91% KARYAWAN NGERASA STRES DI KANTOR

Dilsa Ad'ha
18 Mar 2025

Key Takeaways:

  • 91% karyawan merasa stres di kantor, tetapi banyak yang tidak resign.
  • Alasan utama tetap bertahan: tekanan ekonomi dan ketakutan akan sulitnya mencari pekerjaan baru.
  • Faktor seperti gaji rendah, tuntutan bos, dan jam kerja panjang juga menjadi penyebab stres.
  • Ada cara untuk mengatasi stres, seperti mencari bantuan profesional atau psikotes minat bakat untuk mengevaluasi apakah pekerjaan saat ini sesuai dengan minat dan bakat.

Gaji yang minim, tuntutan bos yang terus menerus, dan jam kerja yang panjang. Semua ini pasti sudah tidak asing lagi buat lo yang kerja kantoran. Bahkan, menurut survei dari Cigna International 2023, sekitar 91% karyawan merasa stres dengan kondisi di tempat kerja mereka. Tapi anehnya, meskipun merasa stres dan nggak bahagia, mereka justru memilih untuk bertahan di pekerjaan itu. Kenapa ya?

Jangan salah, ini bukan karena mereka nggak bisa keluar, tapi lebih ke ketakutan akan keadaan yang lebih buruk setelah resign. Banyak yang khawatir kalau mereka nggak bakal dapat pekerjaan lagi, atau malah mengalami kesulitan ekonomi yang makin parah. Tentu saja, perasaan ini bisa makin membebani mereka dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Lalu, kenapa orang-orang yang stres di kantor malah memilih untuk tetap bertahan? Ada beberapa alasan yang cukup relevan dengan kondisi sosial-ekonomi yang sedang terjadi saat ini.

Tapi jangan khawatir, kalau lo mulai ngerasa capek banget sama kondisi ini, lo nggak sendirian. Banyak yang merasakan hal serupa. Ada beberapa cara untuk menghadapi stres di tempat kerja dan menemukan jalan keluar yang lebih baik. Salah satunya adalah dengan mencari bantuan profesional, seperti konseling dengan psikolog atau life coach. Selain itu, lo juga bisa mulai mengevaluasi apakah pekerjaan yang lo jalani saat ini sesuai dengan minat dan bakat lo.

Jangan sampai lo terjebak dalam kondisi yang malah bikin lo semakin stres, dan ingat, ada berbagai cara untuk mencari solusi yang lebih baik untuk hidup lo ke depan.

Karyawan Stress di Kantor: Kenapa Tetap Bertahan?

Tuntutan bos yang nggak ada habisnya, gaji yang cuma cukup-cukup saja, dan jam kerja yang kayaknya nggak pernah berakhir, semua itu membuat banyak karyawan merasa tertekan. Tapi kenapa, meskipun dengan stres yang berat, mereka justru memilih untuk nggak resign? Berikut beberapa alasan yang bisa jadi jawabannya.

Tekanan Ekonomi yang Berat

Salah satu alasan utama kenapa banyak orang tetap bertahan meskipun mereka merasa stres di tempat kerja adalah karena tekanan ekonomi. Mengingat keadaan sosial dan ekonomi saat ini, banyak orang yang merasa tidak punya pilihan lain selain bertahan di pekerjaan mereka. Ketakutan akan ketidakpastian keuangan atau takut kalau nggak bisa mendapatkan pekerjaan baru membuat mereka memilih untuk tetap bertahan.

Terlebih lagi, dalam situasi ekonomi yang belum tentu stabil, resign bisa terasa seperti taruhan besar. Banyak yang berpikir, “Kalau gue resign, apa gue bisa dapat kerja lagi dengan gaji yang sama atau lebih baik?” Dan akhirnya, ketakutan itu membuat mereka memilih untuk bertahan meskipun sudah merasa sangat tertekan.

Gaji Minim, Namun Tuntutan Tetap Tinggi

Gaji yang minim seringkali menjadi faktor yang membuat karyawan merasa stres. Apalagi jika tuntutan dari bos semakin tinggi, sementara kompensasi yang didapatkan tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan. Di sini, ada ketimpangan yang terjadi: banyak orang bekerja keras tapi merasa bahwa upah yang diterima tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Dalam kondisi ini, para karyawan merasa terjebak. Mereka merasa bahwa meskipun bekerja keras, hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan, tetapi mereka tetap bertahan karena kekhawatiran akan masa depan finansial mereka.

Waktu Kerja yang Panjang dan Tidak Seimbang

Jam kerja yang panjang juga berkontribusi pada stres yang dirasakan oleh banyak karyawan. Tidak jarang mereka harus bekerja lembur atau bahkan membawa pekerjaan pulang ke rumah, yang membuat waktu pribadi mereka terampas. Akibatnya, mereka merasa lelah secara fisik dan mental, namun tetap bertahan karena merasa tidak ada pilihan lain.

Hal ini sering terjadi di banyak perusahaan yang mengutamakan hasil tanpa memperhatikan kesejahteraan karyawan. Akhirnya, karyawan merasa tertekan dan cemas karena tidak memiliki waktu untuk diri mereka sendiri, tetapi tetap bekerja keras demi memenuhi tuntutan pekerjaan.

Cara Menghadapi Stres di Tempat Kerja: Apa yang Bisa Lo Lakukan?

Jadi, kalau lo mulai ngerasa stres banget di kantor dan pengen keluar dari situasi yang bikin lo gak nyaman, apa yang bisa lo lakuin? Jangan dipendam sendirian, karena ada beberapa hal yang bisa lo coba untuk mengatasi stres dan mencari jalan keluar yang lebih baik.

Cari Bantuan Profesional

Salah satu cara paling efektif untuk menghadapi stres adalah dengan mencari bantuan dari profesional, seperti psikolog atau life coach. Dengan bantuan mereka, lo bisa mendapatkan perspektif baru tentang masalah yang lo hadapi. Selain itu, konseling bisa membantu lo menemukan cara-cara yang lebih sehat untuk menghadapi tekanan kerja dan kehidupan secara umum.

Psikolog atau life coach bisa membantu lo memahami diri lo lebih dalam, memberikan tips untuk mengelola stres, dan membantu lo membuat keputusan yang lebih baik untuk kehidupan karier lo ke depan.

Cek Minat dan Bakat Lo dengan Psikotes

Terkadang, stres yang lo rasakan bisa jadi pertanda kalau pekerjaan yang lo jalani tidak sesuai dengan minat atau bakat lo. Kalau lo merasa nggak puas atau nggak tertarik lagi dengan pekerjaan lo, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali apakah lo berada di jalur yang benar.

Untuk membantu lo menemukan jawabannya, lo bisa coba psikotes minat bakat. Tes seperti ini bisa membantu lo mengidentifikasi apakah pekerjaan lo saat ini cocok dengan passion dan keahlian lo. Dengan mengetahui minat dan bakat lo, lo bisa mempertimbangkan opsi karier lain yang lebih sesuai dengan diri lo, yang tentunya bisa bikin lo lebih bahagia dan nggak terjebak dalam situasi stres yang nggak sehat.

Lo bisa coba psikotes minat bakat dari Satu Persen, yang menawarkan wawasan yang lebih jelas tentang minat dan potensi lo. Siapa tahu, pekerjaan yang lo jalani saat ini bukanlah yang terbaik untuk lo, dan psikotes bisa jadi langkah pertama lo untuk menemukan jalan karier yang lebih sesuai.

Kelola Waktu dengan Lebih Baik

Manajemen waktu yang buruk juga sering menjadi penyebab stres di tempat kerja. Coba untuk mulai mengatur waktu kerja dan waktu pribadi lo dengan lebih bijak. Tentukan batas waktu untuk pekerjaan dan pastikan lo punya waktu untuk diri sendiri dan orang-orang terdekat.

Dengan mengatur waktu lebih baik, lo bisa mengurangi beban pekerjaan yang membuat lo tertekan. Jangan takut untuk bilang “tidak” kalau ada tugas yang menurut lo sudah melebihi batas kemampuan lo.

Lo nggak harus terjebak dalam situasi yang bikin lo stres dan nggak bahagia. Ada banyak cara untuk menghadapinya dan menemukan solusi yang lebih baik untuk kehidupan kerja lo. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional atau coba tes minat bakat untuk mengetahui apakah pekerjaan lo saat ini cocok dengan keinginan dan kemampuan lo.

Kenapa Banyak Orang Pilih Bertahan Walau Stres?

Ada beberapa alasan yang membuat karyawan tetap memilih bertahan meskipun merasakan stres yang sangat berat di tempat kerja. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka untuk tetap bekerja dalam situasi yang kurang ideal? Berikut adalah alasan-alasan utama yang membuat banyak orang memilih bertahan.

1. Takut Kehilangan Sumber Penghasilan

Salah satu alasan terbesar kenapa banyak orang tidak berani resign meskipun merasa tertekan adalah kekhawatiran akan masa depan finansial mereka. Ketika kondisi ekonomi sedang tidak stabil, banyak orang merasa bahwa mereka tidak bisa berisiko untuk keluar dari pekerjaan yang ada. Mereka berpikir, “Apa yang akan terjadi kalau gue nggak dapat pekerjaan baru? Bagaimana kalau gaji baru malah lebih kecil atau nggak sesuai harapan?”

Pikiran seperti ini seringkali memaksa banyak orang untuk tetap bertahan di pekerjaan meskipun mereka merasa sangat tidak bahagia. Banyak yang lebih memilih untuk terus bekerja di tempat yang kurang ideal daripada menghadapi ketidakpastian dalam mencari pekerjaan baru.

2. Ketidakpastian Pasar Kerja

Selain tekanan ekonomi, ketidakpastian pasar kerja juga menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang memilih untuk bertahan di pekerjaan mereka. Dengan tingkat persaingan yang tinggi dan kesulitan dalam menemukan pekerjaan baru, banyak yang merasa lebih aman untuk tetap di posisi mereka saat ini meskipun stres.

Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, lapangan pekerjaan di banyak industri tidak selalu mudah diakses oleh mereka yang baru saja keluar dari pekerjaan. Proses pencarian kerja yang memakan waktu, seleksi yang ketat, serta ketidakpastian peluang di masa depan membuat banyak orang merasa lebih nyaman meskipun harus menghadapi stres di tempat kerja.

3. Tidak Tahu Apa yang Mereka Inginkan

Kadang, orang-orang merasa bingung dengan diri mereka sendiri. Mereka nggak tahu lagi apakah pekerjaan mereka saat ini sesuai dengan minat atau tujuan hidup mereka. Ketidakpastian ini menyebabkan banyak orang bertahan hanya karena mereka tidak yakin apa yang ingin mereka lakukan. Mereka merasa bahwa keluar dari pekerjaan yang sudah mereka jalani bertahun-tahun mungkin hanya akan menambah kebingungannya.

Akibatnya, mereka tetap bertahan dalam kondisi yang sudah tidak sehat. Namun, seringkali masalah utamanya adalah ketidakmampuan untuk mengevaluasi diri sendiri dan mencari pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan passion mereka.

4. Terlalu Fokus pada Tanggung Jawab yang Sudah Ada

Bagi banyak orang, pekerjaan yang mereka jalani sudah menjadi bagian dari rutinitas harian mereka. Mereka merasa ada tanggung jawab yang besar di tempat kerja yang tidak bisa mereka lepaskan begitu saja. Apalagi kalau mereka merasa bahwa rekan kerja atau tim mereka sangat bergantung pada kontribusi mereka. Hal ini membuat mereka merasa terikat dan sulit untuk meninggalkan pekerjaan tersebut, meskipun itu membuat mereka merasa tertekan.

Rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan dan rekan kerja memang penting, namun terkadang hal ini bisa menjadi beban yang menambah stres tanpa disadari.

Apa yang Harus Dilakukan Untuk Mengurangi Stres di Tempat Kerja?

Bagi lo yang merasa sudah terjebak dalam lingkaran stres di tempat kerja, ada beberapa langkah yang bisa lo coba untuk mengurangi tekanan dan mulai mengubah situasi menjadi lebih baik. Mungkin lo merasa stuck atau nggak tahu harus mulai dari mana, tapi percaya deh, ada beberapa cara yang bisa lo coba untuk keluar dari keadaan ini.

1. Coba Konseling atau Life Coaching

Kalau lo merasa nggak bisa menangani stres di tempat kerja sendirian, coba deh untuk mencari bantuan dari seorang profesional. Konseling dengan psikolog atau life coach bisa menjadi langkah pertama yang sangat baik untuk membantu lo keluar dari situasi yang sulit. Psikolog atau life coach bisa membantu lo menggali perasaan dan pikiran lo lebih dalam, serta memberikan wawasan yang mungkin belum pernah lo pikirkan sebelumnya.

Bantuan profesional juga bisa membantu lo untuk lebih memahami penyebab utama stres yang lo alami dan bagaimana cara menghadapinya dengan cara yang lebih sehat. Kalau lo merasa sangat tertekan, jangan ragu untuk mencari bantuan. Itu langkah pertama yang bisa bikin lo lebih lega.

2. Cek Kesesuaian Pekerjaan dengan Minat Lo

Stres yang berlarut-larut bisa jadi tanda bahwa pekerjaan lo nggak cocok dengan minat atau bakat lo. Ketika pekerjaan yang lo jalani nggak sesuai dengan passion, lo bakal merasa kehilangan motivasi dan lebih mudah stres. Untuk itu, lo bisa coba mengevaluasi apakah pekerjaan lo saat ini memang sesuai dengan kemampuan dan keinginan lo.

Coba ambil psikotes minat bakat yang bisa membantu lo memahami apakah pekerjaan lo cocok dengan diri lo. Tes seperti ini bisa memberikan wawasan tentang apa yang sebenernya lo minati dan apakah lo benar-benar berada di jalur yang tepat. Dengan mengetahui hasil psikotes, lo bisa mempertimbangkan langkah karier lain yang lebih cocok dengan bakat dan minat lo.

3. Belajar Mengelola Waktu dan Batasan

Salah satu sumber utama stres di kantor adalah pekerjaan yang nggak ada habisnya. Jika lo merasa kewalahan dengan banyaknya tugas dan jam kerja yang nggak berkesudahan, coba deh mulai atur waktu kerja lo dengan lebih bijak. Tentukan prioritas dan buat batasan yang jelas antara pekerjaan dan waktu pribadi.

Lo harus belajar mengatakan “tidak” pada tugas-tugas yang menurut lo nggak bisa diselesaikan dalam waktu yang wajar. Ini akan membantu lo mengurangi beban pekerjaan yang tidak perlu dan memberi lo ruang untuk istirahat dan menjaga keseimbangan hidup.

4. Pikirkan Tentang Langkah Karier Ke Depan

Pernahkah lo merasa stuck atau tidak berkembang di pekerjaan lo? Mungkin sudah saatnya lo berpikir lebih jauh tentang karier lo. Jika lo merasa pekerjaan lo nggak memberikan kesempatan untuk berkembang atau lo merasa tidak puas dengan apa yang sudah lo capai, mungkin lo harus mempertimbangkan untuk mencari kesempatan lain yang lebih menantang dan bisa memberikan kepuasan lebih.

Tanya diri lo sendiri, apakah pekerjaan lo saat ini membuat lo berkembang? Kalau jawabannya tidak, mungkin ini saat yang tepat untuk mulai mencari jalur baru yang lebih sesuai dengan tujuan hidup dan karier lo.

Kesimpulan

Terkadang, stres di tempat kerja memang tidak bisa dihindari, namun lo tetap punya pilihan untuk menghadapi dan mengatasinya. Mulai dengan mencari bantuan profesional, mengevaluasi apakah pekerjaan lo sesuai dengan minat dan bakat, serta belajar mengelola waktu dengan lebih bijak bisa menjadi langkah awal yang baik. Jangan ragu untuk mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi lo, karena hidup lo jauh lebih penting daripada bertahan di tempat yang hanya membuat lo tertekan.

Jika lo merasa pekerjaan lo nggak sesuai dengan minat dan bakat lo, mungkin sudah saatnya untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang diri lo. Coba tes minat bakat dari Satu Persen dan temukan pekerjaan yang lebih sesuai dengan passion lo. Mulai langkah lo untuk menemukan karier yang lebih bahagia dan memenuhi kebutuhan hidup yang ideal. Link: satu.bio/tesminatbakat.

FAQ

1. Kenapa banyak orang merasa terjebak di pekerjaan meskipun merasa stres?

Banyak orang merasa terjebak di pekerjaan mereka karena alasan ekonomi. Mereka takut kalau resign malah nggak dapat pekerjaan lagi atau kesulitan memenuhi kebutuhan finansial. Selain itu, ketidakpastian pasar kerja dan rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan juga membuat mereka bertahan meskipun merasa stres.

2. Apa yang bisa saya lakukan jika merasa stres di tempat kerja?

Ada beberapa cara untuk mengatasi stres di tempat kerja, seperti mencari bantuan dari profesional seperti psikolog atau life coach. Selain itu, mencoba tes minat bakat juga bisa membantu mengetahui apakah pekerjaan lo sesuai dengan minat dan bakat lo. Mengelola waktu dengan lebih baik dan menetapkan batasan juga bisa membantu lo mengurangi stres.

3. Apa manfaat melakukan tes minat bakat?

Tes minat bakat bisa membantu lo memahami apakah pekerjaan lo saat ini sesuai dengan passion dan keahlian lo. Hasil dari tes ini dapat memberikan wawasan baru tentang jalur karier yang lebih cocok dengan minat dan bakat lo, yang pada akhirnya bisa mengurangi stres dan membuat lo lebih bahagia dalam pekerjaan.

4. Apakah konseling bisa membantu mengatasi stres di tempat kerja?

Ya, konseling dengan psikolog atau life coach bisa sangat membantu dalam mengatasi stres. Seorang profesional dapat membantu lo menggali perasaan lo, memberikan perspektif baru, dan membantu lo menemukan cara-cara sehat untuk mengelola stres serta membuat keputusan yang lebih baik untuk kehidupan karier lo.

5. Apa yang harus saya lakukan jika pekerjaan saya tidak sesuai dengan minat saya?

Jika pekerjaan lo tidak sesuai dengan minat atau bakat lo, coba evaluasi kembali apa yang lo inginkan dalam karier lo. Lo bisa mengambil tes minat bakat untuk mengetahui lebih jelas apakah jalur karier yang lo jalani sekarang adalah yang terbaik untuk lo. Setelah itu, mulai pertimbangkan langkah-langkah untuk mencari pekerjaan yang lebih cocok dengan passion lo.

6. Bagaimana cara mengelola waktu agar tidak terjebak dalam pekerjaan yang berlebihan?

Mengelola waktu dengan bijak adalah kunci untuk mengurangi stres. Tentukan prioritas tugas yang perlu diselesaikan dan buat batasan yang jelas antara pekerjaan dan waktu pribadi. Jangan ragu untuk mengatakan "tidak" pada tugas yang tidak sesuai dengan kapasitas lo atau yang bisa didelegasikan kepada orang lain. Ini akan membantu lo menjaga keseimbangan hidup yang lebih sehat.

7. Apakah tes minat bakat dari Satu Persen efektif?

Tes minat bakat dari Satu Persen dirancang untuk membantu lo memahami apakah pekerjaan lo saat ini sesuai dengan bakat dan minat lo. Dengan hasil yang didapatkan dari tes ini, lo bisa mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai potensi diri lo dan apakah lo berada di jalur yang tepat dalam karier lo.

Bagikan artikel

Disclaimer

Jika Anda sedang mengalami krisis psikologis yang mengancam hidup Anda, layanan ini tidak direkomendasikan.

Silakan menghubungi 119.