Guru Salah! Ini Cara Mengajar Menarik dan Kekinian

Guru
Ocky Jhon
31 Jan 2023

Di dunia yang cepat berubah dan serba cepat seperti sekarang, sangat penting bagi siswa untuk terlibat dan termotivasi dalam belajar mereka. Namun, metode mengajar tradisional seringkali terasa garing dan tidak menarik. Beberapa kelemahan yang sering dilakukan oleh guru adalah tidak bisa menggunakan komputer dan metode mengajarnya hanya ceramah. Masih banyak juga guru yang tidak bisa memanfaatkan dan memperhatikan kemampuan serta gaya belajar siswa.

Kenapa sih mengajar itu harus menarik dan menyenangkan?

Well, alasannya  karena proses belajar yang menyenangkan akan meningkatkan motivasi siswa, sehingga membuat mereka lebih fokus, lebih termotivasi dan lebih bersemangat untuk belajar. Ketika siswa merasa senang dengan proses pembelajaran, mereka akan lebih mudah untuk menyimpan informasi baru dan mengaplikasikannya dalam situasi yang berbeda. Selain itu, jika guru dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, siswa akan merasa lebih nyaman dan merasa dihargai, sehingga akan mengurangi rasa cemas atau khawatir dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam kelas.

Selain itu, jika siswa merasa menyenangkan dalam proses pembelajaran, mereka akan lebih cenderung untuk terlibat dalam kelas dan berpartisipasi dalam aktivitas yang disediakan oleh guru, sehingga meningkatkan kualitas interaksi antara siswa dan guru. Proses belajar yang menyenangkan juga akan meningkatkan rasa percaya diri siswa dan membuat mereka merasa lebih yakin dalam mengejar tujuan belajar mereka.

Oke, lalu bagaimana cara mengajar yang menarik dan menyenangkan?

Salah satu solusi untuk masalah ini adalah dengan mengintegrasikan cara mengajar yang menyenangkan ke dalam kelas. Cara mengajar yang menyenangkan merujuk pada metode dan teknik yang membuat belajar interaktif, menarik, dan menyenangkan bagi siswa. Ini dapat termasuk gamifikasi, belajar berbasis proyek, belajar berbasis pertanyaan, dll. Lingkungan belajar yang menyenangkan dan positif juga dapat meningkatkan hubungan guru-siswa dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar.

Metode mengajar yang menyenangkan akan lebih mudah diingat!

Cara mengajar yang menyenangkan dapat membuat materi lebih relevan dan tidak dilupakan dengan menggunakan metode seperti menggunakan contoh dunia nyata yang dapat membuat siswa dapat menghubungkan konsep yang dipelajari dengan situasi yang ada di kehidupan sehari-hari. Menggunakan cerita atau analogi yang dapat membuat konsep lebih mudah dipahami dan diingat. Jangan juga lupakan teknologi visual atau media yang menarik seperti video, gambar, infografik, dll yang dapat membantu siswa untuk mengingat konsep yang diajarkan.

Teknik mengajar seperti apa yang relevan dengan murid-murid saat ini?

Beberapa teknik mengajar kekinian  yang populer di antaranya:

1. Pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning, PBL)

Pendekatan ini menempatkan siswa dalam situasi yang mirip dengan dunia nyata dan meminta mereka untuk menyelesaikan masalah yang relevan dengan konteks tersebut. Contoh: sebuah kelas biologi yang menyelesaikan masalah tentang pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Problem-based learning (PBL) ini relevan dan menyenangkan karena ia memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan cara yang aktif.

Dalam PBL, siswa ditempatkan dalam situasi yang mirip dengan dunia nyata dan ditugaskan untuk menyelesaikan masalah yang relevan dengan konteks tersebut. Ini memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih menyenangkan karena mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam situasi yang sesungguhnya dan merasa seperti mereka sedang belajar sesuatu yang berguna.

Selain itu, PBL memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang kolaboratif. Siswa bekerja dalam kelompok dan saling bekerja sama untuk menyelesaikan masalah. Ini membuat proses belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan karena siswa dapat belajar dari teman-temannya dan mendapat dukungan dari teman-temannya.

2. Pembelajaran kolaboratif (Collaborative Learning)

Pendekatan ini menempatkan siswa dalam kelompok kerja yang saling bekerja sama untuk menyelesaikan tugas atau masalah. Contoh: sebuah kelas matematika yang bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan soal-soal matematika yang kompleks. karena ia memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bersama-sama dengan teman-temannya, ini membuat proses belajar menjadi lebih interaktif karena siswa dapat saling berbagi informasi, ide, dan perspektif.

Dalam pembelajaran kolaboratif, siswa dapat belajar dari teman-temannya dan mendapat dukungan dari teman-temannya. Ini membuat siswa merasa seperti mereka tidak sendirian dalam proses belajar dan lebih yakin untuk berbagi ide dan bertanya. Selain itu, pembelajaran kolaboratif juga meningkatkan kepercayaan diri siswa dan meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap keberhasilan kelompok.

Pembelajaran kolaboratif juga meningkatkan kreativitas dan kritis-berpikir siswa karena siswa harus bekerja sama untuk menemukan solusi unik dan inovatif untuk masalah yang dihadapi.

daftar-iht-1-10

3. Pembelajaran berbasis proyek (Project-based Learning, PBL)

Pendekatan ini menempatkan siswa dalam proyek yang relevan dengan dunia nyata dan yang memungkinkan siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang didapat. Contoh: sebuah kelas seni yang mengerjakan proyek pembuatan video dokumenter tentang perkembangan infrastruktur di kota. PBL menyediakan konteks yang relevan dalam situasi yang mirip dengan dunia nyata untuk menyelesaikan masalah yang relevan dengan konteks tersebut. Ini memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih menyenangkan karena mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam situasi yang sesungguhnya.

PBL memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang kolaboratif: Siswa bekerja dalam kelompok dan saling bekerja sama untuk menyelesaikan masalah. Ini membuat proses belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. PBL jugaL meningkatkan kemampuan siswa dalam beradaptasi  yang memungkinkan siswa untuk belajar cara mengatasi masalah yang tidak pasti dan tidak dapat diantisipasi, itu membuat siswa dapat beradaptasi dengan situasi yang tidak pasti.

4. Pembelajaran berbasis teknologi (Technology-based Learning):

pendekatan ini menggunakan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran, seperti menggunakan internet, media pembelajaran interaktif, atau perangkat mobile. Contoh: sebuah kelas bahasa Inggris yang menggunakan aplikasi pembelajaran bahasa asing untuk mendukung proses pembelajaran.

TBL memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang fleksibel dan sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Siswa dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, dan juga dapat menyesuaikan kecepatan belajar dengan kebutuhan mereka sendiri. Ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif karena siswa dapat belajar dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka sendiri.

Di lain sisi, TBL juga memungkinkan guru untuk mengevaluasi hasil belajar siswa dengan lebih mudah dan cepat. Guru dapat menggunakan aplikasi atau software yang dikembangkan khusus untuk mengevaluasi hasil belajar siswa dan memberikan umpan balik yang cepat dan tepat. Ini membuat proses belajar menjadi lebih efektif karena guru dapat dengan cepat mengetahui kemajuan siswa dan memberikan bantuan yang diperlukan.

Well, sebenarnya cara mengajar akan terus berkembang mengikuti zaman dan generasi-generasi berikutnya. Tapi teknik-teknik ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan bagi siswa dan guru. Selain itu, teknologi dapat digunakan sebagai alat bantu dalam teknik mengajar yang dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran. Dengan demikian, guru harus selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mencari teknik mengajar yang menarik dan kekinian.

daftariht-2-10

Source:

https://www.uinjkt.ac.id/permasalahan-guru-di-indonesia

https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/download/3776/3781

https://ojs.unm.ac.id/JEKPEND/article/download/14410/pdf

https://teaching.cornell.edu/teaching-resources/engaging-students/problem-based-learning

https://www.pblworks.org/what-is-pbl

https://www.skillsyouneed.com/rhubarb/technology-based-learning-approaches.html

https://www.edutopia.org/stw-collaborative-learning-research



Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.