Key Takeaways:
- Pendaftaran beasiswa S2 dari MGIMO University di Rusia resmi dibuka mulai 1 Maret 2025.
- Program ini khusus bidang Ekonomi Politik Kerja Sama Strategis ASEAN-Rusia, berlangsung 2 tahun dengan pengantar bahasa Inggris.
- Komponen beasiswa meliputi tiket PP dan uang kuliah, sedangkan biaya hidup ditanggung sendiri.
- Kuota terbatas hanya untuk 10 mahasiswa dari negara ASEAN.
- Seleksi meliputi portofolio prestasi dan wawancara, jadi lo perlu nyiapin dari sekarang.
- Program ini cocok buat lo yang tertarik di isu geopolitik, hubungan internasional, dan ekonomi global.
- Bisa jadi alternatif buat lo yang pengen kuliah luar negeri tapi gak harus pulang cepat ke Indonesia.

Kalau lo adalah mahasiswa atau fresh graduate yang mulai ngerasa, “Gue pengen lanjut S2 tapi pengen nyari suasana baru...”, atau “Gue pengen kuliah di luar negeri tapi gak tahu mulai dari mana,” maka lo wajib banget baca ini sampai habis.
Mulai 1 Maret 2025, Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), salah satu kampus paling prestisius di Rusia, resmi membuka pendaftaran beasiswa untuk jenjang S2. Program ini fokus pada bidang Ekonomi Politik Kerja Sama Strategis ASEAN-Rusia. Kuliahnya full bahasa Inggris dan dimulai pada September 2025.
Dan yang bikin makin menarik: program ini tidak mewajibkan lo untuk langsung kembali ke Indonesia setelah lulus. Cocok buat lo yang mungkin pengen eksplorasi lebih luas atau bahkan lanjut cari peluang karier internasional.
Di sini, lo bakal belajar soal banyak hal yang lagi panas-panasnya dibahas di dunia global: ekonomi makro dan mikro, hubungan Rusia-ASEAN, investasi internasional, sampai integrasi ekonomi regional di Asia Timur dan EAEU (Eurasian Economic Union). Cocok banget buat lo yang suka geopolitik, isu lintas negara, dan pengen jadi bagian dari solusi ekonomi strategis antarnegara.
Kuliahnya dua tahun, dan lo akan dibekali kemampuan analisis hubungan ekonomi internasional, hukum bisnis Rusia-ASEAN, sampai kompetensi komunikasi lintas budaya. Aspek legal, politik, dan transformasi teknologi juga akan jadi bagian dari kurikulumnya. Jadi bukan sekadar gelar, tapi lo juga dapet skill dan mindset global yang bermanfaat buat masa depan karier lo.
Untuk lo yang udah pernah nonton video dari Satu Persen soal pilihan kuliah luar negeri dan cara ngebangun karier internasional, program ini bisa banget jadi langkah awal buat lo wujudin mimpi itu. Gak cuma kuliah, lo juga bakal ketemu komunitas ASEAN lainnya yang punya minat dan visi yang sama.

Program Ini Cocok Buat Lo yang Pengen Jadi “Global Talent”
Kalau lo adalah tipe anak muda yang suka mikir ke depan, ngebayangin kerja di level internasional, atau pengen belajar hal-hal strategis di luar textbook kampus, program ini bisa jadi jalan masuknya. Beasiswa S2 MGIMO bukan cuma soal kuliah di luar negeri, tapi soal lo jadi bagian dari dialog ekonomi-politik global yang beneran berpengaruh.
Kenapa penting? Karena sekarang dunia makin saling terhubung. Isu kayak kerja sama multilateral, integrasi ekonomi regional, krisis energi, dan transformasi digital udah gak bisa dilihat dari satu negara aja. ASEAN dan Rusia itu dua wilayah strategis yang perannya makin besar di tengah perubahan dunia. Belajar soal hubungan mereka berarti belajar soal masa depan geopolitik, bisnis lintas negara, dan diplomasi ekonomi.
Dan menariknya, MGIMO itu bukan kampus sembarangan. Ini universitas yang dikenal jadi tempatnya para diplomat, ekonom, dan pemimpin global dilatih. Artinya, lo gak cuma dapet ilmu dari dosen, tapi juga dari jaringan profesional internasional yang real.
Buat lo yang suka mikir, “Tapi gue kan anak biasa aja, apa bisa ya?” justru lo yang harus daftar. Karena dunia butuh perspektif baru dari anak muda yang ngerti konteks lokal dan global. Dan karena ini program berbasis bahasa Inggris, lo juga gak harus bisa bahasa Rusia dulu buat mulai.
Selain itu, program ini gak menuntut lo buat langsung balik ke Indonesia setelah lulus. Jadi kalau setelah kuliah lo pengen lanjut magang, kerja, atau lanjut sekolah lagi, itu bisa banget. Fleksibilitas ini penting banget buat lo yang pengen ngejar peluang global tanpa banyak batasan administratif.
Step-by-Step Daftar Beasiswa MGIMO 2025
Kalau lo udah mulai tertarik, sekarang saatnya lo siapin diri. Karena beasiswa ini kuotanya terbatas banget—cuma buat 10 mahasiswa dari negara ASEAN. Indonesia sendiri udah ngirim 12 mahasiswa di tahun-tahun sebelumnya, artinya persaingan pasti makin ketat.
Tapi tenang, asal lo siapin semua dari sekarang, peluang itu masih terbuka lebar.
1. Cek dan Pelajari Info Resmi
Pertama, lo harus baca langsung dari sumbernya di situs MGIMO dan Kemendiktisaintek. Jangan cuma modal info dari medsos. Lo bisa mulai di sini: https://mgimo.ru/study/master/study-asean/
2. Penuhi Persyaratan Dasar
Lo harus punya ijazah S1 (atau udah di semester akhir), bisa komunikasi dalam bahasa Inggris, dan punya ketertarikan di bidang ekonomi-politik internasional. Nilai akademik yang baik tentu jadi nilai tambah.
3. Siapin Portofolio Prestasi
Ini bukan sekadar daftar nilai. Masukin juga pengalaman organisasi, penelitian, magang, atau proyek sosial yang relevan. Ceritain kenapa lo tertarik sama hubungan ASEAN-Rusia, dan apa kontribusi lo ke depan.
4. Latihan Wawancara
Wawancara jadi tahap seleksi kedua. Jadi pastiin lo bisa jelasin motivasi lo secara jelas dan meyakinkan. Gak harus sempurna, tapi jujur dan punya arah yang kuat.
5. Cari Sponsor Hidup atau Siapkan Dana Mandiri
Biaya kuliah dan tiket PP ditanggung beasiswa, tapi biaya hidup sekitar USD 300 per bulan dan asrama ditanggung sendiri. Lo bisa cari sponsor pribadi, keluarga, atau lembaga pendukung lainnya.
6. Deadline Pendaftaran: Maret 2025
Karena buka dari 1 Maret 2025, lo punya waktu sekarang buat siapin semua. Idealnya, Januari–Februari 2025 lo udah punya semua dokumen dan latihan wawancara.
Kalau lo butuh panduan lebih lanjut tentang cara nyusun portofolio atau latihan wawancara, jangan lupa mampir juga ke Transfer Wawasan dari Satu Persen. Di sana lo bisa dapet tips-tips konkret seputar studi luar negeri dan strategi hidup berkelanjutan.

Bukan Cuma Gelar, Tapi Gerbang Masa Depan
Ketika lo mutusin buat lanjut kuliah ke luar negeri, terutama lewat jalur beasiswa, yang lo dapet gak cuma gelar akademik. Tapi juga cara pandang baru, jaringan internasional, dan pengalaman hidup yang gak bisa lo dapet dari buku pelajaran. Program beasiswa S2 di MGIMO ini adalah contoh nyata gimana pendidikan bisa jadi alat buat buka pintu masa depan yang lebih luas.
Lo bakal ketemu orang-orang dari berbagai negara ASEAN. Diskusi bareng mereka tentang ekonomi, politik, teknologi, dan budaya. Lo bakal dapet perspektif yang selama ini mungkin gak pernah lo pikirin. Dan dari sana, lo bakal mulai ngerasa bahwa “gue bukan cuma warga negara Indonesia, tapi juga warga dunia.”
Kuliah di Rusia dengan fokus ke ASEAN juga bikin lo jadi jembatan penting di antara dua kawasan besar. Apalagi kalau lo emang punya minat di bidang hubungan internasional, diplomasi, atau pengembangan ekonomi. Ini bisa jadi batu loncatan buat karier lo ke institusi internasional, NGO, perusahaan multinasional, bahkan organisasi ASEAN itu sendiri.
Dan kabar baiknya: pengalaman kayak gini bisa banget lo mulai dari sekarang, dari tempat lo duduk saat baca artikel ini. Lo bisa mulai riset, nyusun rencana, dan ngelangkah pelan-pelan buat ngejar peluang ini.
Kalau lo masih ngerasa bingung atau takut, itu wajar. Tapi jangan sampai rasa ragu itu bikin lo gak gerak sama sekali. Banyak orang gagal bukan karena gak mampu, tapi karena gak mulai. Dan yang jelas, peluang ini gak datang setiap hari.
Program ini juga ngajarin lo tentang tanggung jawab personal. Karena walaupun tiket dan uang kuliah ditanggung, lo tetap perlu ngatur biaya hidup sendiri. Di situ lo belajar soal budgeting, kemandirian, dan adaptasi. Skill yang mungkin gak akan diajarin secara eksplisit di kelas, tapi akan kepake terus sepanjang hidup lo.
Kalau lo pengen hidup yang lebih luas dari sekadar zona nyaman, ini bisa jadi langkah awalnya.
Kesimpulan
Kalau lo tertarik dengan beasiswa ini dan pengen dapet info lain yang lebih luas, Follow & Subscribe Transfer Wawasan by Satu Persen di YouTube dan Instagram. Di sana lo bisa dapet insight seputar studi luar negeri, karier internasional, dan pengembangan diri yang realistis.
Karena hidup ideal versi lo gak akan kejadian kalau lo cuma nunggu. Yuk mulai langkah kecil hari ini.
Link beasiswa & info lengkap: https://mgimo.ru/study/master/study-asean/
Dan ingat, yang lo perlu hari ini bukan kesempurnaan—tapi keberanian buat mulai.
Jika lo butuh bantuan buat memahami minat dan potensi diri sebelum memilih jurusan, Tes Minat dan Bakat dari Satu Persen bisa membantu lo menemukan pilihan terbaik!
FAQ
1. Apakah program ini terbuka buat semua jurusan?
Iya. Selama lo punya gelar S1 dan minat di bidang ekonomi-politik internasional, lo bisa daftar. Latar belakang jurusan bisa beragam, asal punya motivasi yang kuat.
2. Apakah harus bisa bahasa Rusia?
Enggak. Program ini full bahasa Inggris. Tapi akan ada pelajaran bahasa asing juga selama program berlangsung (bisa jadi termasuk bahasa Rusia sebagai mata kuliah tambahan).
3. Gimana kalau gue gak punya pengalaman organisasi internasional?
Gak masalah. Yang penting lo bisa nunjukin minat dan pemahaman yang jelas soal hubungan ASEAN-Rusia. Pengalaman di organisasi lokal, riset, atau proyek sosial juga relevan.
4. Kalau biaya hidup ditanggung sendiri, bisa sambil kerja part-time?
Lo perlu cek regulasi visa pelajar Rusia. Tapi sebaiknya lo siapin dana dari awal, entah lewat sponsor keluarga, crowdfunding, atau lembaga pendukung pendidikan.
5. Siapa aja alumni Indonesia yang pernah ikut program ini?
Sampai sekarang, udah ada 12 mahasiswa Indonesia yang ikut, termasuk satu alumni yang udah lulus tahun 2024. Lo bisa coba cari mereka di LinkedIn untuk networking dan insight langsung.
6. Apakah ada bantuan untuk latihan wawancara?
Kalau lo pengen latihan bareng mentor, lo bisa coba ikut layanan mentoring atau webinar dari kanal Transfer Wawasan by Satu Persen. Di sana banyak sesi seputar beasiswa luar negeri dan pengembangan karier.
7. Apa program ini mewajibkan pulang ke Indonesia setelah lulus?
Enggak. Lo bebas menentukan langkah setelah lulus—mau lanjut kerja di luar negeri, lanjut S3, atau pulang ke Indonesia. Program ini memberi fleksibilitas yang luas.