#KaburAjaDulu? Begini Cara Dapet Kerja di Luar Negeri!

Dilsa Ad'ha
18 Feb 2025

Key Takeaways

  • #KaburAjaDulu jadi tren viral di media sosial yang membahas cara kerja di luar negeri.
  • Beberapa jalur yang bisa ditempuh untuk bekerja di luar negeri, seperti WHV Australia, Tokutei Ginou Jepang, Ausbildung Jerman, dan Au Pair.
  • Masing-masing jalur punya persyaratan khusus yang harus dipenuhi.
  • Bekerja di luar negeri bisa jadi pilihan bagi yang ingin pengalaman baru dan kesempatan karier yang lebih luas.

Belakangan ini, media sosial, khususnya X (Twitter), ramai dengan tren #KaburAjaDulu. Tren ini muncul karena semakin banyak orang yang mencari cara buat pindah dan bekerja di luar negeri. Kalau lo buka tagar ini, lo bakal nemuin banyak informasi soal lowongan kerja luar negeri, program beasiswa, kursus bahasa asing, sampai perbandingan gaji di berbagai negara.

Bukan cuma sekadar wacana, tren ini juga menunjukkan keinginan banyak anak muda buat mencari kesempatan kerja di luar negeri. Faktor seperti gaji yang lebih tinggi, pengalaman baru, dan kualitas hidup yang lebih baik jadi alasan utama. Nah, kalau lo tertarik, ada beberapa jalur yang bisa lo coba buat bekerja di luar negeri. Simak daftarnya di bawah ini!

1. WHV Australia: Kerja dan Liburan dalam Satu Paket

Lo mungkin pernah denger istilah WHV Australia alias Working-Holiday Visa. Ini adalah visa khusus buat orang yang pengen kerja sambil liburan di Australia. Program ini cocok buat lo yang masih muda dan pengen cari pengalaman kerja di luar negeri tanpa harus terikat kontrak jangka panjang.

Syarat utama buat daftar WHV Australia adalah:

  • Berusia antara 18-30 tahun.
  • Punya Surat Pendukung Untuk Work and Holiday Visa (SDUWHV) dari Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia.
  • Siap menjalani proses registrasi dan verifikasi dari pemerintah Australia.

WHV Australia jadi pilihan menarik buat banyak anak muda karena fleksibel. Lo bisa kerja di berbagai bidang, mulai dari hospitality, pertanian, hingga retail. Selain itu, pengalaman kerja di Australia juga bisa jadi nilai tambah buat karier lo di masa depan.

2. Tokutei Ginou Jepang: Kesempatan untuk Pekerja Terampil

Buat lo yang punya skill di bidang tertentu dan tertarik buat kerja di Jepang, program Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker/SSW) bisa jadi pilihan. Program ini cocok buat pekerja yang punya keahlian khusus dan ingin mendapatkan pengalaman profesional di Jepang.

Tokutei Ginou punya dua kategori:

  • SSW Type 1: Buat pekerjaan dengan tingkat keahlian menengah di industri seperti keperawatan, industri makanan, dan perhotelan.
  • SSW Type 2: Buat pekerja dengan keahlian lebih tinggi di industri seperti konstruksi dan perkapalan.

Syarat utama buat daftar program ini adalah:

  • Usia minimal 18 tahun.
  • Lulus ujian keterampilan di bidang yang dituju.
  • Lulus ujian bahasa Jepang minimal level N4.

Buat lo yang pengen kerja di Jepang dengan sistem yang jelas dan jaminan karier, program ini bisa jadi langkah awal yang bagus.

3. Ausbildung Jerman: Belajar Sambil Bekerja

Kalau lo tertarik buat kerja di Jerman, program Ausbildung bisa jadi jalan masuknya. Ausbildung adalah sistem pendidikan vokasi yang menggabungkan belajar teori di sekolah dan praktik kerja langsung di perusahaan. Ini semacam program magang dengan standar tinggi di Jerman.

Kenapa Ausbildung menarik?

  • 70% programnya adalah praktik langsung di perusahaan.
  • Setelah lulus, peluang kerja di Jerman lebih terbuka lebar.
  • Lo bisa dapet pengalaman kerja profesional di negara dengan ekonomi kuat.

Syarat utama ikut Ausbildung adalah:

  • Lulus SMA atau setara.
  • Menguasai bahasa Jerman minimal level B1 atau B2 tergantung bidang yang dipilih.
  • Punya sertifikat bahasa, ijazah, transkrip nilai, CV, dan surat lamaran.

Buat lo yang mau kerja di Eropa dan dapat pengalaman kerja dengan sistem pendidikan terbaik, Ausbildung bisa jadi pilihan yang tepat.

4. Au Pair: Kerja di Luar Negeri Sambil Tinggal dengan Keluarga Lokal

Suka sama anak kecil dan pengen pengalaman kerja di luar negeri yang lebih santai? Program Au Pair bisa jadi opsi buat lo. Dalam program ini, lo bakal tinggal dengan keluarga lokal di negara lain dan membantu mereka mengasuh anak. Sebagai gantinya, lo bakal dapet fasilitas seperti tempat tinggal, makan, dan uang saku.

Beberapa negara yang punya program Au Pair antara lain:

  • Amerika Serikat
  • Perancis
  • Belanda
  • Jerman
  • Swedia

Syarat utama buat daftar Au Pair adalah:

  • Usia 18-30 tahun (tergantung negara tujuan).
  • Punya pengalaman dasar dalam mengasuh anak.
  • Menguasai bahasa negara tujuan minimal level dasar.

Au Pair cocok buat lo yang pengen pengalaman tinggal di luar negeri tanpa harus mikirin biaya tempat tinggal dan makan. Selain itu, program ini juga bisa jadi kesempatan buat memperdalam bahasa asing dan mengenal budaya baru secara langsung.

Kenapa Banyak Orang Pengen Kerja di Luar Negeri?

Tren #KaburAjaDulu bukan cuma sekadar fenomena media sosial, tapi juga cerminan dari keinginan banyak orang buat mencari peluang baru di luar negeri. Ada beberapa alasan kenapa makin banyak orang tertarik buat kerja di luar negeri.

1. Gaji Lebih Tinggi dan Kesejahteraan Lebih Baik

Salah satu alasan utama orang memilih kerja di luar negeri adalah penghasilan yang lebih besar dibanding di Indonesia. Banyak negara yang menawarkan upah minimum lebih tinggi, tunjangan kesehatan yang memadai, serta fasilitas sosial yang lebih baik.

Sebagai contoh, pekerja di Australia yang ikut program WHV (Working-Holiday Visa) bisa mendapatkan gaji lebih dari cukup buat biaya hidup dan bahkan menabung. Begitu juga dengan Jepang, di mana pekerja di sektor keperawatan dan industri bisa mendapat gaji lebih tinggi dibanding pekerjaan serupa di Indonesia.

2. Pengalaman Kerja yang Lebih Profesional

Bekerja di luar negeri bisa jadi cara buat meningkatkan pengalaman profesional. Sistem kerja di negara maju biasanya lebih tertata, punya standar yang tinggi, dan memberikan kesempatan buat berkembang.

Contohnya, program Ausbildung di Jerman menggabungkan teori dan praktik langsung di perusahaan. Ini membuat peserta bukan cuma dapat ilmu, tapi juga pengalaman kerja di sistem yang profesional.

3. Kesempatan untuk Tinggal di Negara dengan Kualitas Hidup Lebih Baik

Banyak orang yang ingin kerja di luar negeri karena ingin merasakan kualitas hidup yang lebih baik. Negara seperti Jerman, Jepang, dan Australia terkenal dengan sistem transportasi yang efisien, lingkungan yang bersih, serta layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih terjangkau.

Buat lo yang punya impian buat tinggal di negara dengan fasilitas publik yang nyaman, kerja di luar negeri bisa jadi jalan masuknya.

4. Belajar Budaya dan Bahasa Baru

Kerja di luar negeri juga membuka kesempatan buat belajar budaya dan bahasa baru. Misalnya, dengan ikut program Au Pair, lo bisa tinggal dengan keluarga lokal dan benar-benar mengalami kehidupan sehari-hari di negara tujuan.

Banyak orang yang akhirnya bisa fasih berbahasa asing setelah beberapa tahun tinggal di luar negeri. Ini tentunya jadi nilai tambah buat karier dan kehidupan sosial.

5. Kesempatan untuk Menetap dan Membangun Karier Jangka Panjang

Beberapa jalur kerja di luar negeri bisa membuka peluang buat mendapatkan izin tinggal permanen. Contohnya, mereka yang bekerja di Australia melalui WHV bisa mengajukan visa permanen jika memenuhi syarat.

Begitu juga di Jepang, pekerja Tokutei Ginou yang sudah punya pengalaman kerja dan skill tinggi bisa mengajukan SSW Type 2, yang memungkinkan mereka tinggal lebih lama di Jepang dan bahkan membawa keluarga.

Bagaimana Cara Kerja di Luar Negeri?

Kalau lo udah yakin pengen cari kerja di luar negeri, langkah pertama yang harus lo lakukan adalah menentukan jalur yang sesuai. Berikut beberapa jalur yang bisa lo coba:

1. Persiapkan Dokumen dan Syarat yang Dibutuhkan

Tiap jalur kerja di luar negeri punya persyaratan berbeda. Secara umum, dokumen yang biasanya dibutuhkan antara lain:

  • Paspor yang masih berlaku
  • Visa kerja atau izin tinggal
  • Sertifikat bahasa asing (misalnya JLPT N4 buat Jepang atau B1 buat Jerman)
  • Ijazah dan transkrip nilai
  • Surat rekomendasi atau pengalaman kerja

Sebelum daftar, pastikan lo sudah menyiapkan dokumen-dokumen ini supaya proses aplikasi bisa lebih cepat.

2. Kuasai Bahasa Negara Tujuan

Banyak program kerja di luar negeri yang mensyaratkan kemampuan bahasa tertentu. Contohnya:

  • Jerman (Ausbildung): Minimal B1 atau B2 dalam bahasa Jerman
  • Jepang (Tokutei Ginou): Minimal JLPT N4
  • Au Pair: Kemampuan dasar bahasa negara tujuan

Kalau lo belum menguasai bahasa negara tujuan, lo bisa mulai belajar dari sekarang. Ada banyak kursus bahasa online yang bisa membantu lo mempersiapkan diri.

3. Manfaatkan Program Resmi

Hindari penipuan dengan hanya mendaftar lewat jalur resmi yang sudah diakui. Lo bisa cari informasi lebih lanjut melalui situs resmi pemerintah atau lembaga yang menangani program kerja di luar negeri.

Contohnya:

  • WHV Australia: Melalui situs imigrasi Australia
  • Tokutei Ginou Jepang: Melalui BNP2TKI atau Kedutaan Besar Jepang
  • Ausbildung Jerman: Melalui agen resmi pendidikan dan perusahaan yang membuka lowongan

Buat lo yang pengen lebih siap menghadapi tantangan kerja di luar negeri, penting juga buat meningkatkan keterampilan pribadi, seperti manajemen stres, adaptasi budaya, dan pengelolaan keuangan. Salah satu cara buat mempersiapkan diri adalah dengan mengikuti life coaching dari Life Consultation, yang bisa membantu lo memahami tantangan hidup di luar negeri dan cara mengatasinya.

Tantangan yang Harus Dihadapi Saat Kerja di Luar Negeri

Meskipun terlihat menarik, bekerja di luar negeri bukan berarti tanpa tantangan. Banyak hal yang harus dipersiapkan agar lo bisa beradaptasi dan sukses di negara tujuan. Berikut beberapa tantangan yang biasanya dihadapi oleh pekerja migran:

1. Adaptasi dengan Budaya dan Lingkungan Baru

Tinggal di negara asing berarti harus menyesuaikan diri dengan budaya, kebiasaan, dan gaya hidup yang berbeda. Misalnya, di Jepang, budaya kerja terkenal dengan kedisiplinan tinggi dan jam kerja yang panjang. Sementara di Jerman, semua hal dilakukan dengan sistematis dan sesuai aturan.

Buat lo yang belum terbiasa dengan budaya ini, proses adaptasi bisa jadi tantangan tersendiri. Cara terbaik buat mengatasinya adalah dengan belajar tentang budaya negara tujuan sebelum berangkat, termasuk norma sosial, aturan kerja, dan etika profesional.

2. Kesulitan dalam Berkomunikasi

Kalau lo belum lancar bahasa negara tujuan, komunikasi bisa jadi hambatan besar. Banyak pekerja migran mengalami kesulitan memahami instruksi, berinteraksi dengan rekan kerja, atau bahkan menyelesaikan urusan administratif.

Untuk mengatasinya, lo bisa mulai belajar bahasa sejak jauh-jauh hari. Jika lo berencana kerja di Jerman melalui program Ausbildung, misalnya, pastikan lo sudah punya sertifikat Bahasa Jerman minimal B1 atau B2 sebelum mendaftar. Begitu juga kalau ingin kerja di Jepang melalui Tokutei Ginou, lo perlu lulus ujian bahasa Jepang JLPT N4.

3. Rasa Kesepian dan Homesick

Tinggal jauh dari keluarga dan teman bisa membuat seseorang merasa kesepian, terutama di bulan-bulan pertama. Apalagi jika lingkungan kerja kurang mendukung, rasa homesick bisa makin berat dan berdampak pada produktivitas kerja.

Salah satu cara mengatasinya adalah membangun support system di negara tujuan, misalnya dengan bergabung ke komunitas pekerja Indonesia di sana. Selain itu, lo juga bisa menjaga komunikasi dengan keluarga lewat video call atau chatting secara rutin.

4. Tekanan Kerja yang Berbeda

Beberapa negara punya budaya kerja yang lebih menuntut dibanding Indonesia. Contohnya di Jepang, pekerja harus selalu disiplin, bekerja dengan cepat, dan tidak boleh terlambat.

Buat lo yang belum terbiasa dengan ritme kerja seperti ini, bisa jadi awalnya terasa sangat melelahkan. Maka dari itu, penting untuk melatih manajemen stres dan ketahanan mental sebelum berangkat. Jika lo merasa butuh bantuan dalam mengelola tekanan kerja, mengikuti sesi coaching dan mentoring dari Satu Persen bisa membantu lo lebih siap menghadapi tantangan ini.

5. Urusan Visa dan Legalitas Kerja

Setiap negara punya aturan visa dan izin kerja yang berbeda. Lo harus benar-benar memahami aturan tersebut supaya tidak mengalami masalah hukum atau bahkan dideportasi.

Sebagai contoh:

  • WHV Australia: Lo harus memenuhi syarat usia (18-30 tahun) dan mendapatkan Surat Dukungan dari Imigrasi Indonesia sebelum mengajukan visa.
  • Tokutei Ginou Jepang: Harus lulus ujian keterampilan dan mendapatkan sertifikat resmi sebelum bisa bekerja.
  • Au Pair: Harus mendapatkan kontrak dengan keluarga tuan rumah sebelum mengajukan visa.

Pastikan lo selalu mengikuti prosedur resmi dan menghindari jalur tidak legal yang bisa berisiko buat masa depan lo.

Tips Supaya Sukses Bekerja di Luar Negeri

Buat lo yang udah yakin ingin kerja di luar negeri, ada beberapa tips yang bisa lo terapkan supaya perjalanan lo lebih lancar dan sukses.

1. Lakukan Riset Sebelum Berangkat

Jangan asal ikut tren #KaburAjaDulu tanpa riset yang matang. Pastikan lo memahami semua syarat, tantangan, dan peluang kerja di negara tujuan. Lo bisa mulai dengan membaca pengalaman orang-orang yang sudah pernah kerja di sana atau bergabung ke komunitas pekerja migran Indonesia di media sosial.

2. Persiapkan Mental dan Fisik

Bekerja di luar negeri bisa jadi sangat menantang, baik secara mental maupun fisik. Lo harus siap menghadapi tekanan kerja, perbedaan budaya, dan tantangan hidup sendiri jauh dari keluarga.

Kalau lo merasa butuh bantuan dalam manajemen stres atau kesehatan mental, lo bisa mencoba layanan konseling dari Satu Persen, di mana lo bisa mendapatkan panduan dari mentor profesional yang berpengalaman.

3. Bangun Koneksi dan Networking

Salah satu cara terbaik untuk berkembang di luar negeri adalah memperluas koneksi dan jaringan profesional. Semakin banyak relasi yang lo punya, semakin besar peluang lo buat mendapatkan pekerjaan yang lebih baik atau bahkan menetap secara permanen.

Lo bisa mulai dengan:

  • Bergabung ke komunitas pekerja migran Indonesia di negara tujuan.
  • Menghadiri event atau seminar industri yang relevan.
  • Menggunakan platform seperti LinkedIn buat membangun koneksi profesional.

4. Kelola Keuangan dengan Bijak

Jangan tergoda buat menghabiskan semua penghasilan lo hanya karena gaji lebih besar dari di Indonesia. Banyak pekerja migran yang akhirnya gagal mencapai tujuan mereka karena tidak bisa mengatur keuangan dengan baik.

Supaya bisa lebih disiplin dalam mengelola keuangan, lo bisa mengikuti kelas Manajemen Keuangan dari Satu Persen yang bisa membantu lo menyusun strategi finansial untuk masa depan.

5. Jangan Ragu Mencari Bantuan

Kalau lo mengalami kesulitan saat bekerja di luar negeri, jangan ragu buat mencari bantuan. Bisa dari teman sesama pekerja migran, komunitas diaspora Indonesia, atau bahkan layanan profesional seperti life coaching dan konseling.

Kerja di luar negeri memang menawarkan banyak keuntungan, tapi juga penuh tantangan. Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, lo bisa memaksimalkan peluang dan menghadapi tantangan dengan lebih percaya diri.

Kesimpulan

Tren #KaburAjaDulu memang bikin kerja di luar negeri terlihat mudah dan menyenangkan. Tapi di balik itu, ada banyak tantangan yang harus lo hadapi, mulai dari adaptasi budaya, kendala bahasa, tekanan kerja, hingga urusan legalitas yang nggak bisa disepelekan.

Kalau lo memang serius ingin merintis karier di luar negeri, jangan cuma ikut tren tanpa persiapan. Lakukan riset mendalam, persiapkan mental dan finansial, serta pastikan lo punya skill yang dibutuhkan di negara tujuan. Dengan strategi yang matang, lo bisa menjadikan pengalaman ini sebagai langkah besar menuju masa depan yang lebih baik.

Buat lo yang butuh panduan lebih lanjut, lo bisa mengikuti Transfer Wawasan yang ngebantu lo dapetin insight dan strategi untuk mempersiapkan karier di luar negeri.

Lo juga bisa melakukan Tes Minat Bakat dari Satu Persen buat mengevaluasi potensi dan passion lo sebelum atau selama bekerja di luar negeri. Ini penting supaya lo bisa memilih karier yang sesuai dan tetap enjoy menjalani pekerjaan di negara orang.

FAQ

1. Apakah semua orang bisa bekerja di luar negeri?

Nggak semua orang bisa kerja di luar negeri karena setiap negara punya aturan dan persyaratan sendiri. Beberapa negara mewajibkan sertifikasi tertentu, kemampuan bahasa, atau izin kerja khusus. Pastikan lo memenuhi semua syarat sebelum mendaftar.

2. Apa pekerjaan yang paling banyak dicari di luar negeri?

Pekerjaan yang paling dicari bervariasi tergantung negara tujuan. Misalnya, di Jepang ada Tokutei Ginou untuk bidang keperawatan dan industri transportasi. Sementara di Jerman, banyak program Ausbildung untuk bidang teknik, perhotelan, dan kesehatan.

3. Bagaimana cara mendapatkan visa kerja di luar negeri?

Visa kerja tergantung pada jenis pekerjaan dan negara tujuan. Misalnya, untuk WHV Australia, lo harus mendapatkan Surat Dukungan dari Imigrasi Indonesia sebelum mengajukan visa. Untuk Au Pair, lo harus mendapatkan kontrak kerja dari keluarga tuan rumah sebelum mengajukan visa.

4. Bagaimana cara mengatasi homesick saat bekerja di luar negeri?

Homesick adalah hal yang wajar saat merantau. Lo bisa mengatasinya dengan menjaga komunikasi dengan keluarga, membangun support system di negara tujuan, dan tetap sibuk dengan aktivitas positif. Jika homesick mulai berdampak ke mental lo, jangan ragu buat ikut konseling dari Satu Persen biar lo bisa tetap fokus menjalani karier di luar negeri.

5. Apa yang harus dilakukan jika mengalami masalah di tempat kerja?

Kalau lo mengalami masalah di tempat kerja, seperti tekanan berlebihan atau konflik dengan atasan, lo bisa coba cari dukungan dari komunitas pekerja migran di negara tujuan. Jika situasinya makin sulit, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan mentor profesional supaya lo bisa menemukan solusi yang tepat.

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.