaikin dikit. Dampak-dampak yang aku sebutkan di atas tentu saja bisa kamu rasakan, namun tidak selalu terjadi begitu saja.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu (dan aku, dan kita semua) mulai lebih bersyukur dalam hidup! Sesekali kita menyerah dalam iri dengki dan perasaan negatif lainnya tidak apa, namanya juga manusia. Tetapi ingatlah untuk selalu bersyukur. Atas hal yang kamu punya, atas hal yang terjadi padamu, atas orang-orang yang ada di sekitarmu.

Setelah membaca artikel ini, yuk, kita coba mengutarakan rasa terima kasih terhadap apapun.siapapun itu. Tulis saja dulu, buat saja dulu. Masalah mau beneran diutarakan atau tidak, itu nanti. Karena perasaan bersyukur yang tidak tersampaikan pun tetap memiliki dampaknya bagi dirimu.

Seringlah Bersyukur, Ya!

Akhir kata, semoga tulisanku ini bisa memberikan insight tentang pentingnya bersyukur padamu ya! Terima kasih sudah membaca sampai di sini! Kalau kamu penasaran bagaimana caranya supaya bisa terus bersyukur, coba tonton video ini!

Oh dan satu lagi. Kamu juga harus bersyukur dan berterimakasih pada DIRIMU SENDIRI. Jangan lupakan dirimu, ya. Kamu adalah orang yang hebat dalam caramu sendiri. Terima kasih sudah menjaga dirimu sampai saat ini! Kalau kamu mendapati kesulitan untuk menghargai dirimu sendiri, mungkin video ini bisa membantu. Thanks for being here!
Semoga tulisanku ini bisa berguna buatmu ya! Kalau kamu mau cek tulisanku yang lain, aku sedang menulis cerita di wattpad, judulnya LIGHT dan aku memiliki LINE Official Account tempatku menulis (ID: @ans3035i) Terima kasih banyak!

References

Allen, S. (2018). The Science of Gratitude. UC Berkeley: Greater Good Science Center.

Healthbeat. (n.d). Giving thanks can make you happier. Retrieved from Harvard Health Publishing: https://www.health.harvard.edu/healthbeat/giving-thanks-can-make-you-happier#:~:text=In%20positive%20psychology%20research%2C%20gratitude,adversity%2C%20and%20build%20strong%20relationships.

Morin, A. (2015, April 3). 7 Scientifically Proven Benefits of Gratitude. Retrieved from Psychology Today: https://www.psychologytoday.com/intl/blog/what-mentally-strong-people-dont-do/201504/7-scientifically-proven-benefits-gratitude

Wong, J., & Brown, J. (2017, June 6). How Gratitude Changes You and Your Brain. Retrieved from Greater Good Magazine: https://greatergood.berkeley.edu/article/item/how_gratitude_changes_you_and_your_brain

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.