
Key Takeaways:
- Kesulitan menerima pujian bisa jadi tanda rendahnya self-esteem
- Low self-esteem memengaruhi cara kita memandang diri sendiri
- Ada cara praktis untuk mulai menerima pujian dengan lebih baik
- Meningkatkan self-esteem adalah proses yang bisa dipelajari
- Dukungan profesional bisa membantu mengatasi masalah self-esteem
"Cantik banget hari ini!" "Makasih, tapi aku gak secantik itu kok..."
Pernah gak sih kamu merasa super awkward waktu nerima pujian? Rasanya pengen langsung kabur atau malah buru-buru nyangkal pujian yang dikasih ke kamu. Kalau iya, kamu gak sendirian! Sebenernya, kesulitan nerima pujian itu adalah hal yang lumrah dialamin banyak orang, terutama mereka yang punya low self-esteem atau harga diri rendah.
Coba deh inget-inget. Seberapa sering kamu ngerasa gak nyaman atau bahkan langsung nolak mentah-mentah waktu ada yang muji kamu? Mungkin kamu malah sering banget ngebalas pujian dengan kalimat-kalimat kayak "Ah biasa aja...", "Nggak kok, masih banyak yang lebih baik", atau bahkan "Kamu tuh kebanyakan muji deh!"
Low self-esteem itu kayak kacamata yang bikin kita ngeliat diri sendiri dengan cara yang nggak objektif. Kita jadi cenderung nge-filter semua hal positif tentang diri kita dan malah fokus sama kekurangan yang kita punya. Makanya, waktu ada yang kasih pujian, otak kita langsung kerja keras buat nyari alasan kenapa pujian itu "gak bener" atau "gak pantas" buat kita.
Di Indonesia sendiri, fenomena ini makin kompleks karena ada faktor budaya yang kadang bikin kita merasa harus selalu rendah hati. Padahal, ada bedanya antara rendah hati sama rendah diri. Rendah hati itu artinya kita tetep bisa mengakui dan menghargai kelebihan kita tanpa jadi sombong, sementara rendah diri justru bikin kita gak bisa ngeliat nilai positif yang ada dalam diri kita.
Yang lebih mengkhawatirkan, kesulitan nerima pujian ini bisa jadi tanda dari masalah self-esteem yang lebih dalam. Bayangin aja, kalau kita aja gak bisa percaya sama hal-hal baik tentang diri kita, gimana kita bisa berkembang dan mencapai potensi maksimal kita?
Nah, mungkin kamu sekarang lagi mikir, "Kok bisa ya aku jadi kayak gini?" atau "Apa iya aku punya masalah self-esteem?" Tenang, kamu gak sendiri. Banyak faktor yang bisa bikin seseorang jadi susah nerima pujian, mulai dari pengalaman masa kecil, lingkungan, sampai pola pikir yang udah kebentuk lama.
Memahami Akar Masalah Self-Esteem Rendah

Kamu tau gak sih? Kesulitan nerima pujian sebenernya bisa berakar dari beberapa hal mendasar yang sering kita alamin. Pertama, ada yang namanya "impostor syndrome" - perasaan gak pantes atau merasa kayak penipu meskipun sebenernya kita udah berprestasi. Orang dengan self-esteem rendah sering merasa bahwa kesuksesan mereka cuma kebetulan atau keberuntungan doang.
Kedua, ada juga yang disebut "negative self-talk" atau dialog internal negatif. Ini tuh kayak punya radio di kepala yang selalu nyetelin lagu yang sama: "Aku gak cukup baik", "Pasti ada yang lebih jago", atau "Aku gak pantes dapet ini". Dialog internal kayak gini bikin kita secara gak sadar nolak hal-hal positif yang dateng ke kita.
Mengatasi Low Self-Esteem Step by Step

- Mulai Dengan Self-Awareness Coba deh mulai catat setiap kali kamu ngerasa gak nyaman nerima pujian. Apa yang kamu rasain? Apa yang langsung kamu pikirin? Dengan ngelacak respons kamu, kamu bisa mulai sadar sama pola pikir yang perlu diubah.
- Praktik "Thank You" Mulai latihan buat bilang "terima kasih" aja waktu nerima pujian. Gak perlu ditambahin "tapi..." atau penjelasan lain. Ini langkah kecil tapi powerful banget buat mulai nerima hal positif dalam hidup kamu.
- Reframe Pikiran Negatif Setiap kali pikiran negatif muncul, coba tantang dengan fakta yang ada. Misalnya, kalau ada yang muji presentasi kamu dan pikiran kamu bilang "ah, pasti cuma basa basi", coba inget-inget persiapan yang udah kamu lakuin dan fakta bahwa kamu emang udah berusaha maksimal.
- Bangun Self-Compassion Mulai belajar untuk lebih baik ke diri sendiri. Coba ngomong ke diri kamu seperti kamu ngomong ke temen baik kamu. Kamu gak akan kan nyuruh temen kamu buat nolak pujian yang dia dapet?
- Latihan Positive Self-Talk Bikin list prestasi atau hal-hal baik yang udah kamu capai, sekecil apapun itu. Baca list ini secara rutin untuk ngingetin diri kamu bahwa kamu emang punya kelebihan dan pencapaian yang layak diapresiasi.
Inget, perubahan gak terjadi dalam semalam. Kadang kita butuh bantuan profesional buat ngatasi masalah self-esteem yang udah mengakar. Konseling bisa jadi langkah tepat buat kamu yang merasa butuh guidance lebih dalam proses ini.
Dengan konseling, kamu bakal:
- Dapet tools praktis buat ningkatin self-esteem
- Belajar teknik mindfulness yang sesuai sama kebutuhan kamu
- Punya safe space buat eksplorasi perasaan tanpa judgment
- Develop strategi coping yang healthy
- Mulai build confidence dari hal-hal kecil
Mulai Perjalanan Mencintai Dirimu

Ngeliat orang lain bisa dengan bangga nerima pujian, sementara kita masih struggle, emang bisa bikin frustasi. Tapi kamu tau gak? Kesulitan nerima pujian dan low self-esteem itu bukan sesuatu yang permanent. Ini adalah skill yang bisa kita latih dan kembangin bareng-bareng.
Kalau kamu ngerasa:
- Sering banget nolak atau ngeremehin pencapaian sendiri
- Susah nerima appreciation dari orang lain
- Selalu ngerasa "gak cukup" meski udah berusaha
- Punya dialog internal yang terus-terusan negatif
- Merasa terisolasi karena masalah self-esteem
It's okay. Kamu gak sendirian. Di Life Consultation, kita paham banget gimana rasanya berjuang dengan self-esteem. Psikolog kita siap mendampingi kamu dalam proses healing dan pengembangan diri kamu lewat sesi konseling yang aman dan nyaman.
Yuk, mulai langkah pertama kamu untuk build self-esteem yang lebih sehat. Book sesi konseling kamu sekarang dan mulai perjalanan untuk lebih appreciate diri sendiri. Klik satu.bio/konseling-yuk atau hubungi kami di +6285150793079! untuk jadwalin sesi pertama kamu.
FAQ
Q: Apa beda rendah hati sama self-esteem rendah?
A: Rendah hati adalah sikap tetap menghargai diri sendiri sambil mengakui kelebihan orang lain. Self-esteem rendah adalah ketidakmampuan melihat nilai positif dalam diri sendiri.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan self-esteem?
A: Setiap orang punya journey yang berbeda. Yang penting adalah konsistensi dalam proses dan support system yang tepat.
Q: Apakah normal kalau saya masih struggle nerima pujian meski udah mencoba berbagai cara?
A: Ya, ini normal banget! Perubahan butuh waktu dan kadang kita perlu bantuan profesional untuk navigate prosesnya.
Q: Gimana cara tau kalau saya butuh bantuan profesional untuk masalah self-esteem?
A: Kalau masalah self-esteem udah mengganggu daily life, relasi, atau performa kamu, it's time to seek help.
Q: Apa aja yang akan saya dapatkan dalam sesi konseling untuk masalah self-esteem?
A: Dalam sesi konseling, kamu akan dapat:
- Safe space untuk eksplorasi perasaan
- Tools praktis untuk building self-esteem
- Strategi mengatasi negative self-talk
- Guidance untuk develop positive self-image
- Support system profesional yang memahami journey kamu